• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alami Gangguan Tulang di Tempat Kerja, Kapan Harus ke Dokter?

Alami Gangguan Tulang di Tempat Kerja, Kapan Harus ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Alami Gangguan Tulang di Tempat Kerja, Kapan Harus ke Dokter?

Halodoc, Jakarta - Beberapa pekerjaan memiliki risiko gangguan tulang di tempat kerja. Misalnya saja pekerja konstruksi bangunan, pekerja gudang, pekerja layanan publik, pekerja pabrik dan sebagainya. Gangguan tulang di tempat kerja bisa terjadi secara tiba-tiba atau secara bertahap dengan gejala tertentu. 

Cedera atau patah tulang belakang atau muskuloskeletal adalah beberapa gangguan tulang yang sering dikeluhkan di tempat kerja. Gejalanya bisa berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan dan lokasi cedera. Umumnya, gejala yang muncul, yaitu nyeri pada punggung atau leher, mati rasa, kesemutan, kejang otot, kelemahan, hingga kelumpuhan. Lantas, kapan harus segera ke dokter?

Baca juga: 6 Penyebab Sakit Punggung dan Cara Mengatasinya

Segera Kunjungi Dokter Jika Kondisi Serius

Cedera saat bekerja sering menjadi penyebab gangguan tulang di tempat kerja. Bahkan nyeri tulang ringan akibat cedera bisa mengindikasikan kondisi yang darurat. Jika kamu mengalami gangguan tulang yang tidak bisa dijelaskan dan tidak membaik dalam beberapa hari, segera buat jadwal kunjungan dokter ortopedi di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc

Kamu juga harus menemui dokter jika nyeri tulang disertai penurunan berat badan serius, penurunan nafsu makan, kelelahan, hingga tidak mampu bekerja secara maksimal.

Perawatan medis diperlukan untuk patah tulang dari trauma langsung ke tulang. Tanpa perawatan yang tepat, tulang bisa sembuh pada posisi yang salah dan menghambat gerakan. Trauma juga membuat kamu rentan terhadap infeksi. 

Dokter ortopedi perlu mengidentifikasi penyebab yang mendasari rasa sakit untuk merekomendasikan pengobatan. Mengobati penyebab yang mendasarinya bisa mengurangi atau menghilangkan rasa sakit yang dirasakan. 

Dokter juga melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan dan cedera yang kamu alami. Pertanyaan yang mungkin ditanyakan meliputi:

  • Di mana letak nyeri?
  • Kapan pertama kali merasakan nyeri?
  • Apakah rasa sakit semakin parah?
  • Adakah gejala lain yang menyertai nyeri tulang?

Dokter mungkin melakukan tes darah untuk mendeteksi infeksi dan gangguan kelenjar adrenal yang bisa mengganggu kesehatan tulang. Sinar-X tulang, MRI, dan CT scan juga perlu dilakukan untuk mengevaluasi area yang terkena cedera.

Baca juga: Sembuhkan Sakit Punggung dengan Akupuntur, Bisakah?

Penanganan Gangguan Tulang

Ketika dokter sudah menentukan gangguan yang terjadi pada tulang, maka dokter akan mengobati penyebab dasarnya. Dokter mungkin menyarankan untuk mengistirahatkan area yang terkena dampak sebanyak mungkin. Resep obat pereda nyeri untuk tulang juga diberikan untuk nyeri tulang sedang hingga parah.

Pilihan pengobatan untuk nyeri tulang meliputi:

  • Obat Pereda Nyeri

Pereda nyeri adalah salah satu obat yang paling sering diresepkan untuk mengurangi nyeri tulang, tapi obat ini tidak bisa menyembuhkan kondisi yang mendasarinya. 

Obat yang dijual bebas seperti ibuprofen atau acetaminophen bisa digunakan. Obat resep seperti parasetamol atau morfin bisa digunakan untuk nyeri sedang hingga berat. 

Baca juga: Jenis Sakit Punggung yang Perlu Diketahui

  • Antibiotik

Jika kamu mengalami infeksi tulang, dokter dapat meresepkan antibiotik yang kadarnya lebih kuat untuk membunuh kuman penyebab infeksi.

  • Suplemen Nutrisi

Orang yang memiliki gangguan tulang perlu mengembalikan kadar kalsium dan vitamin D. Dokter akan memberikan suplemen nutrisi untuk mengatasi kekurangan mineral. Suplemen tersedia dalam bentuk cair, pil, atau kunyah. 

Dibutuhkan waktu untuk masa penyembuhan gangguan tulang. Selama pemulihan, hindari memperparah atau menabrak area yang terkena. Hal ini mencegah cedera dan rasa sakit lebih lanjut dan memungkinkan penyembuhan. Istirahatkan area yang terkena dampak sebanyak mungkin.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Bone Pain
WebMD. Diakses pada 2021. What Is Brittle Bone Disease?