• Home
  • /
  • Ini Alasan Hepatitis Bisa Menular Lewat Keringat

Ini Alasan Hepatitis Bisa Menular Lewat Keringat

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Alasan Hepatitis Bisa Menular Lewat Keringat

Halodoc, Jakarta - Penyakit hepatitis adalah salah satu penyakit berbahaya yang perlu diwaspadai, sebab penyakit ini dapat mengancam jiwa. Beberapa jenis hepatitis tidak diketahui gejalanya. Penyebaran dan penularannya perlu kamu waspadai, karena penularan dapat terjadi pada kegiatan sehari-hari yang tidak diduga. 

Untuk itu, kamu perlu mendapatkan informasi ataupun menginformasikan jika ada yang sedang mengalami penyakit ini untuk mencegah rantai penularan. Bagaimana tidak, banyak kontak fisik yang dilakukan pengidap hepatitis yang dapat membahayakan orang disekitarnya. Misalnya saja penularan melalui keringat. 

Baca juga: Inilah Cara Penularan Hepatitis ke Tubuh

Bagaimana Penularan Hepatitis Melalui Keringat?

Penularan hepatitis dapat terjadi melalui keringat pada kasus hepatitis B. Temuan ini diketahui dari studi terhadap para pegulat Olimpiade yang ditemukan pada atlet yang mengidap penyakit ini. Maka itu, keringat mungkin menjadi “transportasi” virus ini untuk menularkan penyakit antara para peserta yang terlibat kontak fisik dalam olahraga. 

Virus hepatitis B menyerang hati dan dapat menyebabkan sirosis hati, kanker hati, gagal hati, bahkan menyebabkan kematian. Sifat hepatitis B dapat menular melalui cairan tubuh, yaitu melalui sentuhan darah, selaput lendir, ataupun keringat. 

Selain keringat, luka terbuka mungkin juga merupakan cara lain penularan infeksi hepatitis B. Itulah sebabnya beberapa organisasi atletik telah membuat pemeriksaan HIV dan HBV sebagai pemeriksaan wajib para atlet yang mengikuti kegiatan berkaitan atletik. Mengingat hepatitis B jauh lebih mudah untuk ditularkan, karena tingkat yang lebih tinggi dari virus ditemukan dalam darah dan keringat dan karena hepatitis B dapat hidup lebih lama di luar tubuh daripada HIV. 

Baca juga: Inilah yang Dimaksud dengan Hepatitis B

Meskipun begitu, saat terinfeksi hepatitis B tidak selalu berarti kamu dapat menularkannya, hanya beberapa orang dengan HBV yang benar-benar menularkannya. Peluang untuk terpapar virus hepatitis B dapat termasuk berbagi jarum suntik atau melakukan tato atau tindikan badan dengan alat yang terinfeksi.

Penularan kemungkinan terjadi juga saat selama persalinan dan kontak seksual. Hampir dua pertiga dari kasus hepatitis B akut disebabkan oleh kontak seksual. Meskipun hepatitis B dapat menyebar melalui darah, umumnya risiko tertular melalui transfusi darah sangat kecil. Pasalnya, sebagian besar kebijakan negara mulai melakukan skrining terlebih dahulu. 

Penularan Hepatitis C Melalui Darah

Jika hepatitis B dapat ditularkan melalui darah, virus hepatitis C ditularkan melalui kontak darah. Artinya, seseorang dapat terinfeksi virus seandainya darah orang yang membawa virus dimasukkan ke dalam aliran darah orang lain. Maka itu, seperti halnya hepatitis B, transfusi darah, tato dan tindik badan, kegiatan di tempat kerja, prosedur medis, dan penggunaan obat intravena semuanya dapat mengarah pada kemungkinan pajanan terhadap virus. 

Penularan Hepatitis D

Hepatitis D dapat diterima seseorang bersamaan dengan hepatitis B, yang dikenal sebagai koinfeksi. Jenis infeksi ini diketahui membersihkan tubuh dengan baik (90 hingga 95 persen). Sementara itu, cara lain mendapatkan virus hepatitis D secara terpisah saat mereka sudah terinfeksi oleh hepatitis B yang dikenal sebagai superinfeksi. Dalam kasus ini, 70 hingga 95 persen orang mengalami bentuk hepatitis D kronis.

Baca juga: Waspadai 5 Gejala Hepatitis B yang Datang Diam-Diam

Penularan Hepatitis A dan Hepatitis B

Kedua virus hepatitis ini ditularkan melalui enterik, yaitu pencernaan atau melalui feses. Ini juga dikenal sebagai penularan fecal-oral. Kamu dapat terpapar virus ini jika tertelan feses orang yang terinfeksi virus. Meskipun ada beberapa cara penularan fecal-oral lainnya, misalnya kebersihan yang buruk dan kondisi sanitasi yang buruk di beberapa negara menyebabkan tingkat infeksi virus yang lebih tinggi. 

Jika kamu terinfeksi virus hepatitis, sebaiknya segera bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu dapat menjelaskan gejala yang kamu alami via chat melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya sekarang!

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2020. How Hepatitis Is Transmitted
CDC. Diakses pada 2020. Viral Hepatitis