• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alami Batu Ginjal Bisa Sebabkan Terjadinya Hematuria

Alami Batu Ginjal Bisa Sebabkan Terjadinya Hematuria

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Melihat darah di urine pasti bikin kamu khawatir. Meskipun dalam banyak kasus penyebabnya tidak berbahaya, darah dalam urine (hematuria) dapat menunjukkan kelainan yang serius.

Darah yang terlihat disebut gross hematuria. Sementara ada juga darah kemih yang hanya terlihat di bawah mikroskop (hematuria mikroskopis) dan ditemukan saat dokter melakukan pengujian terhadap urine. Ada banyak penyebab dari hematuria, salah satunya adalah batu ginjal

Baca juga: Konsumsi Jengkol Bisa Sebabkan Hematuria, Benarkah?

Hematuria Akibat Batu Ginjal

Hematuria nyatanya bisa terjadi pada mereka yang mengidap batu ginjal. Ini terjadi karena mineral dalam urine yang pekat terkadang membentuk kristal di dinding ginjal atau kandung kemih. Seiring waktu, kristal ini akan menjadi batu kecil dan keras.

Batu-batu tersebut umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, jadi kamu mungkin tidak akan tahu bahwa memilikinya. Kecuali batu tersebut menyebabkan penyumbatan, maka biasanya kamu akan merasakan gejala batu ginjal seperti umumnya. Gejala yang terjadi pun bisa menyebabkan rasa sakit yang menyiksa. 

Baca juga: Apakah Hematuria Berbahaya?

Penyebab Lain Hematuria

Dalam hematuria, ginjal atau bagian lain dari saluran kemih memungkinkan sel darah bocor ke dalam urine. Bukan hanya batu ginjal, ada berbagai masalah lain yang dapat menyebabkan kebocoran ini, di antaranya:

  • Infeksi Saluran Kemih. Ini terjadi ketika bakteri memasuki tubuh melalui uretra dan berkembang biak di kandung kemih. Gejala dapat berupa keinginan untuk buang air kecil yang terus-menerus, nyeri dan terbakar saat buang air kecil, dan urine yang sangat berbau menyengat. 
  • Infeksi Ginjal (Pielonefritis). Ini dapat terjadi ketika bakteri masuk ke ginjal dari aliran darah atau berpindah dari ureter ke ginjal. Tanda dan gejala sering kali mirip dengan infeksi kandung kemih, meskipun infeksi ginjal lebih mungkin menyebabkan demam dan nyeri pinggang.
  • Pembesaran Prostat. Kelenjar prostat yang berada tepat di bawah kandung kemih dan mengelilingi bagian atas uretra sering kali membesar saat pria mendekati usia paruh baya. Ini kemudian menekan uretra, sebagian menghalangi aliran urine. Tanda dan gejala pembesaran prostat (benign prostatic hyperplasia, atau BPH) termasuk kesulitan buang air kecil, kebutuhan mendesak atau terus-menerus untuk buang air kecil, dan darah yang terlihat atau mikroskopis dalam urin. Infeksi prostat (prostatitis) dapat menyebabkan tanda dan gejala yang sama.
  • Penyakit Ginjal. Perdarahan urin mikroskopis adalah gejala umum glomerulonefritis, radang sistem penyaringan ginjal. Glomerulonefritis dapat menjadi bagian dari penyakit sistemik, seperti diabetes, atau dapat terjadi dengan sendirinya. Infeksi virus atau strep, penyakit pembuluh darah (vaskulitis), dan masalah imun seperti nefropati IgA, yang memengaruhi kapiler kecil yang menyaring darah di ginjal (glomeruli), dapat memicu glomerulonefritis.

Baca juga: Begini Penanganan Hematuria yang Perlu Diketahui

  • Kanker. Pendarahan urine yang terlihat mungkin merupakan tanda kanker ginjal, kandung kemih atau prostat stadium lanjut. Sayangnya, kamu mungkin tidak memiliki tanda atau gejala pada tahap awal.
  • Gangguan Bawaan. Penyakit anemia sel sabit adalah cacat herediter hemoglobin dalam sel darah merah yang juga bisa menyebabkan darah dalam urine, baik hematuria yang terlihat maupun mikroskopis. Begitu juga dengan sindrom Alport, yang memengaruhi membran penyaringan di glomeruli ginjal.
  • Cedera Ginjal. Pukulan atau cedera lain pada ginjal akibat kecelakaan atau olahraga kontak dapat menyebabkan darah terlihat dalam urine.
  • Pengobatan. Obat anti kanker siklofosfamid dan penisilin dapat menyebabkan perdarahan urine. Darah kencing yang terlihat terkadang terjadi jika kamu mengonsumsi antikoagulan, seperti aspirin dan pengencer darah heparin, dan kamu juga memiliki kondisi yang menyebabkan kandung kemih berdarah.
  • Olahraga Berat. Meski jarang terjadi, olahraga berat bisa menyebabkan gross hematuria, dan penyebabnya tidak diketahui. Ini mungkin terkait dengan trauma pada kandung kemih, dehidrasi atau kerusakan sel darah merah yang terjadi dengan latihan aerobik berkelanjutan. Pelari paling sering terkena kondisi ini, meskipun siapapun dapat mengalami pendarahan urine yang terlihat setelah latihan yang intens. Jika kamu melihat darah dalam urine setelah berolahraga, jangan berasumsi bahwa itu berasal dari olahraga. Segera diskusikan dengan dokter di Halodoc untuk mengetahui apa yang sebenarnya jadi penyebab darah pada urin. 
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Blood in Urine (Hematuria).
National Kidney Foundation. Diakses pada 2020. Hematuria in Adults.
UpToDate. Diakses pada 2020. Kidney Stones in Adults.