• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Gagal Ginjal Bisa Sebabkan Anemia

Alasan Gagal Ginjal Bisa Sebabkan Anemia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Alasan Gagal Ginjal Bisa Sebabkan Anemia

“Karena fungsi ginjal telah rusak, pengidap gagal ginjal rentan mengalami komplikasi kesehatan. Salah satu yang paling umum terjadi adalah anemia. Kondisi ini terjadi karena rusaknya ginjal membuat hormon yang memberi sinyal ke sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah, berkurang.”

Halodoc, Jakarta – Gagal ginjal dapat menyebabkan komplikasi kesehatan seiring waktu. Salah satu komplikasi yang paling umum adalah anemia. Mengutip laman National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, lebih dari 1 dari setiap 7 orang dengan penyakit ginjal mengalami anemia. 

Kebanyakan orang yang mengalami gagal ginjal juga mengalami anemia. Terutama ketika kerusakan ginjal sudah sangat parah sehingga kurang dari 15 persen ginjal yang berfungsi normal. Mengapa bisa demikian? Yuk simak penjelasan lengkapnya!

Baca juga: Gagal Ginjal Akut atau Kronis, Lebih Berbahaya yang mana?

Bagaimana Gagal Ginjal Menyebabkan Anemia?

Anemia pada pengidap gagal ginjal sering kali memiliki lebih dari satu penyebab. Ketika ginjal mengalami kerusakan, organ ini menghasilkan lebih sedikit eritropoietin (EPO), yakni hormon yang memberi sinyal pada sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah. 

Lebih sedikit EPO yang dihasilkan ginjal, tubuh jadi membuat lebih sedikit sel darah merah, dan lebih sedikit oksigen yang dikirim ke organ dan jaringan. Inilah sebabnya ketika seseorang mengidap kegagalan fungsi ginjal, ia juga jadi rentan mengalami anemia.

Selain karena sel darah merah yang diproduksi tubuh lebih sedikit, sel darah merah pengidap gagal ginjal dan anemia hidup dalam aliran darah untuk waktu yang lebih singkat dari biasanya. Hal ini membuat sel darah mati lebih cepat daripada yang bisa diganti.

Pada beberapa kasus, penyebab lain dari anemia yang berhubungan dengan gagal ginjal termasuk:

  • Kehilangan darah, terutama jika menjalani prosedur dialisis.
  • Infeksi.
  • Peradangan.
  • Malnutrisi, yaitu suatu kondisi yang terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang cukup.

Selain itu, orang dengan gagal ginjal yang juga mengidap diabetes memiliki risiko lebih besar untuk mengalami anemia. Mereka juga cenderung mengembangkan anemia lebih awal, dan sering kali mengalami anemia yang lebih parah daripada orang dengan kondisi ini yang tidak mengidap diabetes.

Baca juga: Bukan Cuma Orang Dewasa, Anak-Anak Juga Bisa Kena Gagal Ginjal Akut

Bagaimana Penanganan yang Bisa Dilakukan?

Cara mengatasi anemia akibat gagal ginjal, dokter pertama-tama mengobati kondisi mendasar yang mungkin menyebabkan anemia, seperti kekurangan zat besi atau vitamin. Jika anemia ringan dan gejala yang muncul sedikit, pengobatan mungkin tidak diperlukan. 

Perawatan untuk anemia dapat meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup. Dokter mungkin memberi rujukan ke ahli hematologi atau nefrologis, profesional perawatan kesehatan yang merawat orang dengan masalah ginjal atau kondisi terkait.

Soal penanganan anemia pada orang dengan gagal ginjal, berikut ini pilihan pengobatan yang umum dilakukan:

  1. Suplementasi Zat Besi

Jika anemia terjadi karena kekurangan zat besi, dokter mungkin meresepkan suplemen zat besi, baik sebagai pil atau infus intravena (IV). Bila pengidap menjalani dialisis, dokter mungkin akan memberikan suplemen zat besi IV selama prosedur dialisis. Suplemen zat besi membantu tubuh membuat sel darah merah yang sehat.

  1. Pemberian Vitamin

Dokter mungkin meminta pengidap gagal ginjal yang mengalami anemia untuk mengonsumsi suplemen vitamin seperti vitamin B12 atau folat. Keduanya diperlukan untuk membuat sel darah yang sehat, jika tubuh kekurangan vitamin tersebut.

Baca juga: Ketahui Prosedur Dialisis atau Cuci Darah untuk Gagal Ginjal

  1. Obat-obatan

Pada beberapa kondisi, dokter mungkin meresepkan agen perangsang erythropoiesis (ESA) untuk mengobati anemia. ESA mengirim sinyal ke sumsum tulang untuk membuat lebih banyak sel darah merah. Jika menjalani hemodialisis, pengidap mungkin menerima IV atau ESA subkutan selama perawatan dialisis. 

Dokter juga dapat meresepkan suplemen zat besi untuk membantu ESA bekerja lebih baik atau untuk mengurangi jumlah ESA yang dibutuhkan. ESA dapat meringankan gejala dan membantu menghindari transfusi darah. Namun, cara ini bisa jadi tidak cocok untuk semua pengidap yang mengalami anemia.

  1. Transfusi Darah

Pada beberapa kasus, dokter dapat menggunakan transfusi darah untuk mengobati anemia berat pada pengidap gagal ginjal. Transfusi darah dapat meningkatkan jumlah sel darah merah dalam tubuh dan untuk sementara meredakan gejala anemia.

Namun, cara ini berisiko menyebabkan masalah kesehatan lainnya, termasuk:

  • Tubuh dapat mengembangkan antibodi dari waktu ke waktu yang merusak atau menghancurkan sel darah donor dan dapat menunda atau mengurangi kemungkinan transplantasi ginjal di masa depan.
  • Zat besi nih eksternal link dari sel darah merah yang ditransfusikan dapat menumpuk di dalam tubuh dan merusak organ, yang disebut kelebihan zat besi atau hemochromatosis.

Itulah sedikit penjelasan mengenai anemia pada pengidap gagal ginjal. Bila kamu atau orang terdekat ada yang mengalami kondisi ini, gunakan segera aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit.

Referensi:
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Diakses pada 2021. Anemia in Chronic Kidney Disease.
University of Michigan Health. Diakses pada 2021. Anemia of Chronic Kidney Disease.
Healthline. Diakses pada 2021. What’s the Connection Between Anemia and Kidney Disease?