• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Kesehatan Paru Perokok Lebih Rentan Terkena Penyakit

Alasan Kesehatan Paru Perokok Lebih Rentan Terkena Penyakit

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Alasan Kesehatan Paru Perokok Lebih Rentan Terkena Penyakit

Halodoc, Jakarta - “Merokok membunuhmu”, Kamu tentu sering mendengar pepatah seperti itu, bukan? Ya, pepatah itu tidak bisa dibilang bohong, karena dalam setiap batangnya, ada ribuan bahan kimia yang terkandung dalam rokok. Termasuk nikotin, karbon monoksida, tar, dan zat berbahaya lainnya.

Ketika menjadi perokok aktif, biasanya dalam sehari bisa habis lebih dari satu batang. Terbayang tidak berapa banyak zat berbahaya yang masuk ke tubuh? Itulah sebabnya kebiasaan merokok bisa menyebabkan masalah kesehatan, terutama pada paru-paru

Baca juga: Alasan Rokok Bisa Jadi Penyebab Kanker

Cara Rokok Merusak Paru-Paru

Cara rokok merusak paru-paru adalah membuat organ tersebut tidak bisa berfungsi dengan benar. Perlu diketahui, saluran pernapasan menghasilkan lendir yang berfungsi untuk menjaga kelembapan dan menyaring kotoran yang masuk ketika menarik napas. 

Nah, zat kimia yang terkandung dalam rokok dapat merangsang sel-sel membran penghasil lendir menjadi lebih produktif. Akibatnya, jumlah lendir yang diproduksi semakin banyak, sehingga menimbulkan lapisan tebal yang mengelilingi paru.

Masalahnya, paru-paru tidak bisa membersihkan lendir tersebut dengan sendirinya, sehingga bisa terjadi penyumbatan. Saat hal itu terjadi, tubuh tentu tidak akan diam saja. Tubuh akan mengeluarkan ekstra lendir tersebut melalui batuk. Itulah sebabnya perokok seringkali batuk disertai lendir (dahak).

Baca juga: Sering Merokok Perlu Lakukan Rontgen Paru-Paru?

Selain merangsang produksi lendir, rokok juga membuat paru-paru mengalami penuaan dini. Meski pada dasarnya semua organ tubuh akan mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya usia, paru-paru perokok aktif akan jadi lebih cepat tua dan lebih cepat rusak. Mengapa demikian?

Alasannya, karena sebatang rokok yang kamu hirup bisa memperlambat gerakan silia, yaitu rambut halus pada sel yang membersihkan paru. Hal tersebut dapat membuat semua kotoran yang harusnya dibersihkan dan dikeluarkan justru menumpuk di dalam paru.

Mengutip laman UPMC Health Beat, zat kimia dalam rokok juga dapat menghancurkan jaringan paru. Hal ini membuat pembuluh darah semakin berkurang jumlahnya dan ruang udara jadi semakin sempit. Akibatnya, hanya ada sedikit oksigen yang masuk ke bagian-bagian penting tubuh.

Baca juga: 7 Kiat Berhenti Merokok

Penyakit Paru yang Rentan Dialami Perokok

Rokok bisa mendatangkan banyak bahaya bagi kesehatan paru. Berikut beberapa penyakit paru yang rentan dialami oleh perokok:

  • Bronkitis Kronis. Merupakan bagian dari penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), yang menandakan adanya peradangan pada lapisan saluran bronkial (saluran yang membawa udara ke dan dari paru).
  • Emfisema. Penyakit ini terjadi ketika alveoli (kantong udara pada paru) rusak, melemah, dan akhirnya pecah. Akibatnya, luas permukaan paru dan jumlah oksigen yang dapat mencapai aliran darah jadi berkurang.
  • Kanker paru. Zat kimia dalam rokok yang masuk ke tubuh kemungkinan besar merangsang pertumbuhan sel pada paru jadi tidak normal, sehingga terjadilah kanker. Sel kanker biasanya muncul di sekitar lapisan bronkus atau area lain pada saluran pernapasan, dan terus menyebar ke jaringan lainnya.
  • Pneumonia. Merupakan infeksi pada kantong udara di paru, entah karena bakteri, virus, atau jamur. 

Untuk menghindari berbagai penyakit paru tersebut, sebaiknya hentikan kebiasaan merokok jika kamu memilikinya. Jika butuh saran dari dokter, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter, kapan dan di mana saja. 

Referensi:
UPMC Health Beat. Diakses pada 2020. How Smoking Cigarettes Affects Your Lungs.
John Hopkins Medicine. Diakses pada 2020. Smoking and Respiratory Diseases.
Very Well Health. Diakses pada 2020. What Percentage of Smokers Get Lung Cancer?
Healthline. Diakses pada 2020. Emphysema.
Healthline. Diakses pada 2020. Understanding Chronic Bronchitis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Pneumonia.