• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adakah Pencegahan Diabetes Insipidus yang Perlu Diketahui?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adakah Pencegahan Diabetes Insipidus yang Perlu Diketahui?

Adakah Pencegahan Diabetes Insipidus yang Perlu Diketahui?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 24 Agustus 2021
Adakah Pencegahan Diabetes Insipidus yang Perlu Diketahui?

“Saat seseorang jadi lebih sering haus dan sering buang air kecil, bisa dikatakan bahwa ia menunjukkan gejala diabetes insipidus. Kondisi ini cukup langka dan kerap terjadi secara permanen. Selain itu, ia juga biasanya sulit dicegah karena umumnya terkait dengan kondisi kesehatan lainnya.”

Halodoc, Jakarta – Meski memiliki nama diabetes, tetapi diabetes insipidus berbeda dengan kebanyakan diabetes lainnya. Ini adalah kelainan langka yang menyebabkan ketidakseimbangan cairan dalam tubuh. Ketidakseimbangan ini membuat pengidapnya memproduksi urine dalam jumlah besar. Kondisi ini pun membuat pengidapnya jadi sangat haus, bahkan setelah ia banyak minum air. 

Sayangnya tidak ada obat untuk penyakit ini. Namun, perawatan tertentu bisa membantu menghilangkan rasa haus dan mengurangi produksi urine dan mencegah dehidrasi. Pengidapnya juga bisa melakukan upaya pencegahan agar gejala tidak muncul atau tidak semakin parah.

Baca juga: Diabetes Insipidus vs Diabetes Melitus, Lebih Bahaya Mana?

Langkah Pencegahan Diabetes Insipidus

Kebanyakan penyakit ini adalah kondisi permanen dan ada kemungkinan besar tidak akan dapat mencegahnya. Paling sering, kondisi ini dikaitkan dengan masalah kesehatan lain. Ia dapat dikaitkan dengan fungsi ginjal yang abnormal atau adanya tumor. Meskipun kamu tidak dapat mencegahnya dalam kasus ini, tetapi kamu sering dapat mengelola gejalanya.

Oleh karena sering dikaitkan dengan fungsi ginjal, maka kamu harus melakukan upaya-upaya untuk menjaga kesehatan ginjal seperti dengan cukup konsumsi air putih, konsumsi makanan sehat, olahraga teratur, dan berbagai gaya hidup sehat lainnya. 

Namun jika kamu merasakan bahwa intensitas buang air kecil jadi lebih sering disertai dengan gejala sering haus, maka segera lakukan pemeriksaan di rumah sakit. Segera buat janji dengan rumah sakit melalui Halodoc supaya lebih praktis dan mudah. Kemudian, konsultasikan kondisi kesehatanmu dan ikuti langkah perawatan yang disarankan dokter.

Baca juga: Inilah 2 Penyebab dan Jenis Diabetes Insipidus

Seperti Apa Gejala Diabetes Insipidus?

Ada beberapa tanda dan gejala penyakit ini, antara lain: 

  • Merasa sangat haus.
  • Kerap memiliki urine berwarna pucat dalam jumlah besar.
  • Sering terbangun untuk buang air kecil di malam hari.
  • Lebih suka minuman dingin.

Jika kondisi serius dan kamu jadi sering minum banyak cairan, kamu dapat menghasilkan sebanyak 20 liter urine sehari. Padahal semestinya, orang dewasa yang sehat hanya buang air kecil rata-rata 1 hingga 2 liter sehari.

Sementara itu, jika terjadi pada bayi atau anak kecil, beberapa gejala yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Popok basah yang berat;
  • Mengompol;
  • Sulit tidur;
  • Demam;
  • Muntah;
  • Sembelit;
  • Pertumbuhan tertunda;
  • Penurunan berat badan.

Baca juga: Hati-Hati, Diabetes Insipidus Sebabkan Komplikasi Ini 

Pengobatan yang Bisa Dilakukan

Pilihan pengobatan biasanya akan tergantung pada jenis penyakit yang dialami, Begini pengobatannya:

Diabetes Insipidus Sentral

Jika kamu mengidap penyakit jenis ini namun tergolong ringan, kamu mungkin hanya perlu menambah asupan air. Jika kondisi tersebut disebabkan oleh kelainan pada kelenjar pituitari atau hipotalamus (seperti tumor), dokter akan menangani kelainan tersebut terlebih dahulu.

Biasanya, bentuk ini diobati dengan hormon sintetis yang disebut desmopressin (DDAVP, Nocdurna). Obat ini menggantikan hormon anti-diuretik (ADH) yang hilang dan mengurangi buang air kecil. Pasien juga dapat menggunakan desmopressin dalam tablet, sebagai semprotan hidung atau dengan suntikan.

Kebanyakan orang masih membuat beberapa ADH, meskipun jumlahnya dapat bervariasi dari hari ke hari. Jadi, jumlah desmopressin yang dibutuhkan juga dapat bervariasi. Mengonsumsi lebih banyak desmopressin daripada yang dibutuhkan juga dapat menyebabkan retensi air dan berpotensi menurunkan kadar natrium dalam darah. Obat lain mungkin juga akan diresepkan, seperti klorpropamid

Diabetes Insipidus Nefrogenik

Oleh karena ginjal tidak merespons ADH dengan baik dalam bentuk diabetes insipidus ini, desmopressin tidak akan membantu. Sebagai gantinya, dokter mungkin meresepkan diet rendah garam untuk mengurangi jumlah urin yang dihasilkan ginjal. Kamu juga perlu minum cukup air untuk menghindari dehidrasi.

Pengobatan dengan obat hydrochlorothiazide (Microzide) dapat memperbaiki gejala. Meskipun hidroklorotiazid adalah jenis obat yang biasanya meningkatkan keluaran urine (diuretik), tetapi dapat mengurangi keluaran urine untuk beberapa orang dengan penyakit jenis ini.

Jika gejala disebabkan oleh obat yang diminum, maka dengan menghentikan obat-obatan ini dapat membantu. Namun, jangan berhenti minum obat apa pun tanpa terlebih dahulu berbicara dengan dokter.

Diabetes Insipidus Gestasional

Pengobatan bagi kebanyakan orang dengan diabetes insipidus gestasional adalah dengan hormon sintetik desmopressin.

Polidipsia Primer

Tidak ada pengobatan khusus untuk bentuk penyakit jenis ini, selain mengurangi asupan cairan. Jika kondisi ini terkait dengan penyakit mental, pengobatan penyakit mental dapat meringankan gejala diabetes insipidus.

Referensi:
American Academy of Family Physicians. Diakses pada 2021. Diabetes Insipidus.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Diabetes Insipidus.
Medical News Today. Diakses pada 2021. Diabetes Insipidus.