• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alami Hamil Ektopik secara Berulang, Apa Penyebabnya?

Alami Hamil Ektopik secara Berulang, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Alami Hamil Ektopik secara Berulang, Apa Penyebabnya?

Halodoc, Jakarta - Pernah dengar tentang hamil ektopik? Berbeda dengan kehamilan yang normal, hamil ektopik adalah kondisi ketika sel telur yang sudah dibuahi tidak menempel di rahim, melainkan di tuba falopi, indung telur, serviks, atau bahkan rongga perut. 

Hamil ektopik adalah kondisi yang harus segera ditangani, karena dapat berbahaya bagi sang ibu. Selain itu, janin yang tidak menempel di tempat yang seharusnya tidak mungkin bisa berkembang dengan normal. Pada ibu, hamil ektopik dapat menyebabkan nyeri hebat di bagian perut bawah atau panggul.

Baca juga: Mengalami Kehamilan Ektopik, Apakah Kondisi ini Berbahaya?

Penyebab Hamil Ektopik Berulang

Hamil ektopik disebut juga dengan istilah hamil di luar rahim, atau kehamilan tuba, karena hampir selalu terjadi di tuba falopi. Namun, seperti dikatakan tadi, sel telur yang sudah dibuahi pada kasus hamil ektopik, dapat menempel di berbagai tempat lain, seperti serviks, indung telur, atau rongga perut. 

Menurut data yang dipublikasikan di March of Dimes, sekitar 1 dari setiap 50 kehamilan di Amerika Serikat adalah hamil ektopik. Selain itu, studi juga menunjukkan bahwa sekitar 6 hingga 16 persen, penyebab ibu hamil ke UGD pada trimester pertama adalah karena perdarahan, nyeri, ataupun hamil ektopik.

Jadi, dapat dikatakan bahwa kasus hamil ektopik dapat terjadi pada siapa saja, dan jika ibu mengalaminya, ibu tidak sendirian, kok. Meski begitu, hamil ektopik bukan perkara yang bisa dianggap sepele, karena dapat berakibat fatal, bahkan menghilangkan nyawa. 

Beberapa faktor risiko atau kemungkinan penyebab dari hamil ektopik adalah:

  1. Hamil di usia lebih dari 35 tahun.
  2. Memiliki kebiasaan merokok. Risiko hamil ektopik dapat meningkat 4 hingga 20 kali lebih tinggi pada wanita yang merokok.
  3. Pernah mengalami hamil ektopik sebelumnya. Kemungkinan wanita mengalami hamil ektopik lagi di kehamilan selanjutnya adalah sekitar 15 persen.
  4. Pernah menjalani operasi pada tuba falopi, atau mengalami cacat lahir di tuba falopi dan rahim.
  5. Memiliki bekas luka di dalam panggul, akibat operasi panggul sebelumnya, atau operasi pada perut lainnya.
  6. Mengidap endometriosis.
  7. Memiliki pasangan seksual lebih dari satu, sehingga berisiko mengalami penyakit menular seksual.
  8. Memiliki masalah pada kesuburan, seperti riwayat infertilitas.
  9. Hamil saat masih menggunakan kontrasepsi IUD (intrauterine device). Namun, risiko hamil ektopik pada wanita yang memakai IUD bervariasi tergantung pada jenis IUD yang digunakan.

Baca juga: Perlu Waspada, Ini 4 Gejala yang Ditimbulkan Kehamilan Ektopik

Seperti disebutkan pada poin 3, wanita yang pernah mengalami hamil ektopik sebelumnya, memiliki risiko sekitar 15 persen untuk mengalami kondisi yang sama di kehamilan selanjutnya. Namun, belum diketahui secara pasti mengapa hamil ektopik bisa terjadi berulang. 

Studi yang dimuat di jurnal Fertility and Sterility menunjukkan bahwa wanita yang dirawat dengan pengobatan (methotrexate) dan bukan operasi memiliki risiko lebih rendah untuk kehamilan ektopik berulang.

Jadi, jika kamu mengalami gejala seperti perdarahan saat hamil, dan memiliki riwayat hamil ektopik sebelumnya, segera periksakan diri ke dokter. Dengan begitu, hamil ektopik dapat segera ditangani sesuai kondisi, misalnya dengan pengobatan atau pembedahan. Karena dapat membahayakan nyawa, hamil ektopik perlu segera ditangani.  

Baca juga: Fakta Penting Seputar Kehamilan Ektopik

Itulah sedikit penjelasan mengenai apa saja hal-hal yang dapat menjadi penyebab hamil ektopik. Jika kamu memiliki pertanyaan lain seputar kehamilan atau hamil ektopik, kamu bisa tanyakan pada dokter kandungan yang profesional dan berpengalaman di aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja. 

Referensi:
Fertility and Sterility. Diakses pada 2021. Risk Factors And Clinical Features Of Recurrent Ectopic Pregnancy: a Case Control Study.
Very Well Family. Diakses pada 2021. Ectopic Pregnancy Statistics.