• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adrenalin Meningkat saat Alami Stres, Kenali Bahayanya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adrenalin Meningkat saat Alami Stres, Kenali Bahayanya

Adrenalin Meningkat saat Alami Stres, Kenali Bahayanya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 30 September 2022

“Pada kondisi tertentu, hormon adrenalin sangat bermanfaat. Namun, jika terus meningkat, ada bahaya yang mengintai.”

Adrenalin Meningkat saat Alami Stres, Kenali BahayanyaAdrenalin Meningkat saat Alami Stres, Kenali Bahayanya

Halodoc, Jakarta – Adrenalin, juga disebut epinefrin, adalah hormon yang dilepaskan oleh kelenjar adrenal dan beberapa neuron. Kelenjar adrenal terletak di bagian atas setiap ginjal. Mereka bertanggung jawab untuk memproduksi banyak hormon, termasuk aldosteron, kortisol, adrenalin, dan noradrenalin. 

Kelenjar adrenal dikendalikan oleh kelenjar lain yang disebut kelenjar pituitari. Kelenjar ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu kelenjar luar (adrenal cortex) dan kelenjar dalam (medula adrenal). Kelenjar bagian dalam lah yang menghasilkan adrenalin.

Apa yang Terjadi dalam Tubuh Ketika Adrenalin Meningkat?

Aliran adrenalin dimulai di otak. Ketika kamu merasakan situasi berbahaya atau stres, informasi itu dikirim ke bagian otak yang disebut amigdala. Area otak ini berperan dalam pemrosesan emosi.

Jika bahaya dirasakan oleh amigdala, ia akan mengirimkan sinyal ke daerah lain di otak yang disebut hipotalamus. Ini adalah pusat komando otak, yang berkomunikasi dengan seluruh tubuh melalui sistem saraf simpatik.

Hipotalamus mentransmisikan sinyal melalui saraf otonom ke medula adrenal. Ketika kelenjar adrenal menerima sinyal, mereka merespons dengan melepaskan adrenalin ke dalam aliran darah.

Begitu berada di aliran darah, adrenalin akan:

  • Mengikat reseptor pada sel hati untuk memecah glikogen menjadi gula yang lebih kecil yang disebut glukosa. Ini memberi otot dorongan energi.
  • Mengikat reseptor pada sel otot di paru-paru, menyebabkan kamu bernapas lebih cepat.
  • Merangsang sel-sel jantung untuk berdetak lebih cepat
  • Memicu pembuluh darah untuk berkontraksi dan mengarahkan darah ke kelompok otot utama.
  • Mengontraksikan sel-sel otot di bawah permukaan kulit untuk merangsang keringat.
  • Berikatan dengan reseptor di pankreas untuk menghambat produksi insulin.

Perubahan tubuh yang terjadi saat adrenalin beredar ke seluruh darah biasa disebut adrenalin rush, karena perubahan ini terjadi dengan cepat. Saking cepatnya, kamu mungkin tidak sepenuhnya menyadari apa yang terjadi.

Dari sisi positif, deru adrenalin inilah yang memberi kamu kemampuan untuk menghindar dari mobil yang melaju sebelum kamu sempat memikirkannya. Namun, peningkatan adrenalin yang terus menerus juga bisa berbahaya.

Tips Mengontrol Adrenalin

Penting untuk mempelajari teknik untuk melawan respons stres tubuh. Mengalami beberapa stres adalah normal, dan kadang-kadang bahkan bermanfaat bagi kesehatan.

Namun seiring waktu, lonjakan adrenalin yang terus-menerus dapat merusak pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke. Ini juga dapat menyebabkan kecemasan, penambahan berat badan, sakit kepala, dan insomnia.

Untuk membantu mengendalikan adrenalin, kamu perlu mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, yang juga dikenal sebagai sistem istirahat dan pencernaan. 

Respons istirahat dan pencernaan ini adalah kebalikan dari respons fight-or-flight yang ditimbulkan adrenalin. Ini membantu meningkatkan keseimbangan dalam tubuh, dan memungkinkan tubuh untuk beristirahat dan memperbaiki dirinya sendiri.

Berikut ini beberapa tips yang bisa dicoba:

  • Latihan pernapasan dalam.
  • Meditasi.
  • Latihan yoga atau tai chi, yang menggabungkan gerakan dengan pernapasan dalam.
  • Berbicara dengan teman atau keluarga tentang situasi stres.
  • Makan makanan yang seimbang dan sehat.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Batasi konsumsi kafein dan alkohol.
  • Hindari ponsel, lampu terang, komputer, musik keras, dan tv menjelang tidur.

Peningkatan adrenalin bisa menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan. Terkadang itu akan terjadi pada waktu yang tidak tepat. Berikut ini langkah yang dapat dilakukan untuk mengontrol reaksi tubuh terhadap pelepasan adrenalin:

  • Memperlambat Pernapasan atau Bernapas ke Dalam Kantong Kertas. Ini dapat menyeimbangkan suplai oksigen ke tubuh dan mengurangi pusing. Lebih lanjutnya juga dapat membantu kamu untuk merasa lebih tenang dan lebih terkendali.
  • Mencari Udara Segar. Ini dapat membantu kamu mengendalikan aliran adrenalin. Berjalan-jalanlah di taman atau luar ruangan untuk menghirup udara segar.
  • Memilih dan Mengulangi Satu Kata Tertentu yang Menenangkan. Ini dapat mengalihkan reaksi tubuh terhadap adrenalin. Membayangkan gambar santai juga bisa membantu mengurangi stres.

Jika setelah mencoba berbagai cara tersebut tidak membantu, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Agar mudah, kamu bisa download Halodoc untuk membuat janji medis dengan dokter.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. Adrenaline Rush: Everything You Should Know.
Medical News Today. Diakses pada 2022. What Happens When You Get An Adrenaline Rush?