• Home
  • /
  • Ini Akibat Kekurangan Kalium pada Remaja

Ini Akibat Kekurangan Kalium pada Remaja

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Akibat Kekurangan Kalium pada Remaja

Halodoc, Jakarta – Kalau kamu sering mendengar tentang elektrolit atau minuman elektrolit, kamu sudah paham betul tentang fungsinya. Iklan minuman elektrolit yang sering kamu tonton mengklaim dapat mengganti cairan tubuh yang hilang, terutama setelah olahraga. Nah, elektrolit yang sering dibicarakan ini sebenarnya adalah kalium atau potasium. Kalium adalah mineral yang sangat diperlukan oleh tubuh. Mengapa? 

Kalium berperan dalam membantu otot-otot tubuh bergerak, memberikan nutrisi untuk sel-sel tubuh dan membantu saraf agar menangkap atau mengirimkan sinyal dengan baik. Ketika jumlah kalium tidak memadai, maka fungsi-fungsi tubuh juga terganggu. Di dalam istilah medis, kondisi ini disebut hipokalemia.

Baca juga: Minuman Energi Sebabkan Gangguan Elektrolit, Benarkah?

Akibat Kekurangan Kalium pada Remaja

Dikutip dari Medscape, seseorang bisa dikatakan kekurangan kalium jika jumlah kalium dalam tubuh kurang dari 3,5 mEq per liter. Lalu, apa jadinya kalau remaja dan orang dewasa kekurangan kalium? Gejala yang hipokalemia pada remaja dan orang dewasa sebenarnya tidak jauh berbeda.

Namun, gejala tidak akan timbul apabila seseorang mengalami hipokalemia ringan. Ketika jumlah kalium menurun drastis, barulah gejala-gejala hipokalemia akan muncul. Melansir dari WebMD, gejala yang ditimbulkan hipokalemia, yaitu:

  • Tubuh terasa lemah/lemas;
  • Merasa kelelahan;
  • Kram otot atau kedutan;
  • Sembelit;
  • Aritmia (detak jantung abnormal);
  • Hipokalemia juga dapat memengaruhi ginjal. Ketika ini terjadi, kamu mungkin sering buang air kecil dan mudah merasa haus.

Kamu mungkin juga akan mengalami masalah otot selama berolahraga. Pada kasus yang parah, kelemahan otot dapat menyebabkan kelumpuhan dan gagal napas. 

Baca juga: 5 Peranan Penting Elektrolit Bagi Tubuh yang Wajib Diketahui

Bagaimana Cara Mengobati Hipokalemia?

Seseorang yang mengidap hipokalemia dan menunjukkan gejala perlu dirawat di rumah sakit. Pengidap mungkin membutuhkan pemantauan jantung untuk memastikan detak jantung tetap normal. Beberapa langkah perawatan hipokalemia, yaitu:

  • Mengidentifikasi penyebab. Sebelum melakukan perawatan, dokter perlu mencari tahu penyebab utama hipokalemia. Dokter dapat meresepkan obat untuk mengurangi diare atau muntah atau mengubah obat yang sedang kamu konsumsi.
  • Meningkatkan jumlah kalium. Dokter dapat meresepkan suplemen kalium dan menyarankan kamu untuk mengonsumsi makanan yang tinggi kalium. Tapi, peningkatan jumlah kalium secara ekstrem juga bisa berbahaya karena bisa menyebabkan aritmia. Untuk itu, selalu ikut anjuran dari dokter selama perawatan agar kalium naik secara normal.
  • Memantau kondisi. Kamu akan terus dipantau oleh dokter selama di rumah sakit. Dokter atau perawat akan memeriksa kadar kalium untuk memastikan kadar kalium tidak meningkat tajam dan malah menyebabkan hiperkalemia. Pasalnya, kadar kalium yang tinggi juga dapat menyebabkan komplikasi serius.

Langkah Pencegahan Hipokalemia

Konsumsi makanan yang kaya kalium membantu mencegah dan mengobati hipokalemia. Namun, kamu juga perlu berdiskusi dengan dokter atau ahli gizi terkait makanan atau suplemen apa yang aman untuk dikonsumsi. Pasalnya, jika kamu sudah mengonsumsi suplemen kalium, kamu mungkin tidak perlu mengonsumsi makanan tinggi kalium terlalu banyak. 

Nah, kalau kamu butuh bertanya tentang hal ini, kamu bisa menghubungi dokter atau ahli gizi Halodoc. Lewat aplikasi, kamu dapat menghubungi dokter maupun ahli gizi kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Menurut Healthline, makanan dan minuman yang kaya akan kandungan kalium yang baik, seperti alpukat, pisang, kiwi, jeruk, tomat, bayam, kacang polong dan kacang-kacangan lainnya.

Baca juga: Koma Bisa Terjadi Apabila Alami Gangguan Elektrolit

Kalau kamu tidak ingin mengalami hipokalemia, cobalah untuk rutin mengonsumsi makanan tersebut. Selain kalium, makanan dan minuman di atas juga mengandung mineral penting lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh.

Referensi :
Medscape. Diakses pada 2020. Pediatric Hypokalemia.
Healthline. Diakses pada 2020. Hypokalemia.
WebMD. Diakses pada 2020. What is Hypokalemia?.