Ajak Anak Jadi Vegetarian, Pertimbangkan 3 Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ajak Anak Jadi Vegetarian, Pertimbangkan 3 Hal Ini

Halodoc, Jakarta – Kamu mungkin sudah tidak asing dengan pola makan vegetarian. Lazimnya, pola makan ini dilakukan oleh orang dewasa saja. Tetapi, di masa sekarang tidak sedikit orangtua yang menurunkan pola makan vegetarian kepada anak-anak mereka. Hal ini akhirnya memunculkan pertanyaan, apakah sebenarnya aman menerapkan pola makan vegetarian pada anak? 

Bisa dikatakan menerapkan pola makan vegetarian kepada anak-anak menuai pro dan kontra karena para ahli memiliki pendapat yang berbeda-beda. Ada yang mengatakan bahwa mengajak anak menjadi vegetarian aman-aman saja, tetapi ada pula yang tidak setuju. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang menjalankan pola makan vegetarian cenderung lebih sehat. Alasannya, daging mengandung lemak jenuh dan kolesterol, sehingga kurang sehat untuk dikonsumsi.

Baca Juga: 6 Manfaat Menjadi Vegetarian

Meski begitu, membatasi konsumsi makanan hewani dapat membuat Si Kecil sulit mendapatkan nutrisi penting. Kalau ibu berencana untuk menerapkan pola makan vegetarian kepada Si Kecil, berikut hal yang harus dipertimbangkan.

Pertimbangkan Hal Ini saat Ajak Anak Menjadi Vegetarian

Pada dasarnya, vegetarian diartikan sebagai pola makan dengan menghindari produk-produk seperti daging sapi, ayam, ikan dan jenis daging lainnya. Tetapi, ketika ibu ingin menerapkan pola vegetarian pada Si Kecil, ada beberapa opsi yang bisa dipilih, yaitu:

  • Vegetarian Lacto-ovo. Pada pola makan vegetarian ini, Si Kecil masih boleh mengonsumsi produk hewani, seperti susu dan telur.

  • Flexitarian. Individu dengan flexitarian mencoba menghindari daging, ayam, dan ikan, tetapi terkadang masih memakannya.

  • Vegan. Menghindari segala bentuk hewani atau produk sampingannya.

Jika ibu sudah memilih opsi yang diberikan kepada Si Kecil, berikut hal-hal yang wajib dipertimbangkan, yaitu:

  1. Apakah Semua Nutrisi Si Kecil Terpenuhi?

Pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil dapat berjalan optimal ketika ia mendapatkan asupan dengan jumlah kalori dan nutrisi yang cukup. Sebenarnya, pola makan vegetarian bisa memenuhi kebutuhan nutrisi dan manfaat kesehatan untuk Si Kecil asalkan terencana dengan baik. Konsumsi makanan yang kaya buah-buahan dan sayuran mengandung tinggi serat dan rendah lemak, sehingga berguna untuk menjaga kesehatan jantung mempertahankan berat badan yang sehat. 

Namun, ibu tetap perlu berhati-hati karena pola makan ini berisiko mengurangi jumlah vitamin dan mineral. Semuanya tergantung pada jenis pola makan vegetarian yang dipilih. Anak-anak mungkin kehilangan beberapa nutrisi penting jika pola makan tersebut tidak dipantau oleh orangtua. 

  1. Apakah Si Kecil Mendapatkan Kalori yang Cukup?

Anak kecil membutuhkan variasi makanan yang baik untuk menyediakan energi (kalori) dan nutrisi yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan berkembang. Pola makan vegetarian atau vegan memang tinggi serat. Artinya, Si Kecil merasa kenyang sebelum mereka mengonsumsi cukup kalori dan nutrisi. 

Baca Juga: Ini yang Perlu Diketahui Tentang Raw Vegan

Ketika berbicara tentang makanan bertepung selain berbahan serat gandum, Si Kecil harus mengonsumsi beberapa makanan rendah serat, seperti roti putih dan nasi, sampai mereka berusia 5 tahun. Jika ibu khawatir Si Kecil tidak mendapatkan energi yang cukup, tawarkan mereka makanan berkalori lebih tinggi, seperti hummus, selai kacang, biji-bijian atau yogurt penuh lemak.

Kalau ibu masih ragu untuk menerapkan pola makan ini, sebaiknya bicarakan dengan dokter anak konsultan gizi Halodoc terlebih dahulu. Lewat aplikasi, ibu bisa berdiskusi dengan ahli gizi kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

  1. Apakah Si Kecil Mendapatkan Jumlah Vitamin yang Cukup?

Semua anak usia 6 bulan hingga 5 tahun perlu diberikan suplemen vitamin yang mengandung vitamin A, C dan D setiap hari. Bayi yang disusui juga disarankan untuk diberikan suplemen vitamin D harian sejak lahir. Hal ini bisa didapat melalui ibu yang mengonsumsi suplemen vitamin D atau diberikan secara langsung

Bayi yang mengonsumsi lebih dari 500 ml susu formula setiap harinya sebenarnya tidak memerlukan suplemen vitamin karena susu formula sudah dilengkapi dengan nutrisi. Nah, vitamin D2 cocok untuk bayi dan anak-anak yang memiliki pola makan vegetarian. Berikut ini vitamin yang harus didapatkan vegetarian melalui sumber makanan terbaik, yaitu:

  • Vitamin B12 yang umumnya diperoleh melalui produk susu, telur atau produk yang diperkaya vitamin, seperti sereal, roti, kedelai dan lain-lain.

  • Vitamin D diperoleh melalui susu dan jus jeruk yang kaya akan vitamin D.

  • Kalsium yang bisa didapat melalui produk susu, sayuran berdaun hijau gelap, brokoli, kacang kering, kedelai, beras dan sereal

  • Protein yang terkandung dalam produk susu, telur, tahu dan produk kedelai lainnya.

  • Zat besi bisa diperoleh dari telur, kacang kering, buah-buahan kering, biji-bijian, sayuran hijau berdaun, dan sereal dan roti.

  • Seng bisa didapat dari bibit gandum, kacang-kacangan, sereal, kacang kering dan biji labu.

Baca Juga: Tips untuk Memulai Diet Vegetarian

Semakin longgar pola vegetarian, maka semakin mudah bagi Si Kecil untuk mendapatkan cukup nutrisi yang diperlukan. Menerapkan pola vegetarian pada anak memang harus mempertimbangkan banyak hal. Ibu perlu mengamati tumbuh kembang anak, serta berat badan dan tinggi anak agar kebutuhan gizinya tetap terjaga. Jangan sampai pola makan yang salah membuat anak jatuh dalam kondisi malnutrisi.

Referensi:
NHS. Diakses pada 2019. Vegetarian and vegan babies and children.
Kids Health. Diakses pada 2019. Vegetarianism.
WebMD. Diakses pada 2019. Can Vegetarian Food Fuel Your Kids?.