Adakah Pencegahan Efektif untuk Kondisi Avascular Necrosis?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
pencegahan avascular necrosis

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar istilah avascular necrosis? Kondisi ini merujuk pada matinya jaringan tulang karena kurangnya pasokan darah. Avascular necrosis yang muncul, biasanya tidak menunjukkan gejala apapun. Namun, ketika keadaan semakin parah, sendi akan terasa sangat nyeri ketika digerakkan. Parahnya lagi, sendi bisa saja terasa sangat sakit saat pengidapnya tidak melakukan kegiatan apapun.

Nyeri yang terjadi pada pengidap avascular necrosis dapat terjadi secara ringan, ataupun berat. Biasanya, nyeri akan semakin parah jika hal ini terjadi pada sendi yang berfungsi untuk menahan bobot tubuh. Sebelum terjadinya hal tersebut, adakah langkah pencegahan yang dapat dilakukan?

Baca juga: Ketahui Lebih Jauh Penyebab Nekrosis Avaskular

Pencegahan Efektif yang Dapat Dilakukan Pengidap Avascular Necrosis

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya avascular necrosis, antara lain:

  • Jangan terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol.

  • Berhenti merokok.

  • Jika kamu mengidap suatu penyakit kronis yang membutuhkan suntikan kortikosteroid, diskusikan terlebih dulu dengan dokter untuk mencegah terjadinya hal-hal yang berbahaya bagi kesehatan.

Avascular necrosis sendiri bisa saja terjadi pada rahang. Beberapa langkah pencegahan yang dapat kamu lakukan, antara lain:

  • Sikat gigi secara teratur, minimal dua kali dalam sehari.

  • Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi sebanyak enam bulan sekali.

  • Jika kamu mengalami masalah pada gusi atau rahang, termasuk adanya pembengkakan atau kemerahan, segera diskusikan dengan dokter.

Gejala yang diatasi dengan tepat akan menghindari kamu dari komplikasi yang berbahaya. Jika kamu menemui gejalanya, segera diskusikan dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc untuk mengetahui langkah yang harus kamu lakukan. Jadi, segera lakukan penanganan yang tepat sebelum avascular necrosis yang kamu alami menjadi semakin parah, ya!

Baca juga: Kenali Prosedur Operasi untuk Mengatasi Nekrosis Avaskular

Ini yang Menjadi Penyebab Terjadinya Avascular Necrosis

Adanya gangguan pada pasokan darah menuju ke tulang merupakan penyebab utama terjadinya avascular necrosis. Namun, kondisi ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor pemicu. Beberapa faktor pemicu terjadinya avascular necrosis, antara lain:

  • Adanya penumpukan lemak pada pembuluh darah. Berkurangnya pasokan darah menuju tulang dapat disebabkan oleh tertutupnya pembuluh darah kecil oleh lemak. Kondisi ini dapat terjadi oleh penggemar minuman beralkohol, serta seseorang yang rutin menggunakan kortikosteroid jangka panjang untuk menangani penyakit kronis.

  • Pernah mengalami cedera pada sendi dan tulang. Cedera yang dimaksud meliputi dislokasi sendi. Kondisi ini dapat menyebabkan rusaknya pembuluh darah di sekitar sendi atau tulang yang terkena.

  • Mengidap penyakit kronis, seperti anemia sel sabit, serta penyakit gaucher. Kedua penyakit ini dapat menyebabkan berkurangnya pasokan darah menuju tulang. Selain itu, penyakit yang membuat lemahnya sistem imunitas tubuh, seperti HIV dan lupus juga dapat menyebabkan terjadinya avascular necrosis.

  • Melakukan tindakan medis, seperti radioterapi. Radioterapi yang dapat digunakan sebagai langkah pengobatan ini ternyata dapat melemahkan tulang dan merusak pembuluh darah.

Baca juga: Membatasi Konsumsi Alkohol Cegah Nekrosis Avaskular

Seseorang bisa saja mengidap avascular necrosis tanpa disertai dengan faktor risiko. Untuk itu, jaga selalu kesehatan tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang, serta menjalani pola hidup sehat dengan berolahraga secara teratur, minimal tiga kali dalam seminggu. Hati-hati, karena avascular necrosis bisa saja terjadi pada seseorang di segala usia. Jadi, perhatikan terus kesehatanmu untuk mencegah terjadinya penyakit berbahaya ini, ya.

Referensi:
WebMD (Diakses pada 2019). What Is Avascular Necrosis?
Healthline (Diakses pada 2019). Everything You Should Know about Avascular Necrosis (Osteonecrosis).