Adakah Pencegahan untuk Sakit Kepala Cluster?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Adakah Pencegahan untuk Sakit Kepala Cluster?

Halodoc, Jakarta - Tahu tidak sakit kepala apa yang bisa sangat menyiksa pengidapnya? Bagi kamu yang menjawab sakit kepala tegang, migrain, atau sakit kepala sinus, rasanya kurang tepat. Nah, pernah mendengar sakit kepala cluster atau cluster headache? Sakit kepala inilah yang siap membuat pengidapnya meringis kesakitan. 

Saking parah sakitnya, sebagian ahli di Barat menyebutnya sebagai “suicide headache” (sakit kepala bunuh diri) , untuk menggambarkan rasa sakit terburuk yang diketahui manusia. Bahkan, ada pula ahli yang menggambarkannya sebagai “rasa sakit terburuk yang diketahui ilmu kedokteran”. Hmm, sungguh mengerikan bukan? 

Baca juga: Sakit Kepala Cluster adalah Penyakit Genetik, Benarkah?

Sakit kepala cluster terbilang langka, angka kejadiannya sekitar 1 dari 1.000 orang. Sebagian besar kasusnya, pengidap sakit kepala ini berusia di bawah 30 tahun.

Pertanyaannya, adakah cara untuk mencegah sakit kepala cluster? 

Hindari Pemicunya, Konsumsi Obatnya

Sakit kepala cluster umumnya terjadi pada periode tertentu. Akan tetapi, ada beberapa upaya yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya sakit kepala cluster. Contohnya: 

  • Hindari segala hal yang bisa memicu terjadinya sakit kepala. Misalnya bau parfum, konsumsi minuman beralkohol, atau senyawa kimia berbau. 

  • Jangan berolahraga ketika cuaca sedang panas. Kondisi ini bisa memicu sakit kepala cluster pada beberapa orang. 

  • Hentikan kebiasaan merokok. Merokok dikaitkan dengan peningkatan risiko sakit kepala cluster. 

  • Konsumsi obat-obatan pereda nyeri ketika periode serangan sakit kepala cluster dimulai. Pastikan obat-obatan tersebut khusus untuk mengatasi sakit kepala cluster.

  • Steroid. Obat anti inflamasi steroid, seperti prednison dapat digunakan secara efektif untuk mencegah nyeri kepala cluster.

  • Lithium carbonate. Digunakan apabila pilihan terapi lain gagal digunakan untuk mencegah nyeri kepala cluster.

Baca juga: Atasi Sakit Kepala Cluster dengan Pemberian Oksigen

Terkait Cedera dan Kelainan Genetik

Sakit kepala cluster yang umumnya terjadi pada malam hari, tak jarang membangunkan pengidapnya dengan nyeri berat di bagian sekeliling sebelah mata. Lantas, apa sih penyebab utama dari sakit kepala cluster?

Hingga saat ini para ahli pun belum bisa memastikan penyebab cluster headache. Meski begitu, ada dugaan kuat kalau kondisi ini terkait dengan cedera kepala yang pernah terjadi. Di samping itu, gangguan pada komponen genetik pun juga dicurigai jadi biang keladi dari sakit kepala cluster. 

Sayangnya, tak ada obat yang secara efektif bisa menyembuhkan sakit kepala ini. Namun, beberapa obat atau terapi bisa mengurangi gejalanya. Misalnya, terapi farmakologis seperti menghirup oksigen murni untuk meringankan gejala. 

Meski penyebab sakit kepala cluster belum diketahui pasti, tetapi ada beberapa faktor yang diduga turut memicu terjadinya serangan menyakitkan ini. Misalnya:

  • Stres.
  • Rhinitis alergi (peradangan atau iritasi yang terjadi di membran mukosa di dalam hidung). 
  • Cuaca panas.
  • Aktivitas seksual.
  • Suhu ekstrim.
  • Penggunaan nitrogliserin.
  • Relaksasi.

Selain beberapa hal di atas, ada juga faktor lainnya yang bisa meningkatkan risiko sakit kepala cluster. Misalnya, berjenis kelamin pria. Faktanya, pria memang lebih banyak mengalami penyakit ini dibandingkan dengan wanita. 

Baca juga: Sakit Kepala Cluster dengan Migrain, Sama atau Tidak?

Tak hanya itu aja, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol juga bisa meningkatkan risiko terjadinya sakit kepala cluster. Sebab, kebanyakan pengidap sakit kepala ini merupakan perokok. Meski demikian, berhenti merokok tak menjamin bisa menurunkan risikonya. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada Oktober 2019. Diseases and Conditions. Cluster Headache. 
NHS. Health A-Z. Diakses pada Oktober 2019. Cluster Headaches.