• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Formalin Menjadi Zat Berbahaya bagi Tubuh
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Formalin Menjadi Zat Berbahaya bagi Tubuh

Alasan Formalin Menjadi Zat Berbahaya bagi Tubuh

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 03 Oktober 2022

“Formalin adalah senyawa kimia yang digunakan pada kayu untuk membuat perabotan rumah tangga. Zat kimia ini mudah menyebar di udara dan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan pada tubuh.”

Alasan Formalin Menjadi Zat Berbahaya bagi TubuhAlasan Formalin Menjadi Zat Berbahaya bagi Tubuh

Halodoc, Jakarta – Formalin adalah bahan kimia tidak berwarna dan berbau menyengat. Zat ini merupakan bahan campuran kayu yang dipakai untuk membuat perabotan, seperti tempat tidur, lemari, rak TV atau dinding.

Formalin merupakan zat beracun yang mudah menyebar melalui udara. Jika terhirup, paparan jangka pendek berpotensi menyebabkan iritasi mata, iritasi kulit dan infeksi saluran pernapasan.

Guna menghindari paparannya, disarankan untuk menjaga sirkulasi udara di dalam rumah. Ini bisa dilakukan dengan membuka jendela pada pagi hingga sore hari dan rutin mencuci tangan.

Formalin Berpotensi Menimbulkan Gangguan

Formalin merupakan racun bagi tubuh. Zat ini bersifat karsinogenik yang berpotensi menyebabkan kanker pada paparan jangka panjang. Adapun masalah kesehatan yang bisa saja dialami, antara lain:

1. Infeksi Saluran Pernapasan

Formalin yang tidak sengaja terhirup dan masuk ke dalam tubuh menyebabkan iritasi di saluran pernapasan. Pada pengidap bronkitis dan asma, zat beracun ini berpotensi memperburuk gejala yang sudah ada.

Gejala yang dialami oleh pengidap, di antaranya sesak napas, mengi atau bengek dan mata terasa gatal serta mengeluarkan air. Pengidap juga rentan mengalami penurunan kemampuan pada indera penciuman.

2. Kanker

Formalin berisiko menyebabkan kanker tenggorokan, leukimia dan kanker hidung. Ini bisa dialami akibat paparan zat beracun dalam jangka panjang. Anak-anak dan orang tua memiliki risiko tinggi mengalaminya.

Gejalanya bervariasi, tergantung pada jenis kanker yang dialami. Gejala umumnya ditandai dengan batuk kronis, pucat, lemas, cepat lelah, berat badan turun drastis dan gangguan buang air besar atau buang air kecil.

3. Masalah pada Kulit

Paparan jangka pendek menyebabkan iritasi, gatal dan sensasi rasa terbakar pada kulit. Pada pengidap alergi, formalin bisa memicu iritasi parah yang ditandai dengan kulit kering, dermatitis (peradangan kulit) dan ruam.

Jika tidak segera ditangani, beberapa gangguan tersebut bisa menyebabkan munculnya jaringan parut. Ini adalah bekas luka di kulit yang merupakan bagian dari proses penyembuhan.

4. Masalah Sistem Pencernaan

Formalin yang tidak sengaja tertelan dan masuk ke dalam tubuh berpotensi merusak saluran pencernaan. Ini menimbulkan gejala berupa sakit perut, diare dan peradangan di mulut, kerongkongan, lambung serta usus.

Dampaknya, formalin bisa memicu perdarahan di organ lambung atau usus. Risiko kerusakan organ hati, limpa, pankreas dan ginjal juga rentan dialami. Jika gangguan tak segera diatasi, ini bisa menyebabkan koma hingga kematian.

Mencegah Paparan Formalin

Adapun langkah yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Menjaga sirkulasi udara di dalam rumah.
  • Memakai masker saat bersih-bersih rumah.
  • Sesuaikan rumah memiliki suhu rendah dan nyaman.
  • Jangan merokok di dalam ruangan.
  • Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
  • Cuci semua bahan makanan sebelum dimasak.
  • Pastikan memasak makanan hingga matang.

Meski formalin tidak sepenuhnya bisa dihindari, tapi cara di atas bisa meminimalisir paparan zat beracun yang masuk ke dalam tubuh. Selain menerapkan beberapa langkah di atas, kamu juga bisa meningkatkan kesehatan tubuh dengan mengonsumsi multivitamin.

Dapatkan multivitamin yang dibutuhkan dengan download Halodoc dan cek kebutuhan multivitaminn di Toko Kesehatan pada aplikasi tersebut, ya! 

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2022. What You Should Know about Formaldehyde.
National Institute of Health. Diakses pada 2022. Formaldehyde.
American Lung Association. Diakses pada 2022. Formaldehyde.