Adakah Terapi untuk Atasi Tortikolis pada Bayi?

Adakah Terapi untuk Atasi Tortikolis pada Bayi?

Halodoc, Jakarta – Tortikolis adalah gangguan otot leher yang membuat kepala miring. Biasanya, kepala pengidap miring ke arah yang berlawanan dengan dagu. Kondisi ini bisa terjadi sejak lahir (disebut tortikolis otot kongenital) atau seiring bertambahnya usia akibat kondisi medis tertentu.

Baca Juga: Kena Tortikolis, Ini yang Terjadi pada Tubuh

Gejala tortikolis baru diketahui secara jelas saat bayi sudah bisa mengendalikan gerakan leher dan kepala. Gejalanya adalah kesulitan bayi menggerakkan kepala, otot leher terlihat bengkak, rewel karena nyeri leher, salah satu sisi bahu terlihat lebih tinggi, dagu miring ke satu sisi, muncul benjolan lunak pada otot leher, kepala terlihat datar pada satu sisi, serta mengalami gangguan pendengaran atau penglihatan. Bayi perlu dicurigai mengidap tortikolis jika hanya menyusu pada satu sisi payudara saja.

Berbagai Penyebab Tortikolis pada Bayi

Tortikolis kongenital terjadi karena posisi kepala bayi yang abnormal dalam kandungan. Misalnya, akibat posisi sungsang yang memberikan tekanan pada salah satu sisi kepala janin, sehingga otot leher menegang.

Tortikolis bisa terjadi saat persalinan jika kelahiran bayi dilakukan menggunakan alat forsep atau vakum dan membuat salah satu sisi otot leher mendapat tekanan lebih besar. Selain itu, kerusakan otot atau kurangnya pasokan darah pada leher bisa menimbulkan tortikolis pada bayi.

Baca Juga: Bisakah Tortikolis Pada Bayi Disembuhkan?

Terapi Hanya Dilakukan untuk Tortikolis Akibat Kondisi Medis Tertentu

Penanganan tortikolis pada bayi umumnya berupa peregangan otot leher. Dokter akan mengajarkan pada orangtua beberapa gerakan untuk peregangan otot leher, lalu melakukannya bersama dengan Si Kecil. Gerakan tersebut membantu memanjangkan otot leher yang mengeras atau pendek, serta menguatkan otot leher pada sisi yang lain. Peregangan otot leher bisa dilakukan secara pasif, dengan memakai alat penyangga untuk mempertahankan posisi tubuh tertentu. Cara ini bisa dilakukan sejak bayi pengidap tortikolis berusia tiga bulan.

Prosedur operasi menjadi pilihan terakhir untuk memperbaiki posisi otot leher, jika cara lainnya belum berhasil mengatasi kondisi tortikolis. Tujuannya untuk memperbaiki tulang belakang yang abnormal, memperpanjang otot leher, memotong otot atau saraf leher, serta menggunakan stimulasi otak dalam agar mengganggu sinyal saraf (dilakukan pada kasus distonia tengkuk parah). Operasi baru bisa dilakukan ketika bayi pengidap tortikolis mencapai usia prasekolah.

Baca Juga: Perbedaan Tortikolis pada Orang Dewasa dan Bayi

Itulah pilihan pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi tortikolis pada bayi. Kalau Si Kecil memiliki gejala mirip tortikolis, jangan ragu berbicara dengan dokter Halodoc. Pada kasus yang parah, tortikolis harus mendapatkan penanganan. Jika tidak, tortikolis berpotensi menyebabkan komplikasi, seperti pembengkakan otot leher, gangguan saraf akibat ada saraf yang tertekan, nyeri kronis, kesulitan bergerak dan beraktivitas, serta muncul gejala depresi akibat tortikolis.

Untuk berbicara dengan dokter, ibu hanya perlu membuka aplikasi Halodoc dan masuk ke fitur Talk to A Doctor. Ibu bisa melakukannya kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!