• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Jarang Berolahraga Picu Chronic Venous Insufficiency

Alasan Jarang Berolahraga Picu Chronic Venous Insufficiency

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Alasan Jarang Berolahraga Picu Chronic Venous Insufficiency

Halodoc, Jakarta - Chronic venous insufficiency terjadi saat katup dalam vena seseorang tidak dapat berfungsi dengan baik. Hal ini berarti pembuluh darah kurang mampu membawa kembali darah ke jantung. Kondisi ini cukup umum terjadi, terutama pada orang yang jarang berolahraga dan terlalu banyak duduk atau tidak aktif secara fisik. 

Kondisi ini biasanya kronis dan menyebabkan kaki menjadi bengkak, muncul varises, dan kaki terasa sakit. Jantung memompa darah yang kaya oksigen melalui arteri ke seluruh tubuh, sementara pembuluh darah membawa darah yang terdeoksigenasi kembali ke jantung.

Baca juga: Pembedahan untuk Mengobati Chronic Venous Insufficiency

Kaitan Antara Olahraga dengan Chronic Venous Insufficiency

Vena mengembalikan darah ke jantung dari semua organ tubuh. Untuk mencapai jantung, darah perlu mengalir ke atas dari pembuluh darah di kaki. Otot-otot betis dan otot-otot di kaki perlu berkontraksi dengan setiap langkah untuk menekan pembuluh darah dan mendorong darah ke atas. Untuk menjaga agar darah tetap mengalir ke atas, dan tidak kembali ke bawah, vena menggunakan katup satu arah. 

Chronic Venous Insufficiency terjadi ketika katup ini rusak, sehingga darah bocor ke belakang. Kerusakan katup dapat terjadi sebagai akibat penuaan, terlalu lama duduk atau berdiri, penuaan, dan kurangnya olahraga. Ketika vena dan katup melemah ke titik dan sulit bagi darah untuk mengalir ke jantung, tekanan darah di vena tetap meningkat untuk jangka waktu yang lama, sehingga menyebabkan chronic venous insufficiency. Berikut adalah pemicu terjadinya chronic venous insufficiency:

  • Tekanan darah tinggi di vena karena terlalu lama duduk atau berdiri. 
  • Kurang olahraga.
  • Merokok.
  • Gumpalan darah di dalam vena, sering terjadi di betis atau paha.
  • Pembengkakan dan radang vena di dekat kulit di sekitar kaki.

Baca juga: Begini Cara Mencegah Insufisiensi Vena Kronis

Sementara itu, olahraga adalah pengobatan yang sangat efektif untuk kasus chronic venous insufficiency. Dengan berolahraga akan membuat jantung kamu memompa, dan kekuatan pemompa ekstra dari jantung mendorong darah naik dan keluar dari kaki bagian bawah.

Berjalan kaki pun sebenarnya sangat bermanfaat untuk atasi kondisi ini. Latihan terstruktur lainnya dapat membantu mengobati chronic venous insufisiensi dan meningkatkan kesehatan vena secara keseluruhan. Siapa pun dengan penyakit jantung sebaiknya berdiskusi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc sebelum memulai atau mengubah program olahraga apa pun.

Olahraga yang berfokus pada tungkai bawah efektif untuk kondisi ini. Khususnya latihan yang berfokus pada otot-otot di betis, karena gaya gravitasi adalah yang terbesar ada di area tersebut. Sehingga, pembuluh darah di area itu harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Dengan melatih otot tungkai bawah, itu akan membantu jantung memompa darah melalui kaki. Olahraga juga membangun otot yang dapat meningkatkan sirkulasi. 

Perlu kamu ingat juga bahwa dengan berolahraga dapat membantu mempertahankan berat badan yang sehat dan meningkatkan kesehatan tubuh secara umum. 

Baca juga: Alasan Perokok Rentan Terkena Chronic Venous Insufficiency

Gejala Chronic Venous Insufficiency yang Perlu Diwaspadai

Gejala dari penyakit ini yang perlu kamu perhatikan adalah:

  • Bengkak atau berat pada kaki dan pergelangan kaki bagian bawah. 
  • Rasa sakit.
  • Muncul rasa gatal.
  • Varises.
  • Vena yang keluar ke permukaan kulit. 

Tanpa perawatan, tekanan dan pembengkakan terjadi pada pembuluh darah kecil di kaki yang disebut kapiler. Ini akan mengubah warna kulit menjadi cokelat kemerahan, terutama di dekat mata kaki. Ini dapat menyebabkan pembengkakan dan bisul. Kondisi ini akan sulit disembuhkan dan juga lebih mungkin terinfeksi, yang dapat menyebabkan lebih banyak masalah. 

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. Chronic venous insufficiency: What to know.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Chronic Venous Insufficiency (CVI).