Alami Gondongan, Bisakah Kempis Tanpa Diobati?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Alami Gondongan, Bisakah Kempis Tanpa Diobati?

Halodoc, Jakarta - Kelenjar parotis adalah kelenjar yang terletak tepat di bawah telinga dan berfungsi memproduksi air liur. Saat kelenjar ini mengalami pembengkakan akibat infeksi virus, sisi wajah pengidapnya membesar. Kondisi ini disebut gondongan, biasanya terjadi pada anak-anak.

Meski gondongan bisa hilang dengan sendirinya, mengobati gondongan adalah hal penting dilakukan guna memperkuat sistem pertahanan tubuh, menghilangkan rasa sakit, dan gejala lain yang mengganggu berpotensi mengganggu aktivitas. Alasannya karena virus penyebab gondongan (paramyxovirus) mudah menular.

Penularan gondongan bisa terjadi melalui saluran napas dan air liur. Namun bila kamu pernah mengidap gondongan, risiko penularan menjadi lebih kecil. Pasalnya saat kamu terinfeksi gondongan, tubuh membentuk kekebalan tubuh alami (antibodi) setelah sembuh.

Baca Juga: 2 Orang Ini Punya Risiko Terkena Gondongan

Gejala Gondongan

Gejala gondongan muncul 14-25 hari setelah infeksi terjadi. Gejala gondongan ditandai dengan pembengkakan kelenjar parotis yang membuat sisi wajah membengkak. Pasca pembengkakan kelenjar parotis, gejala lainnya yaitu:

  • Nyeri saat mengunyah atau menelan makanan.

  • Nyeri sendi.

  • Demam dengan suhu lebih dari 38 derajat Celsius.

  • Mulut kering.

  • Nyeri perut.

  • Hilang nafsu makan.

  • Lelah.

  • Sakit kepala.

Baca Juga: Kenali Gondongan, Penyakit yang Bikin Malu Keluar Rumah

Pengobatan Gondongan

Tidak ada obat khusus untuk mengatasi gondongan. Namun, ada banyak upaya yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala dan mempercepat proses penyembuhan.

  1. Istirahat Cukup

Gondongan bisa memicu demam sehingga istirahat diperlukan hingga suhu tubuh kembali normal. Bila perlu, hindari aktivitas berbicara agar otot sekitar rahang yang dekat dengan kelenjar parotis bisa istirahat dan rasa nyeri berkurang.

  1. Minum Obat Demam dan Antinyeri

Cara cepat untuk mengobati gondongan dengan konsumsi obat penghilang nyeri sekaligus penurun demam seperti ibuprofen dan parasetamol. Perlu diingat, anak-anak yang berusia di bawah 16 tahun tidak boleh diberikan aspirin untuk mengatasi demam dan rasa sakit.

  1. Konsumsi Makanan Lunak

Pastikan makanan lunak yang dikonsumsi mengandung gizi seimbang untuk mempercepat proses penyembuhan. Beberapa pilihan makanan lunak tersebut antara lain bubur beras, bubur ayam, oatmeal semi-cair, sup sayuran, serta jus buah.

  1. Banyak Minum

Saat badan demam, banyak cairan tubuh yang menguap. Maka itu, kamu perlu memperbanyak konsumsi cairan untuk mencegah dehidrasi. Sebaiknya hindari minuman asam seperti jus buah yang rasanya asam karena bisa mengiritasi kelenjar parotis.

  1. Kompres Es atau Hangat

Kompres es pada daerah yang bengkak. Rasa dingin memberikan efek mati rasa sehingga dapat mengurangi rasa sakit. Sementara kompres hangat bermanfaat untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit. Celupkan kain handuk di air hangat dan tempelkan di area yang bengkak setiap 2-3 jam selama 10-15 menit.

  1. Pasta Jahe

Jahe adalah tanaman herbal yang mengandung sifat antiinflamasi. Mengoleskan pasta jahe atau jahe yang dihaluskan pada area yang bengkak dapat mengurangi pembengkakan dan rasa sakit akibat gondongan.

  1. Gel Lidah Buaya

Gosok gel pada area tubuh yang meradang setelah menambahkan sedikit bubuk kunyit sebanyak dua atau tiga kali sehari. Lakukan beberapa kali hingga rasa nyeri dan pembengkakan berkurang.

Baca Juga: Leher Membesar, Ini 6 Cara Obati Gondongan di Rumah

Jika cara di atas tidak membuat gondongan yang dialami membaik, jangan ragu berbicara dengan dokter Halodoc via Chat atau Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!