Adakah Pengobatan untuk Atasi Supraventricular Tachycardia?

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Adakah Pengobatan untuk Atasi Supraventricular Tachycardia?

Halodoc, Jakarta – Supraventricular tachycardia (SVT) atau takikardia supraventrikular terjadi akibat adanya gangguan irama pada jantung. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan hal ini terjadi, tetapi yang paling sering adalah gangguan pada organ jantung. Lantas, adakah cara pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi supraventricular tachycardia? 

Penyakit ini menyebabkan jantung berdetak lebih cepat. Peningkatan detak jantung ini disebut berasal dari impuls listrik di serambi jantung atau nodus AV, yaitu ruang di atas bilik jantung atau ventrikel. Kondisi ini terjadi saat impuls listrik yang bertugas mengatur detak jantung tidak dapat bekerja secara normal. Pengobatan untuk penyakit ini dilakukan tergantung pada tingkat keparahan dan gejala yang muncul. 

Baca juga: 6 Tanda SVT pada Anak yang perlu Dipahami

Cara Mudah Mengobati Supraventricular Tachycardia

Supraventricular tachycardia menyebabkan jantung berdetak lebih cepat sehingga otot jantung tidak dapat mengendur di sela-sela kontraksi. Kondisi ini kemudian menyebabkan jantung tidak dapat memenuhi kebutuhan pasokan darah yang dibutuhkan tubuh. Salah satu organ yang mengalami dampak dan mungkin kekurangan pasokan darah adalah otak. Kalau ini yang terjadi, seseorang berisiko mengalami pusing atau pingsan.  

Umumnya SVT hanya akan terjadi satu kali seumur hidup, dan sering tidak membutuhkan penanganan khusus. Gangguan irama jantung yang hanya terjadi sekali dan tidak menimbulkan gejala biasanya akan membaik dengan sendiri. Selebihnya, pengidap penyakit ini bisa hidup dengan normal dan tidak mengalami gangguan irama jantung lagi. Namun dalam beberapa kondisi, gejala penyakit ini bisa berlangsung terus-menerus dan sangat mengganggu. Risiko SVT jangka panjang meningkat pada orang yang sebelumnya memiliki riwayat penyakit atau masalah dengan organ jantung. 

Baca juga: Kenali 9 Gejala Supraventricular Tachycardia yang Perlu Diwaspadai

Untuk mengobati penyakit ini, dilakukan dengan berfokus pada upaya penurunan detak jantung. Pengobatan juga dilakukan untuk memperbaiki sirkuit listrik yang abnormal. SVT yang tidak disertai gejala biasanya akan membaik tanpa pengobatan, tetapi ada beberapa tips yang bisa diterapkan untuk mengatasi kondisi ini, misalnya dengan terapi air dingin yaitu dengan meletakkan wajah ke dalam semangkuk air dingin dan es, dan tahan napas selama beberapa detik.

Selain itu, ada juga cara yang dikenal dengan istilah manuver Valsava. Cara ini dilakukan dengan beberapa langkah mulai dari menahan napas, tutup mulut rapat, tutup hidung kencang, serta melakukan gerakan meniup sekeras-kerasnya. Cara itu disebut bisa memengaruhi sistem saraf yang mengendalikan detak jantung, sehingga detak jantung dapat lebih lambat.

Sementara takikardia supraventrikular yang terjadi secara berulang atau berkepanjangan mungkin akan ditangani dengan beberapa tindakan medis. Kondisi ini bisa diatasi dengan pemberian obat pengatur irama jantung, ablasi melalui kateterisasi jantung, pemasangan alat pacu jantung, dan pada pengidap SVT yang disebabkan oleh penyakit lain, perlu diatasi terlebih dahulu apa penyebab gejala muncul sebelum dilakukan pengobatan untuk mengatasi penyakit SVT.

Baca juga: Begini Cara Penanganan Penyakit Takikardi atau Palpitasi di Rumah

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit SVT dan cara mengobatinya dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi 
Mayoclinic (2019). Tachycardia
Emedicinehealth (2019). SVT (Supraventricular Tachycardia) vs. Heart Attack