• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan COVID-19 Berisiko Fatal pada Pengidap Autoimun

Alasan COVID-19 Berisiko Fatal pada Pengidap Autoimun

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Alasan COVID-19 Berisiko Fatal pada Pengidap Autoimun

“Pengidap autoimun sebaiknya waspada saat menjaga kesehatan di masa pandemi COVID-19 seperti ini. Paparan COVID-19 dapat memicu berbagai gangguan kesehatan yang dapat berisiko fatal pada pengidap autoimun, seperti stres berlebihan, mengalami long Covid, hingga risiko badai sitokin.”

Halodoc, Jakarta – Pandemi COVID-19 masih terus berlangsung hingga hari ini. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat terus waspada terhadap penularan maupun penyebaran virus corona. Bukan hanya pada lansia dan anak-anak, ada beberapa kelompok orang yang rentan terhadap paparan COVID-19, salah satunya pengidap autoimun.

Penyakit autoimun adalah gangguan kesehatan yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel tubuh yang sehat. Pengidap autoimun menjadi sangat rentan terhadap berbagai penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, seperti COVID-19. Simak alasannya mengapa COVID-19 bisa menyebabkan risiko yang fatal pada pengidap autoimun di sini!

Baca juga: Alasan Pengidap Autoimun Tidak Boleh Sembarangan Divaksin

COVID-19 Berisiko Fatal pada Pengidap Autoimun

Normalnya, sistem kekebalan tubuh akan menyerang virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh dan memicu berbagai gangguan kesehatan. Namun, pada pengidap autoimun, sistem kekebalan tubuh melihat sel-sel yang sehat dalam tubuh sebagai ancaman, sehingga antibodi dilepaskan dan menyerang sel sehat dalam tubuh.

Belum diketahui secara pasti penyebab penyakit autoimun, tetapi ada beberapa faktor yang dapat memicu kondisi ini. Contohnya memiliki riwayat penyakit autoimun dalam keluarga, obesitas, kebiasaan merokok, paparan bahan kimia dan cahaya matahari dalam jangka panjang, hingga riwayat infeksi virus Epstein Barr.

Penyakit autoimun membuat pengidapnya menjadi sangat rentan terhadap berbagai penyakit, salah satunya COVID-19. Meskipun gejala COVID-19 yang dialami oleh pengidap autoimun beragam, tetapi kondisi yang tidak diatasi dengan cepat dan tepat dapat memicu gangguan kesehatan yang lebih buruk.

Pengidap autoimun perlu mengonsumsi obat yang berfungsi untuk menekan sistem kekebalan tubuh mereka. Obat ini dapat mencegah munculnya gejala-gejala baru dari penyakit autoimun, tetapi membuat pengidap autoimun menjadi sangat rentan terhadap penyakit COVID-19 karena sistem kekebalan tubuh yang dilemahkan.

Baca juga: 3 Penyakit Autoimun yang Sering Menyerang Wanita

Lalu, apa yang menyebabkan COVID-19 berisiko fatal pada pengidap autoimun? Pengidap autoimun tidak disarankan untuk mengubah atau mengganti pengobatan tanpa persetujuan dan saran dokter saat mengidap COVID-19. 

Saat gejala autoimun kembali aktif, maka kondisi ini bisa memperburuk gejala COVID-19 pada kesehatan. Penghentian obat-obatan harus dilakukan sesuai dengan saran dan anjuran dokter.

Selain itu, COVID-19 dapat memicu stres pada pengidap autoimun. Stres yang berlebihan juga dapat menyebabkan penyakit autoimun semakin memburuk. 

Pemulihan COVID-19 pada pengidap autoimun pun terbilang cukup panjang. Pengidap autoimun rentan mengalami long Covid. Long Covid adalah suatu kondisi ketika seseorang yang telah dinyatakan negatif COVID-19 masih merasakan gejala yang terkait dengan COVID-19. Ada beberapa gejala long Covid yang kerap dialami oleh pengidap autoimun, seperti kelelahan, batuk, masalah kulit, dan neurologis.

Selain itu, COVID-19 berbahaya bagi pengidap autoimun karena dapat memicu munculnya badai sitokin dalam tubuh. Meskipun jarang, tetapi pengidap penyakit autoimun, seperti lupus dan rheumatoid arthritis berisiko mengalami badai sitokin akibat COVID-19.

Cara Mencegah COVID-19 pada Pengidap Autoimun

Mengingat kondisi yang cukup berbahaya saat pengidap autoimun mengalami COVID-19 sebaiknya lakukan pencegahan agar kondisi ini dapat dihindari. Berikut langkah-langkah pencegahan COVID-19 yang bisa dilakukan oleh pengidap autoimun, yaitu:

  1. Gunakan masker secara tepat saat melakukan aktivitas di luar rumah.
  2. Menghindari keramaian dan lakukan jarak aman dengan orang lain saat berada di luar rumah.
  3. Rutin melakukan cuci tangan secara baik dan benar.
  4. Mengonsumsi suplemen dan makanan yang memiliki kandungan vitamin C. Kamu bisa bertanya pada dokter seberapa banyak kandungan vitamin C yang diperlukan melalui aplikasi Halodoc. Caranya, download Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!
  5. Menjalani pola makan tepat bagi pengidap autoimun, seperti rendah lemak, karbohidrat, dan gula. Pastikan kamu mengonsumsi makanan dengan tinggi protein, buah, dan sayur.
  6. Perbanyak waktu istirahat atau tidur.
  7. Kelola stres dengan baik.

Baca juga: Hati-Hati Gejala dan Faktor Resiko Terkena Penyakit Autoimun

Itulah pencegahan COVID-19 bagi pengidap autoimun. Pastikan kamu selalu menjaga kesehatan dalam masa pandemi COVID-19 seperti ini!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi:

Centra State Health Care System. Diakses pada 2021. Autoimmune Diseases In The Era of COVID-19: What You Need to Know.
Global Autoimmune Institute. Diakses pada 2021. COVID-19 and Autoimmune Disease: What We Know?