• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alami Mimisan, Jangan Lakukan 5 Hal Ini

Alami Mimisan, Jangan Lakukan 5 Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Pernah mengalami mimisan? Kondisi umum terjadi dan biasanya bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Mimisan bisa terjadi karena banyak faktor, benturan, alergi, obat, atau udara yang terlalu kering. Semua hal tersebut mudah memicu pembuluh darah kecil dan halus dalam selaput hidung teriritasi.

Mimisan, baik itu pada anak-anak maupun orang dewasa tidak memerlukan perawatan medis karena ia bisa dengan cepat sembuh. Namun, kamu harus mencari perawatan medis jika mimisan terjadi berkepanjangan. Misalnya, berlangsung selama beberapa jam atau tidak ada reaksi yang membaik jika diberikan pengobatan rumahan. 

Baca juga: Mimisan Bisa jadi Tanda 5 Penyakit Ini

Selain mencari perawatan yang bisa menghentikan mimisan, kamu harus menghindari melakukan hal yang membuatnya semakin parah. Apa saja yang perlu dihindari saat mimisan? Melansir University of Michigan Health System, berikut ini hal yang harus dihindari, yaitu:

  • Jangan berbaring selama mimisan, karena darah bisa mengalir ke tenggorokan. Jika darah tertelan, maka ini bisa mengganggu perut dan menyebabkan kamu muntah;

  • Jangan meniup hidung dengan kuat. Hal ini bisa mengiritasi saluran hidung yang halus. Meniup hidung saat mimisan dapat membuat perdarahan lebih buruk atau menyebabkan perdarahan kembali terjadi padahal sudah berhenti;

  • Hindari membungkuk untuk waktu yang lama;

  • Jangan mengangkat barang yang berat, seperti bahan makanan atau melakukan aktivitas fisik berat lainnya;

  • Jangan mengonsumsi makanan hangat dan pedas, karena dapat menyebabkan pembuluh darah semakin melebar. 

Baca juga: 10 Tanda Mimisan yang Perlu Diwaspadai

Penyebab Umum Mimisan

Ada banyak penyebab mimisan, bisa karena hal yang mendadak atau hal yang serius lainnya. Udara kering adalah penyebab paling umum mimisan. Hidup dalam iklim kering dan menggunakan sistem pemanas sentral dapat mengeringkan selaput hidung. Kekeringan ini menyebabkan kerak di dalam hidung. Kerak bisa terasa gatal atau teriritasi jika hidung kamu tergores atau mengalami tekanan. 

Kerap menggunakan antihistamin dan dekongestan untuk alergi, pilek, atau masalah sinus juga dapat mengeringkan selaput hidung dan menyebabkan mimisan. Nah, penyebab umum mimisan lainnya termasuk:

  • Benda asing tersangkut di hidung;

  • Iritasi bahan kimia;

  • Reaksi alergi;

  • Cedera pada hidung;

  • Bersin berulang;

  • Udara dingin;

  • Sering menggesek hidung;

  • Infeksi saluran pernapasan atas

Sementara, terdapat beberapa penyakit juga yang bisa sebabkan mimisan, seperti tekanan darah tinggi, gangguan pendarahan, gangguan pembekuan darah, dan kanker.

Baca juga: Mimisan Bisa Jadi Tanda Kena Kanker Darah? 

Lakukan Juga Upaya-Upaya untuk Mencegah Mimisan

Selain menghindari hal-hal yang bisa memperparah mimisan, terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencegah mimisan, yaitu:

  • Gunakan pelembap udara di rumah untuk menjaga kelembapan udara;

  • Hindari menggosok hidung terlalu keras;

  • Batasi asupan aspirin. Hal ini bisa mengencerkan darah dan memicu mimisan. 

  • Gunakan antihistamin dan dekongestan dalam jumlah sedang. Kedua obat ini bisa membuat hidung semakin kering; 

  • Gunakan semprotan saline atau gel untuk menjaga kelembapan saluran hidung.

Apa Gejala Mimisan yang Berbahaya?

Penting untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit jika kamu mengalami mimisan lebih dari tiga hingga empat kali per minggu. Kamu bisa buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc sebelumnya supaya lebih praktis. 

Mimisan dibagi menjadi dua, yaitu anterior dan posterior. Mimisan posterior yang terjadi akibat kerusakan arteri septum nasal posterior merupakan hal yang darurat dan perlu mendapatkan penanganan. Selain itu, tanda mimisan yang cukup membahayakan, yaitu:

  • Pendarahan tidak berhenti dalam 30 menit;

  • Pendarahan yang terjadi cukup berat;

  • Pendarahan dengan gejala lain, seperti tekanan darah tinggi, sakit kepala ringan, nyeri dada dan/atau detak jantung yang cepat memerlukan pengobatan. 

Itulah seputar informasi kesehatan tentang mimisan yang perlu dipahami. Jika ingin mengetahui informasi kesehatan lainnya, kamu bisa mendapatkannya melalui aplikasi Halodoc.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. What Causes Nosebleeds and How to Treat Them.
University of Michigan Health System. Diakses pada 2020. Do’s and Don’ts for Managing
Nosebleeds.
National Hemophilia Foundation. Diakses pada 2020. Nosebleed Do’s and Don’ts.