• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alami Anyang-anyangan, Kapan Harus ke Dokter?

Alami Anyang-anyangan, Kapan Harus ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Alami Anyang-anyangan, Kapan Harus ke Dokter?

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar keluhan saat buang air kecil bernama disuria (dysuria)? kalau belum, bagaimana dengan anyang-anyangan? Anyang-anyangan adalah kondisi ketika munculnya rasa nyeri atau perih saat sedang buang air kecil atau setelahnya. 

Umumnya, anyang-anyangan ini terjadi pada orang yang memiliki masalah pada saluran kemih. Kira-kira sekitar 50 persen wanita pernah mengalami masalah ini. Namun, dalam beberapa kasus disuria atau anyang-anyangan juga bisa menyerang kaum adam.

Lantas, seperti apa gejala dan faktor risiko yang memicu anyang-anyangan? Lalu, kapan pengidapnya perlu menemui dokter bila mengalami kondisi ini? 

Baca juga: Begini Cara Mengatasi Anyang-anyangan Saat Puasa

Kenali Gejala Anyang-anyangan

Menurut pakar di Harvard Medical School, disuria adalah gejala umum dari infeksi kandung kemih cystitis. Cystitis ini umumnya terjadi pada wanita di rentang usia 20 hingga 50 tahun. Infeksi sering dimulai ketika bakteri memasuki lubang tempat keluarnya urine (uretra) selama hubungan seksual. 

Bakteri juga bisa masuk ke uretra pada wanita dan anak perempuan yang membersihkan organ intimnya dari belakang ke arah depan. Begitu bakteri masuk ke uretra wanita, bakteri tersebut hanya perlu berjalan sebentar ke kandung kemih dan menimbulkan gejala.

Lantas, seperti apa gejala anyang-anyangan? Menurut ahli di Harvard Medical School dan sumber lainnya, gejala anyang-ayanangan bisa berupa:

  • Sering buang air kecil, tapi dengan volume sedikit-sedikit.
  • Nyeri atau rasa perih saat buang air kecil.
  • Nyeri di bagian depan bawah perut (dekat kandung kemih).
  • Urine keruh yang mungkin berbau menyengat, atau bercampur berdarah.
  • Buang air kecil terasa kurang tuntas.
  • Demam.
  • Nyeri pada panggung (bila anyang-anyangan terjadi pada wanita).
  • Nyeri atau ketidaknyamanan selama hubungan seksual.

Baca juga: Anyang-Anyangan Jadi Tanda Infeksi Saluran Kemih?

Nah, itulah gejala anyang-anyangan yang perlu diwaspadai. Pertanyaannya, kapan pengidap anyang-anyangan perlu menemui dokter?

Masih menurut Harvard Medical School, seseorang yang mengalami anyang-anyangan perlu menemui dokter jika mengalami nyeri buang air kecil atau darah dalam urine dan gejala lainnya, seperti:

  • Demam.
  • Sering buang air kecil dan ingin buang air kecil.
  • Sakit perut.
  • Sakit punggung.
  • Keluarnya cairan dari vagina atau uretra yang tidak normal.

Bila mengalami gejala-gejala di atas, cobalah tanyakan pada dokter spesialis penyakit dalam atau dokter obgyn melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Waspada Terhadap Faktor Risikonya

Anyang-anyangan biasanya terjadi pada mereka yang memiliki masalah pada saluran kemih (biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Namun, ada beberapa faktor risiko yang diduga memicu anyang-anyangan, yaitu:

  • Berjenis kelamin perempuan. Alasannya, saluran kemih wanita lebih pendek ketimbang pria, sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih.
  • Infeksi, termasuk penyakit menular seksual.
  • Penggunaan kateter urine dalam jangka panjang.
  • Menopause.
  • Sistem imun yang lemah.
  • Kelainan kongenital atau bawaan pada saluran kemih.
  • Riwayat operasi pada saluran kemih.
  • Iritasi pada vagina dan saluran kemih akibat zat-zat kimia seperti sabun atau pembersih kewanitaan.

Baca juga: Benarkah Pola Makan Dapat Mencegah Infeksi Saluran Kemih

Selain itu, anyang-anyangan juga lebih mungkin terjadi pada mereka:

  • Wanita hamil.
  • Pria dan wanita dengan diabetes.
  • Pria dan wanita dengan semua jenis penyakit kandung kemih. 
  • Pada pria dengan pembesaran prostat.

Nah, bagi kamu yang mengalami anyang-anyangan dan tak kunjung membaik, bisa kok memeriksakan diri ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit.



Referensi:
Harvard Health Publishing Harvard Medical School. Diakses pada 2021. Dysuria.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Painful urination (dysuria).