• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alami Gejala Gangguan pada Ginjal, Kapan Harus ke Dokter?

Alami Gejala Gangguan pada Ginjal, Kapan Harus ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Alami Gejala Gangguan pada Ginjal, Kapan Harus ke Dokter?

Mudah merasa lelah dan adanya bercak darah pada urine, adalah sebagian dari gejala gangguan ginjal. Namun, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter bila merasakan keluhan tersebut. Agar deteksi dini dan penanganan gangguan ginjal dapat langsung dilakukan. Guna menghindari berbagai komplikasi yang dampaknya lebih fatal. 

Halodoc, Jakarta – Ginjal adalah organ penting dalam tubuh yang berfungsi untuk menyaring limbah atau racun dari darah. Alhasil, kesehatan ginjal pun harus diperhatikan agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan. Pasalnya, banyak pengidap penyakit ginjal terlambat mengetahui bahwa mereka memiliki gangguan kesehatan. Umumnya hal tersebut baru diketahui saat pengidapnya sudah mengalami gagal ginjal. Melansir dari National Kidney Foundation, disebutkan bahwa hanya 10 persen pengidap penyakit ginjal kronis yang sejak awal menyadari mereka memiliki masalah kesehatan. 

Maka, sebaiknya kamu perlu mengetahui faktor resiko gangguan ginjal, serta gejala apa saja yang dapat muncul. Agar kamu tahu kapan harus memeriksakan diri ke dokter, sehingga resiko berbagai komplikasi yang fatal dapat dihindari. Yuk simak infonya di sini! 

Baca juga: 5 Makanan Sehat Ini Bisa Berakibat Buruk Bagi Ginjal

Faktor Risiko Gangguan Ginjal

Sebelum mengetahui apa saja gejala yang dapat muncul dan kapan waktu yang tepat untuk memeriksakan diri ke dokter, ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan ginjal, antara lain: 

  • Pengidap diabetes, hipertensi, penyakit hati dan jantung.
  • Mengidap obesitas.
  • Mengalami infeksi saluran kemih atau infeksi ginjal yang berulang.
  • Mereka yang pola makannya tinggi akan kandungan gula atau garam.
  • Jarang minum air putih. 
  • Berusia lanjut.
  • Memiliki sistem imun yang lemah, atau mengidap penyakit autoimun.
  • Memiliki kelainan bentuk ginjal.
  • Paparan zat kimia tertentu secara berlebihan, seperti melamin.

Maka, penting untuk tidak menyepelekan berbagai faktor risiko di atas, terutama bila kamu memiliki kondisi yang disebutkan. Agar dapat mengetahui kondisi kesehatan ginjal, lakukanlah pemeriksaan secara rutin ke dokter. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit ginjal maupun komplikasi fatal yang dapat terjadi.

Kenali Gejala Gangguan Ginjal

Berikut ini adalah berbagai gejala atau keluhan yang dapat muncul, antara lain: 

  1. Sering merasa lelah.
  2. Mengalami masalah tidur.
  3. Kulit gatal-gatal dan terasa kering.
  4. Meningkatnya intensitas kencing (terutama saat malam).
  5. Terlihat darah pada urine.
  6. Urine terlihat berbusa. 
  7. Mata bengkak. 
  8. Kaki bengkak.
  9. Nafsu makan menurun.
  10. Sering alami kram otot .

Bila merasakan keluhan atau gejala-gejala di atas, kamu bisa konsultasikan langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur chat/video call secara langsung, jadi tunggu apalagi, segera download aplikasi Halodoc. 

Baca juga:  3 Tes untuk Mendiagnosis Infeksi Ginjal

Kapan Harus ke Dokter? 

Bila mengalami berbagai gejala atas gangguan ginjal, segeralah lakukan pemeriksaan ke dokter. Karena pemeriksaan sejak dini diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan yang dirasakan. Pasalnya, mengurangi dan mencegah risiko yang lebih fatal akibat komplikasi gangguan ginjal, bisa dilakukan melalui penanganan sejak dini. Nah, nantinya dokter akan melakukan serangkaian tes guna mendiagnosis fungsi ginjal pada tubuh. Antara lain: 

  • Tes urine (urinalisis) 

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui akan kehadiran protein dan darah pada urine seseorang. Namun, ada banyak alasan mengapa ada kehadiran protein pada urine, tidak semuanya berkaitan dengan gejala penyakit. Pasalnya, aktivitas olahraga yang terlalu berat dan melelahkan juga dapat memunculkan protein pada urine. Untuk itu, tes urine berulang sangatlah diperlukan guna menjamin kondisi yang sedang dialami oleh seseorang. Umumnya dokter akan melakukan kembali tes urine beberapa minggu setelah pemeriksaan pertama. 

Selain itu, dokter juga mungkin akan meminta untuk memberikan sampel pengumpulan urine 24 jam. Hal ini bertujuan untuk membantu dokter dalam melihat seberapa cepat produk limbah yang disebut kreatinin bersih dari tubuh. Kreatinin sendiri adalah hasil dari pemecahan jaringan otot. 

  • Tes darah

Biasanya tes ini dilakukan untuk memeriksa daya daya saring limbah dari darah dengan perkiraan laju filtrasi glomerulus atau eGFR. Selain itu, tes ini bertujuan untuk memeriksa apakah terjadi penumpukan kreatinin dalam darah atau tidak. Pasalnya, kreatinin akan disaring sepenuhnya dari darah oleh ginjal. Bila kadar kreatinin sangat tinggi pada darah, maka hal tersebut menunjukan terjadinya gangguan fungsi pada ginjal. Menurut National Kidney Foundation, level kreatinin yang melewati 1,2 miligram/desiliter (mg/dL) pada wanita, dan 1.4 mg/dL pada pria, menunjukan indikasi akan adanya gangguan pada ginjal. 

Baca juga: Penyebab Kreatinin Tinggi yang Jadi Tanda Gangguan Ginjal

  • Biopsi ginjal

Prosedur biopsi merupakan prosedur yang dilakukan dokter untuk mengambil sampel jaringan dari ginjal. Selanjutnya, sampel tersebut akan diperiksa secara detail di laboratorium. 

  • USG ginjal

Hal ini bertujuan untuk melihat gambaran terkait struktur dan kondisi ginjal seseorang. Selain itu, prosedur USG ginjal juga berfungsi untuk mendeteksi adanya kista, tumor, maupun pembengkakan. 

Referensi: 

National Kidney Foundation. Diakses pada 2021. 10 Signs You May Have Kidney Disease
Kompas Health. Diakses pada 2021. 13 Tanda-tanda Penyakit Ginjal
Healthline. Diakses pada 2021. Kidney Function Tests