Alami Xanthelasma, Waspadai Komplikasi Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Alami Xanthelasma, Waspadai Komplikasi Ini

Halodoc, Jakarta – Kadar kolesterol darah yang tinggi sudah terbukti bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan gangguan fungsi organ lain. Tidak hanya itu, tingginya kadar kolesterol ternyata juga bisa memengaruhi kesehatan mata yang meningkatkan risiko terjadinya xanthelasma. Kondisi ini terjadi akibat penggumpalan atau penumpukan plak kekuningan (lemak) pada kelopak mata. 

Gumpalan plak muncul di bagian sudut mata bagian dalam yang dekat dengan hidung. Lemak bisa ditemukan pada kelopak mata bagian atas maupun bagian bawah. Gumpalan yang terbentuk biasanya lembut, agak padat, atau seperti bentuk bulat pada kedua kelopak mata. Kondisi ini sering menyerang wanita berusia 30–50 tahun terutama yang memiliki kadar kolesterol tinggi. 

Baca juga: Lakukan Pengobatan Ini untuk Atasi Xanthelasma

Komplikasi Xanthelasma 

Tumpukan plak kekuningan mungkin akan memengaruhi fungsi penglihatan, tetapi umumnya kondisi ini tidak berbahaya. Akan tetapi, kondisi ini menjadi tanda bahwa kadar kolesterol dalam darah mungkin sudah tinggi atau melebihi batas normal. Jika dibiarkan terus-menerus tanpa penanganan, kolesterol tinggi bisa berujung pada meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke akibat pembentukan plak di pembuluh darah. 

Penyakit ini memang rentan menyerang pengidap kolesterol tinggi, tetapi juga bisa terjadi pada orang yang memiliki kadar kolesterol normal. Xanthelasma rentan menyerang orang yang berusia di atas 30 tahun, dan lebih sering terjadi pada wanita dibanding pria. Meski begitu, gangguan kesehatan ini bisa terjadi pada siapa saja. Selain kolesterol tinggi, ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko penyakit ini. 

Risiko xanthelasma menjadi lebih besar pada orang yang mengidap penyakit sirosis, konsumsi alkohol secara berlebihan, pola makan tinggi lemak, obesitas, diabetes, konsumsi obat-obatan tertentu, serta mengalami atau memiliki riwayat hipotiroidisme. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami gejala kolesterol tinggi, sehingga komplikasi dari kondisi ini bisa dihindari. 

Baca juga: Makanan yang Baik untuk Pengidap Xanthelasma

Xanthelasma ditandai gejala khas munculnya benjolan atau gumpalan plak berwarna kuning pada kelopak mata. Gumpalan muncul pada area sudut mata bagian dalam, bisa di bawah maupun di kelopak mata atas. Gumpalan ini biasanya mulai menyerang salah satu mata, kemudian bertambah lebar, hingga ke mata satunya dan menyatu membentuk sayap kupu-kupu. 

Kondisi ini jarang membahayakan dan biasanya akan sembuh jika kadar kolesterol sudah kembali normal. Namun, jika xanthelasma sudah mulai mengganggu dan berpotensi menimbulkan komplikasi, ada tips pengobatan yang bisa dipilih untuk mengobatinya, di antaranya krioterapi, operasi pengangkatan xanthelasma, radiofrequency advanced electrolysis, electrodessication, serta chemical peeling.

Selain itu, kondisi ini juga bisa diatasi dengan konsumsi obat-obatan tertentu. Umumnya, obat-obatan yang digunakan bertujuan untuk menurunkan kolesterol dan mencegah pertumbuhan xanthelasma. Satu hal yang perlu diingat, gangguan penglihatan atau penumpukan plak bisa kembali muncul jika kadar kolesterol kembali tinggi atau tidak kunjung normal. 

Maka dari itu, sangat penting untuk selalu memantau kadar kolesterol agar tetap normal. Ada cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menghindari peningkatan kadar kolesterol dalam darah, di antaranya mengurangi konsumsi minuman beralkohol, menjaga berat badan tetap ideal, rutin berolahraga, serta mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang tinggi lemak. 

Baca juga: 6 Makanan yang Bisa Sebabkan Xanthelasma

Punya masalah kesehatan, terutama yang berkaitan dengan kolesterol? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. High Cholesterol.
Patient. Diakses pada 2020. Xanthelasma.
Web MD. Diakses pada 2020. What Is Xanthelasma?