• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alami Kejadian Traumatis Bisa Picu Gangguan Panik

Alami Kejadian Traumatis Bisa Picu Gangguan Panik

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Gangguan panik merupakan gangguan mental yang masuk ke dalam jenis gangguan kecemasan. Kondisi ini ditandai dengan serangan panik secara tiba-tiba, kapan dan di mana saja, serta dapat dialami secara berulang. Normalnya, setiap orang dapat mengalami kecemasan pada waktu tertentu sebagai respons alami tubuh dalam menghadapi stres atau situasi yang mengancam.

Berbeda dengan orang normal, para pengidap gangguan panik akan mengalami perasaan cemas, panik, serta stres dalam waktu yang tidak terduga, tanpa mengenal waktu atau situasi yang sedang terjadi di lingkungan sekitar, bahkan tanpa adanya hal yang membahayakan. Lantas, apakah kondisi ini bisa dipicu oleh kejadian traumatis di masa lalu? Berikut faktor pemicu gangguan panik!

Baca juga: Adakah Penyebab Orang Alami Serangan Panik?

Gangguan Panik Dipicu oleh Kejadian Traumatis Masa Lalu, Benarkah?

Dalam beberapa kasus, gejala gangguan panik seseorang dapat muncul karena adanya faktor genetik. Namun sejauh ini, hal tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Saat gejala gangguan panik muncul, terdapat bagian otak tertentu dan proses biologi yang memegang peranan kunci dalam mengatur perasaan takut dan kecemasan.

Nah, pengidap gangguan panik akan memiliki kekeliruan dalam menginterpretasikan gerakan atau sensasi tubuh yang sebenarnya tidak membahayakan, tapi dianggap sebagai ancaman. Bukan itu saja, faktor pemicu gangguan panik juga bisa datang dari luar tubuh, seperti kejadian traumatis yang pernah dialami di masa lalu. Beberapa kejadian traumatis yang bisa menjadi faktor pemicu gangguan panik, antara lain:

  • Mengalami kecelakaan berat.
  • Mengalami sakit keras.
  • Mengalami pelecehan seksual.
  • Mengalami perampokan.
  • Mengalami bencana alam.

Selain sejumlah kejadian traumatis di masa lalu, gejala gangguan panik bisa muncul karena seseorang mengalami stres berat, mengalami perceraian, serta sering mengonsumsi alkohol dan kafein.

Segera temui dokter di rumah sakit terdekat saat memiliki sejumlah faktor pemicu gangguan panik tersebut. Sebagai langkah diagnosis awal, dokter akan memastikan apakah pengidap mengidap gangguan hormon tiroid atau penyakit jantung dari gejala-gejala yang timbul saat serangan panik.

Baca juga: Ini Alasan Gangguan Panik Bisa Picu Alkoholik

Gejala Gangguan Panik yang Muncul

Gejala gangguan panik dapat berlangsung selama 5-10 menit bagi orang normal. Namun bagi pengidap kondisi ini, gejala gangguan panik dapat berlangsung selama satu jam. Berikut gejala gangguan panik yang tampak:

  • Takut akan kematian.
  • Sesak napas.
  • Mati rasa atau kesemutan.
  • Keringat dingin.
  • Denyut jantung berdebar kencang.
  • Gemetar.
  • Mual.
  • Mulas.
  • Rasa tidak nyaman pada dada
  • Menggigil.
  • Pusing.
  • Pingsan.

Banyak orang yang menduga gejala gangguan panik adalah serangan jantung atau stroke, karena gejala yang ditimbulkan tidak biasa. Jika gejala yang muncul tidak diatasi dengan baik, maka hal tersebut akan membuat kondisi pengidapnya semakin bertambah parah dan menimbulkan masalah lain, seperti depresi, kecanduan alkohol, penyalahgunaan NAPZA, menghindari lingkungan sosial, serta timbul masalah di sekolah atau tempat kerja, hingga masalah keuangan.

Baca juga: Gangguan Panik dan Serangan Panik, Apa Bedanya?

Adalah Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan?

Belum ada cara yang signifikan untuk mencegah terjadinya gangguan panik. Namun, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala yang muncul. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Hindari konsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein atau alkohol.
  • Hindari merokok dan NAPZA.
  • Rutin berolahraga.
  • Cukupi kebutuhan tidur dan istirahat.

Selain beberapa hal tersebut, kamu dapat mengikuti latihan manajemen stres dan teknik relaksasi untuk mengurangi intensitas gejala yang muncul. Kamu juga bisa bergabung bersama komunitas yang memiliki permasalahan yang sama denganmu untuk menciptakan kesadaran, pemahaman, hingga membiasakan diri untuk menangani kepanikan saat gejala muncul.

Referensi:
NHS. Diakses pada 2020. Panic Disorder.
MedlinePlus. Diakses pada 2020. Panic Disorder.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Panic Attack and Panic Disorder.
Healthline. Diakses pada 2020. Panic Disorder.