Aktris Selma Blair Alami Multiple Sclerosis, Ini Penanganannya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Aktris Selma Blair Alami Multiple Sclerosis, Ini Penanganannya

Halodoc, Jakarta – Pada tahun 2018 lalu, aktris senior Selma Blair mengungkapkan ia mengidap multiple sclerosis (MS) melalui akun media sosialnya. Ia mengatakan bahwa MS membuatnya kerap jatuh, menjatuhkan sesuatu, dan sulit mengoordinasikan bagian tubuhnya. Gejala sudah dirasakan sejak 15 tahun terakhir.

Baca Juga: 6 Fakta tentang Kerusakan Saraf Multiple Sclerosis

Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit yang terjadi akibat sistem imun menyerang selaput pelindung saraf (mielin) dalam otak dan saraf tulang belakang. Saraf yang rusak lalu mengeras dan membentuk jaringan parut atau sklerosis. Akibatnya, sinyal persarafan yang dikirim melalui otak terhalang dan mengganggu komunikasi otak dengan bagian tubuh lain.

Mengenal  Gejala Multiple Sclerosis (MS)

Gejala MS tergantung pada lokasi serat saraf yang diserang. Secara umum, gejalanya adalah rasa kebas atau lemas, kelelahan, pusing, nyeri neuropati, dan otot kaku. MS juga menyebabkan gangguan penglihatan, berbicara, kemampuan kognitif, kandung kemih, hingga mental. Sebagian pengidap mungkin mengalami masalah seksual seperti disfungsi ereksi pada pria dan berkurangnya cairan Miss  V pada wanita.

Baca Juga: 11 Gejala Penyakit Multiple Sclerosis yang Harus Diwaspadai

Pengobatan Multiple Sclerosis (MS)

MS adalah penyakit autoimun yang belum bisa disembuhkan, terutama jenis progresif primer. Pengobatan dilakukan hanya untuk mengurangi gejala, bukan menyembuhkan penyakit. MS yang tergolong ringan jarang membutuhkan penanganan medis, kecuali ketika gejala kambuh. Sementara gejala yang tergolong parah perlu ditangani dengan cara berikut:

1. Konsumsi Obat

Misalnya obat antikonvulsan, obat untuk mengatasi rasa lelah, obat relaksan otot, obat antidepresan, serta obat untuk mengatasi gangguan kandung kemih dan pencernaan. Tiap jenis obat punya fungsi yang berbeda. Obat antikonvulsan yang berfungsi untuk mencegah atau mengurangi kejang yang muncul saat MS kambuh. Biasanya obat antikonvulsan dikonsumsi untuk mengatasi gangguan pergerakan mata, nyeri neuropatik, dan kejang otot.

Obat lain yang dikonsumsi untuk menangani MS adalah golongan steroid seperti prednisone dan methylprednisolone. Obat ini diberikan secara oral maupun melalui infus. Steroid berfungsi mempercepat penyembuhan karena dipercaya mampu menekan kinerja sistem kekebalan tubuh agar tidak menyerang mielin dalam sistem saraf pusat. Perlu diingat bahwa obat ini tidak bisa mencegah frekuensi masa kambuh atau memengaruhi perkembangan penyakit.

2. Fisioterapi

Fisioterapi adalah proses rehabilitasi untuk mencegah cacat fisik melalui serangkaian pencegahan, diagnosis, dan penanganan gangguan fisik akibat cedera maupun penyakit. Pada kasus MS, fisioterapi dilakukan untuk mengatasi gejala kejang otot, kaku otot, nyeri, dan gangguan mobilitas.

Baca Juga: 5 Cedera yang Butuh Perawatan Fisioterapi

3. Terapi Psikologi

Penyakit MS berpotensi menyebabkan gangguan psikis karena pengidapnya kehilangan rasa percaya diri. Maka itu, terapi psikologi diperlukan bagi pengidap yang mengalami gangguan kognitif dan emosional.

Itulah beberapa penanganan yang bisa dilakukan untuk mengatasi MS. Apabila tidak segera ditangani, MS berpotensi menyebabkan komplikasi. Di antaranya meliputi depresi, epilepsi, perubahan suasana hati secara ekstrem, kekakuan sendi, gangguan kandung kemih, dan penurunan fungsi seksual.

Kalau kamu mengalami gejala serupa, jangan ragu berbicara dengan dokter Halodoc. Kamu bisa menggunakan fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!