• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Ibu Hamil Tidak Boleh Melakukan Pengobatan ESWL

Alasan Ibu Hamil Tidak Boleh Melakukan Pengobatan ESWL

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Alasan Ibu Hamil Tidak Boleh Melakukan Pengobatan ESWL

Halodoc, Jakarta - Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy atau yang lebih dikenal dengan istilah ESWL merupakan prosedur yang digunakan untuk mengatasi penyakit batu ginjal. Batu ginjal sendiri merupakan sekumpulan senyawa mineral dan garam yang menumpuk dalam organ ginjal yang bisa dibuang ke luar tubuh tanpa prosedur pembedahan, yaitu melalui Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy.

Prosedur Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy dilakukan dengan menggunakan alat yang memancarkan gelombang kejut. Penggunaan alat ini akan dikonsentrasikan di area sekitar ginjal dan berguna untuk menghancurkan batu ginjal menjadi pecahan-pecahan yang lebih kecil, sehingga dapat dikeluarkan bersamaan dengan proses pembuangan urine.

Meskipun dinilai cukup efektif dalam mengatasi penyakit batu ginjal dengan ukuran batu ginjal sebesar 2 cm, tapi terapi ESWL tidak boleh dilakukan oleh ibu hamil. Lantas, apa yang menjadi alasan ibu hamil tidak boleh melakukan prosedur Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy? Ini ulasan selengkapnya!

Baca juga: Ibu Hamil Bisa Hasilkan ASI Sehat Jika Rajin Berolahraga


Alasan Ibu Hamil Tidak Boleh Melakukan Terapi ESWL

Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy merupakan terapi yang dilakukan untuk mengobati penyakit batu ginjal dengan menggunakan gelombang kejut. Gelombang kejut ini lah yang dikhawatirkan akan membahayakan ibu beserta janin dalam kandungan. Terapi ESWL bukan hanya tidak disarankan bagi wanita hamil saja, ada sejumlah kondisi yang menyebabkan seseorang tidak bisa melakukan terapi ini. Berikut golongan orang yang tidak bisa melakukan terapi ESWL:

  1. Mengidap infeksi saluran kemih, yaitu kondisi saat organ yang termasuk dalam sistem kemih, seperti ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra, mengalami infeksi.
  2. Mengidap kelainan bentuk ginjal.
  3. Mengidap kanker ginjal, yaitu pertumbuhan sel-sel abnormal pada organ ginjal yang tumbuh secara tidak terkendali dan membahayakan pengidapnya.
  4. Mengidap aneurisma aorta perut, yaitu penyakit yang ditandai dengan penggelembungan pada pembuluh darah aorta, yakni pembuluh darah utama dan terbesar dalam tubuh manusia.
  5. Mengidap gangguan pembekuan darah, yaitu sejumlah kondisi yang dapat menghambat proses pembekuan dalam dalam tubuh manusia.
  6. Mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  7. Mengidap obesitas.

Sebelum melaksanakan prosedur Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy, beri tahu dokter jika kamu tengah mengonsumsi obat-obatan pengencer darah atau sedang menggunakan alat pacu jantung atau alat untuk merangsang denyut jantung dengan listrik bertegangan tinggi (ICD). Pasalnya, terapi ESWL dapat merusak alat-alat yang ditanam dalam organ tubuh manusia.

Baca juga: Ibu Hamil Bisa Alami Depresi, Ini Pengaruhnya pada Janin


Begini Prosedur Terapi ESWL Dilakukan

Prosedur ini dilakukan secara aman tanpa adanya sayatan atau pembedahan, sehingga sering diterapkan sebagai prosedur rawat jalan. Meski dinilai aman, prosedur ini tidak bisa digunakan bagi sejumlah kondisi yang telah disebutkan sebelumnya. Metode yang dilakukan dengan berbaring dengan nyaman di ruangan yang telah disediakan.

Kemudian tim medis akan meletakkan bantal di sekitar perut atau bagian belakang ginjal, dengan posisi tubuh yang telah disesuaikan dengan jangkauan alat ESWL agar gelombang kejut dapat dengan mudah ditargetkan ke daerah sasaran dengan penggunaan sinar rontgen. Selanjutnya dokter akan memberikan obat bius lokal, atau setengah badan. 

Dengan alat ini, dokter akan memberikan 1.000-2.000 gelombang kejut yang langsung difokuskan pada batu ginjal, yang akan menghancurkan endapan batu ginjal tersebut menjadi pecahan yang lebih kecil, sehingga dapat dikeluarkan bersamaan dengan prose berkemih. Dalam beberapa kasus penanganan, dokter akan memasukkan selang dari lubang kencing melalui kandung kemih menuju organ ginjal sebelum prosedur dimulai.

Teknik tersebut digunakan bagi pengidap yang mengalami gejala nyeri yang hebat, penyumbatan di saluran ginjal menuju kandung kemih, memiliki risiko mengalami infeksi saluran kemih, serta mengalami penurunan fungsi ginjal. Secara keseluruhan prosedur ini akan memakan waktu selama 45-60 menit.

Baca juga: Ketahui Pencegahan Rubella saat Hamil

Untuk lebih jelasnya mengenai hal-hal apa saja yang dilakukan setelah prosedur berlangsung, atau efek samping apa saja yang bisa saja terjadi, silahkan diskusikan langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya!


Referensi:
NCBI. Diakses pada 2020. Complications of Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy for Urinary Stones: To Know and to Manage Them—A Review.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Lithotripsy for stones: What to expect.
Hopkins Medicine. Diakses pada 2020. Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL).