Jangan Diabaikan, Adenoma Bronkus Bisa Sebabkan Komplikasi

Jangan Diabaikan, Adenoma Bronkus Bisa Sebabkan Komplikasi

Halodoc, Jakarta – Sebaiknya jangan abaikan jika kamu mengalami batuk yang tidak hilang dengan sendirinya dalam beberapa waktu. Meskipun batuk merupakan kondisi yang umum terjadi, batuk bisa menjadi gejala akibat adanya penyakit yang cukup serius, salah satunya adalah adenoma bronkus.

Penyakit adenoma bronkus adalah jenis tumor yang muncul pada bronkus sehingga menghambat pernapasan seseorang yang mengalami adenoma bronkus. Meskipun pada tahap awal kondisi adenoma bronkus hanya mencakup tumor jinak, jika tidak segera ditangani kondisi ini berkembang menjadi penyakit lain yang menyebabkan komplikasi kesehatan seperti:

1. Kanker

Jenis kanker yang muncul tergantung pada penyebaran adenoma bronkus pada tubuh. Tidak ada salahnya untuk mengetahui gejala-gejala yang disebabkan oleh adenoma bronkus sehingga penanganan bisa dilakukan sejak dini dan tidak menyebabkan komplikasi.

2. Pneumonia

Pada kaum awam, kondisi ini dikenal sebagai penyakit paru-paru basah. Kondisi ini adalah infeksi yang mengakibatkan peradangan pada kantong udara di salah satu paru-paru.

Baca juga: Ada Darah pada Dahak, Hati-Hati Kena Adenoma Bronkus

Gejala Adenoma Bronkus

Batuk adalah gejala umum dari beberapa penyakit. Namun sebaiknya jangan anggap remeh batuk yang tidak hilang dalam waktu panjang. Bisa jadi itu merupakan gejala dari kondisi adenoma bronkus. Batuk yang disebabkan karena adenoma bronkus nyatanya dapat bertahan hingga 6 bulan pada pengidap adenoma bronkus.

Tidak hanya itu, batuk yang muncul biasanya bersama dengan dahak. Perhatikan setiap dahak yang keluar, adenoma bronkus menyebabkan seseorang mengalami dahak yang bercampur dengan darah. Napas yang berbunyi juga menjadi gejala dari adenoma bronkus.

Selain gejala pada kesehatan, biasanya pengidap adenoma bronkus akan mengalami perubahan warna pada kulit seperti kulit yang memerah atau merona. Tidak ada salahnya untuk melakukan pengobatan pada dokter agar kamu bisa mengetahui kondisi kesehatan kamu lebih dini.

Baca juga: Begini Cara Mendiagnosis Penyakit Adenoma Bronkus

Penanganan Adenoma Bronkus

Sebelum melakukan penanganan, ada pemeriksaan yang perlu dilakukan untuk memastikan kondisi adenoma bronkus, seperti:

1. Biopsi

Dengan proses biopsi, dokter mengambil sedikit jaringan dari tumor yang disebabkan adenoma bronkus untuk dijadikan sampel pada pemeriksaan laboratorium. Hal ini bertujuan untuk memastikan adenoma bronkus yang dialami potensi kanker atau tidak.

2. Rontgen

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan penyebaran karena adenoma bronkus pada tubuh. Dengan mengetahui lokasi penyebaran, maka penanganan akan lebih tepat.

3. MRI

Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat organ dan struktur dalam tubuh. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa kondisi adenoma bronkus yang menyebar pada salah satu organ tubuh.

Setelah dilakukan pemeriksaan, penanganan dilakukan sesuai dengan hasil pemeriksaan. Bisa dilakukan operasi sebagai tindakan pengangkatan tumor atau sel yang telah berkembang menjadi kanker. Hal ini bertujuan agar tumor atau sel kanker tidak menyebar pada bagian tubuh lainnya.

Ketika adenoma bronkus sudah menyebar dan menjadi kanker, maka perlu dilakukan terapi radiasi untuk penanganan kanker. Terapi radiasi ini berguna untuk membunuh sel kanker yang terdapat dalam tubuh. Selain terapi radiasi, obat-obatan kemoterapi digunakan untuk alat untuk membunuh sel kanker.

Namun perlu diketahui, pada saat proses menjalani beberapa pengobatan di atas, dapat memberikan dampak emosi yang tidak stabil pada pengidap adenoma bronkus. Jadi tidak ada salahnya keluarga memberikan dukungan agar pengobatan bisa dilakukan dengan baik.

Kamu bisa mendapatkan informasi lebih banyak mengenai adenoma bronkus melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Baca juga: Inilah Penanganan Medis untuk Pengidap Adenoma Bronkus