Alami Stroke Ringan, Ini yang Terjadi pada Tubuh

Ditinjau oleh  dr. Verury Verona Handayani   17 Juni 2020
Alami Stroke Ringan, Ini yang Terjadi pada TubuhAlami Stroke Ringan, Ini yang Terjadi pada Tubuh

Halodoc, Jakarta - Stroke ringan atau sering juga disebut mini stroke, adalah serangan stroke yang memiliki durasi singkat dan dapat menghilang dalam beberapa menit. Meski gejalanya sudah hilang, penyakit ini tetap dapat menyimpan bahaya yang fatal jika diabaikan.

Dalam bahasa medis, stroke ringan dinamai iskemik sesaat atau transient ischaemic attack (TIA). Penyebab dari kondisi ini sama dengan stroke, yaitu terhalangnya aliran darah yang menuju ke otak. Itulah sebabnya gejala yang muncul akibat stroke ringan mirip dengan gejala stroke pada umumnya. 

Baca juga: Main Game Terlalu Semangat Bisa Sebabkan Stroke? Ini Alasannya

Bagaimana Gejala Stroke Ringan?

Gejala stroke ringan biasanya mudah dikenali melalui gangguan pada wajah, lengan, dan kemampuan bicara. Berikut beberapa cirinya:

  • Kelemahan otot wajah, tanda-tandanya adalah wajah turun ke salah satu sisi sehingga terlihat tidak simetris, tidak bisa senyum, tidak dapat mengerutkan dahi, dan mata atau mulut turun ke bawah.

  • Kemungkinan tidak mampu mengangkat kedua lengan dan tungkai. Hal ini karena anggota gerak mereka lemas atau mati rasa pada salah satu sisi.

  • Kesemutan di bagian tubuh yang terkena serangan, seperti wajah, lengan, dan tungkai pada sisi yang terganggu.

  • Kemampuan bicara terganggu. Misalnya cadel, tidak beraturan, tidak dapat memahami ucapan orang lain, atau bahkan tidak mampu bicara sama sekali.

  • Pandangan terganggu pada salah satu atau kedua sisi mata.

  • Sakit kepala.

  • Kesulitan berjalan atau mempertahankan posisi tubuh, karena adanya gangguan pada sistem koordinasi tubuh. Kesulitan berjalan juga bisa terjadi karena kelemahan pada tungkai dan kaki.

Jika kamu mengalami salah satu dari gejala tersebut, segeralah hubungi dokter. Agar lebih mudah dan cepat, download saja aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit.

Baca juga: Jangan Main-Main dengan Stroke Ringan, Ini 4 Cara Mengatasinya

Bahaya yang Mungkin Muncul Akibat Stroke Ringan

Meski gejalanya hanya berlangsung singkat, stroke ringan bisa menunjukkan bahwa tubuh sedang terancam bahaya. Orang yang terkena serangan ini diprediksi memiliki harapan hidup yang lebih rendah pada sembilan tahun pertama, dibandingkan mereka yang tidak pernah mengalaminya. Hal tersebut berdasarkan data bahwa sekitar 4 dari 10 orang yang terserang stroke ringan kemudian mengalami stroke yang sebenarnya.

Meski stroke ringan hanya menyerang dalam waktu yang relatif singkat dan bisa pulih sempurna, kondisi ini bisa secara mudah berujung pada stroke yang berdampak permanen. Bahkan, kondisi yang lebih parah bisa terjadi jika gejala stroke ringan tidak terdeteksi, sehingga dibiarkan saja tanpa penanganan. Gangguan pada otak yang tidak ditangani dapat memicu komplikasi yang memengaruhi kualitas hidup, seperti demensia.

Siapa yang Berisiko Tinggi Alami Stroke Ringan?

Orang-orang dengan kondisi tertentu wajib mewaspadai kemungkinan terkena stroke ringan. Misalnya orang yang merokok, mengidap tekanan darah tinggi (hipertensi), dan orang dengan berat badan berlebih. Selain itu, orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi, mengonsumsi alkohol berlebih secara rutin, mengalami gangguan irama jantung, atau diabetes juga lebih rentan terkena stroke ringan, dibanding yang tidak.

Baca juga: Bisakah Orang dengan Stroke Sembuh Total?

Karena dampaknya bisa mematikan, seseorang yang mendapati adanya gejala stroke ringan harus segera berkonsultasi ke dokter. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai bagian otak mana yang terganggu, dan memastikannya lewat pemeriksaan penunjang, seperti CT scan atau MRI otak, untuk memeriksa struktur dan peredaran darah pada otak. 

Untuk menghindari risiko penyakit yang lebih berat, jalanilah gaya hidup sehat. Berhenti merokok, batasi konsumsi makanan berkolesterol tinggi, tidak mengonsumsi alkohol, dan rutin berolahraga, adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko stroke. Pastikan juga untuk cukup mengonsumsi buah dan sayur, menjaga berat badan yang sehat, serta mengelola kadar gula darah dengan baik.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. How is a ministroke different from a regular stroke?
Healthline. Diakses pada 2020. Signs and Symptoms of Ministroke.
Everyday Health. Diakses pada 2020. Small Strokes Can Cause Big Damage.
WebMD. Diakses pada 2020. 'Mini Strokes' Linked to Lower Life Expectancy.

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan