Adopsi Anak Dapat Memancing Kehamilan, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh  dr. Verury Verona Handayani   11 November 2020
Adopsi Anak Dapat Memancing Kehamilan, Mitos atau Fakta?Adopsi Anak Dapat Memancing Kehamilan, Mitos atau Fakta?

Halodoc, Jakarta – Pasti kamu pernah mendengar informasi jika adopsi anak dapat memancing kehamilan. Benarkah demikian? Menurut data statistik yang dipublikasikan oleh Creating Family, disebutkan 8 persen orangtua angkat akan mengalami kehamilan setelah adopsi. 

Kalau secara kesehatan, bisa dibilang informasi ini adalah mitos. Tidak ada hubungannya mengadopsi anak dengan kemungkinan kehamilan. Pastinya, kesehatan yang baik secara keseluruhan dapat meningkatkan peluang untuk hamil dan ini tidak ada kaitannya dengan adopsi.

Jangan Adopsi Supaya Bisa Hamil

Seharusnya pasangan mengadopsi karena mereka ingin menjadi orangtua bagi seorang anak, bukan untuk memancing kehamilan. Bayangkan ketika anak asuh tahu, kalau dia diadopsi sebagai “pancingan” untuk hamil, pasti akan sedih sekali.

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh National Infertility Association Resolve, persentase tingkat kehamilan setelah mengadopsi dan yang tidak mengadopsi adalah sama. Jadi, sekali lagi tidak ada hubungan antara adopsi dan kehamilan. 

Baca juga: Mitos Seputar Hubungan Intim yang Perlu Remaja Ketahui

Ketimbang fokus pada mitos-mitos yang salah, sebaiknya pasangan fokus pada kesehatan dan proses ketika adopsi menjadi pilihan. Bagaimana menjaga kesehatan saat sedang dalam program hamil?

1. Catat Frekuensi Siklus Menstruasi

Seorang wanita yang ingin memiliki bayi harus memantau apakah hari-hari pertama haidnya cenderung datang dengan jumlah hari yang sama setiap bulan atau sebaliknya. Dengan mengetahui informasi ini, seorang wanita dapat memprediksikan dia mungkin berovulasi, yaitu waktu ketika ovariumnya akan melepaskan sel telur setiap bulan.

Kalau masih bingung mengenai masa ovulasi, bisa ditanyakan langsung di Halodoc. Kamu bisa menanyakan apa saja dan dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Nah, dalam memperingati Hari Kesehatan Nasional, ada promo P3K (Promo Peduli pada Kesehatan) di Halodoc. Kamu bisa Chat dengan dokter umum maupun spesialis cuma Rp. 7.500 saja. Promo ini berlaku mulai 12-14 November 2020. Tunggu apa lagi? Yuk, download aplikasinya sekarang juga di App Store atau Google Play!

2. Mengontrol Berat Badan

Obesitas dapat mengurangi peluang kehamilan, tetapi terlalu kurus juga dapat membuat lebih sulit untuk hamil. Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita yang kelebihan berat badan membutuhkan waktu dua kali lebih lama untuk hamil daripada wanita yang BMI-nya dianggap normal. Terlalu banyak lemak tubuh menghasilkan estrogen berlebih, yang dapat mengganggu ovulasi. Sedangkan wanita yang terlalu kurus, mungkin tidak mendapatkan menstruasi yang teratur atau bisa berhenti berovulasi.

Baca juga: Mitos dan Fakta, Seputar Darah Keperawanan saat Malam Pertama

3. Konsumsi Vitamin Prenatal

Memulai konsumsi vitamin prenatal juga direkomendasikan. Soalnya ada banyak wanita yang telat menyadari kehamilannya. 

6. Konsumsi Makanan Sehat

Meskipun mungkin tidak ada diet khusus untuk meningkatkan kesuburan, mengonsumsi berbagai makanan sehat dapat membantu mempersiapkan tubuh wanita untuk kehamilan dengan memberinya simpanan nutrisi penting yang cukup seperti kalsium, protein, dan zat besi. Ini berarti mengonsumsi berbagai buah dan sayuran, protein tanpa lemak, biji-bijian, produk susu, dan sumber lemak sehat.

Baca juga: Tidak Dianjurkan, Ini Dampak Kekerasan Fisik pada Anak

Saat mencoba hamil, makanlah ikan dengan kadar merkuri tinggi yang lebih rendah dan hindari kafein. Perencanaan kehamilan tidak hanya soal kesehatan wanita saja tetapi juga pria. Ada baiknya pasangan melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi keduanya. Supaya diketahui lebih dini jika ternyata salah satu mengidap penyakit tertentu sehingga menghambat terjadinya kehamilan.

Referensi:
Creating Family.org. Diakses pada 2020. Once You Adopt You’re Sure to Get Pregnant.
Adoption. Diakses pada 2020. The Truth About Getting Pregnant After Adoption.
Live Science. Diakses pada 2020. Trying to conceive: 10 tips for women.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Getting Pregnant.


Mulai Rp25 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Dokter seputar Kesehatan