• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu Hamil Tidak Makan Teratur, Ini Dampaknya

Ibu Hamil Tidak Makan Teratur, Ini Dampaknya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Menjaga pola makan sehat dan makan teratur saat hamil merupakan hal wajib yang harus dilakukan. Selama mengandung, nutrisi dari makanan yang dikonsumsi merupakan sumber utama zat gizi bagi janin dalam kandungan. Lantas, apa yang akan terjadi pada janin jika ibu tidak menjaga pola makan sehat dan makan teratur saat hamil?

Baca juga: Anemia Pada Ibu Hamil, Harus Dirawat di Rumah Sakit?

Dampak Tidak Makan Teratur saat Hamil

Meski sering mengalami mual, muntah, dan penurunan nafsu makan, makan teratur saat hamil harus dilakukan. Pasalnya, jika ibu sering melewatkan waktu makan, tidak hanya ibu yang akan terkena dampaknya, melainkan janin pun ikut menanggungnya. Untuk menjaga pola makan sehat dan makan teratur saat hamil, ibu perlu mengetahui beberapa masalah kesehatan jika mengabaikan keduanya.

  • Bayi Terlahir dengan Berat Badan Rendah

Ibu hamil yang mengabaikan pola makan sehat, serta tidak makan teratur saat hamil akan meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Kondisi ini cukup mengkhawatirkan, karena bayi yang terlahir dengan berat badan rendah lebih rentan mengalami penurunan intelegensi, pertumbuhan yang terhambat, dan penurunan imunitas.

Jika hal-hal tersebut dialami Si Kecil, bukan hal yang tidak mungkin jika ia akan rentan mengidap berbagai penyakit dewasa saat tumbuh dewasa. Salah satu cara untuk menghindari hal tersebut adalah dengan menjaga pola makan sehat, serta perbanyak konsumsi makanan kaya gizi selama masa kehamilan.

Baca juga: Ini yang Terjadi pada Tubuh Jika Melewatkan Jam Makan

  • Ibu Hamil Mengidap Anemia

Satu penyebab utama terjadinya penyakit anemia adalah kurangnya kandungan zat besi dalam tubuh. Hal tersebut akan sangat berbahaya jika dialami oleh ibu hamil. Pasalnya, anemia dapat menjadi pemicu terjadinya berbagai masalah kesehatan pada ibu dan calon bayi. Beberapa hal yang bisa saja terjadi karena kurangnya kandungan zat besi dalam tubuh, antara lain kelahiran prematur, rendahnya berat badan bayi saat lahir, cacat fisik, bahkan keguguran.

Untuk mencegah hal-hal tersebut, pola makan sehat dengan kaya zat besi sangat dibutuhkan. Anemia yang dialami oleh ibu hamil akan membuat mereka menjadi lebih mudah merasa lelah dan pusing. Dampak jangka panjang yang bisa saja terjadi, antara lain mengidap depresi, hingga kematian pasca persalinan.

  • Ibu Kekurangan Kalsium

Zat gizi yang satu ini berperan penting dalam perkembangan janin dan menjaga tubuh ibu agar tetap sehat, sehingga persalinan dapat berjalan dengan lancar. Saat ibu hamil kekurangan kalsium, risiko mengalami arthritis atau peradangan sendi menjadi lebih tinggi.

  • Kelahiran Prematur

Tidak menjaga pola makan sehat dan makan teratur saat hamil juga dapat menyebabkan ibu mengalami kelahiran prematur. Salah satu penyebab ibu hamil mengalami kelahiran prematur, yaitu kurangnya jumlah kalori dalam tubuh. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, penting untuk mengonsumsi kalori sebanyak 2.200 saat trimester pertama, serta kalori sebanyak 2.300-2.500 saat trimester kedua dan ketiga.

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Telat Makan Bikin Mual

Dampak paling buruk dari tidak menjaga pola makan sehat serta sering melewatkan waktu makan adalah kematian janin alias keguguran yang terjadi karena kurangnya asupan gizi yang membantu perkembangan janin selama dalam kandungan. Meski tergolong langka, ibu harus mewaspadai dampak yang satu ini. Untuk mengetahui nutrisi yang baik yang dibutuhkan oleh tubuh, silahkan temui dokter di rumah sakit terdekat. Jangan lupa untuk memeriksakan kandungan secara teratur untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan!

 

Referensi:

Kidshealth.org. Diakses pada 2020. Eating During Pregnancy.

Hello Motherhood. Diakses pada 2020. What Happens When You Don't Eat While Pregnant?

Hello Motherhood. Diakses pada 2020. Does Skipping Meals Affect Early Pregnancy?