• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alami Tifus saat Hamil, Ini Cara Menanganinya

Alami Tifus saat Hamil, Ini Cara Menanganinya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Tifus bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada wanita hamil. Namun perlu diketahui, cara menangani tifus pada ibu hamil tentu akan berbeda, terlebih karena ibu hamil tidak boleh sembarangan minum obat. Lantas, bagaiamana cara menangani tifus yang menyerang selama masa kehamilan?

Tifus merupakan penyakit yang terjadi karena ada infeksi bakteri Salmonella typhi. Kabar buruknya, penyakit bisa menular serta memicu gangguan pada kesehatan ibu dan janin yang sedang dikandung. Penularan bakteri bisa terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri penyebab tifus. Ibu hamil harus mewaspadai kondisi ini agar terhindar dari komplikasi. 

Baca juga: Begini Cara Bakteri Salmonella Sebabkan Tipes

Cara Menangani Tifus pada Ibu Hamil

Saat terinfeksi tifus, ibu hamil biasanya akan menunjukkan gejala, seperti demam tinggi, sakit kepala, sakit perut, penurunan nafu makan, mudah merasa lelah, batuk kering, serta penurunan berat badan. Pada beberapa kasus, kondisi ini juga bisa menyebabkan terjadinya gejala berupa gangguan pencernaan, seperti diare ataupun sembelit.

Biasanya, gejala penyakit ini akan muncul secara bertahap dalam 1-3 minggu setelah infeksi terjadi. Karena bisa berdampak fatal, ibu hamil yang mengalami gejala tifus sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit agar mendapat penanganan yang tepat. Jika terlambat, infeksi tifus bisa menyebar dan meningkatkan risiko terjadinya keguguran. 

Baca juga: Tifus Jangan Disepelekan, Waspada Komplikasinya

Penyakit ini didiagnosis dengan pemeriksaan urine, tinja, serta darah. Setelah terdiagnosis tifus, dokter akan memberi obat tertentu, biasanya antibiotik, untuk melawan bakteri. Namun perlu diingat, ibu hamil tidak boleh sembarangan minum obat, sehingga jenis antibiotik yang diberikan biasanya akan disesuaikan. Biasanya, dokter akan menentukan apakah ibu hamil perlu mengonsumsi antibiotik atau tidak. 

Selain konsumsi obat, ibu hamil juga disarankan untuk memperbanyak istirahat sebagai upaya untuk menangani tifus. Selain itu, pastikan untuk menjaga pola hidup dan mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang. Jika muncul gejala lemas dan muntah, ibu hamil disarankan untuk makan dengan porsi kecil tapi sering. 

Meski begitu, ada baiknya tifus dicegah sejak awal. Salah satu cara mencegah penyakit ini adalah mendapatkan vaksin tifus secara rutin. Meski vaksin yang diberikan tidak bisa 100 persen melindungi dari tifus, gejala yang muncul biasanya akan lebih terkontrol dan ringan jika dibandingkan dengan orang yang tidak mendapat vaksin sama sekali. 

Selain mendapat vaksin, pencegahan tifus juga bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan, rutin mencuci tangan, jangan mengonsumsi makanan mentah, dan selalu mencuci buah serta sayur-sayuran sebelum dimasak. Menghindari tifus juga bisa dilakukan dengan tidak sembarangan minum air, sebab bakteri bisa mengontaminasi air kemudian memicu infeksi. 

Baca juga: Mitos atau Fakta, Tifus adalah Penyakit Kambuhan?

Biar lebih aman, ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi air mineral atau air yang sebelumnya sudah dimasak hingga mendidih. Selain itu, sebaiknya jangan mengonsumsi es karena bisa saja dibuat dari air yang tidak terjaga kebersihannya. Menjalankan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan nyatanya sangat penting untuk mencegah tifus saat hamil. Jika muncul gejala penyakit, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit. 

Ibu juga bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara pada dokter dan menyampaikan gejala yang dialami. Dokter bisa dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips menjaga kehamilan dari dokter terpercaya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi
Firstcry Parenting. Diakses pada 2020. Typhoid During Pregnancy – Reasons, Symptoms, and Treatment.
Healthline. Diakses pada 2020. Typhoid.
WebMD. Diakses pada 2020. Typhoid Fever