• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Alasan Lansia Rentan Alami Hipertensi

Ini Alasan Lansia Rentan Alami Hipertensi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Risiko terjadinya tekanan darah tinggi (hipertensi) akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Berkisar 2 dari 3 orang berusia di atas 75 tahun diperkirakan mengidap hipertensi. Tekanan darah diukur berdasarkan kemampuan darah menekan dinding jantung, yaitu tekanan darah sistolik (saat jantung memompa darah) dan diastolik (saat jantung rileks). 

Lansia umumnya dianggap memiliki tekanan darah normal jika sistolik di bawah 120 dan diastolik kurang dari 80, atau dalam angka dinyatakan 120/80, sementara seseorang dinyatakan mengalami hipertensi jika memiliki sistolik/diastolik di atas 130/80. 

Baca juga: 5 Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Lansia

Mengapa Lansia Rentang Mengalami Hipertensi?

Seperti yang disebutkan sebelumnya, tekanan darah dianggap normal jika berkisar antara 120/80 mmHg. Namun, perlu diketahui bahwa tekanan darah cenderung bervariasi setiap waktu, tergantung pada usia, aktivitas yang dijalani, makanan dan minuman yang dikonsumsi, serta waktu pengukuran. 

Umumnya pada lansia, tekanan darah tergolong tinggi apabila lebih dari 140/90 mmHg. Hal yang terjadi pada tubuh jika hipertensi terjadi pada lansia adalah sakit kepala parah, pusing, penglihatan buram, mual, telinga berdenging, detak jantung tidak teratur, kebingungan, kelelahan, nyeri dada, sulit bernapas, muncul darah dalam urin, serta sensasi berdebar di dada, leher, atau telinga. 

Hipertensi pada lansia dikaitkan dengan proses penuaan yang terjadi pada tubuh. Semakin bertambah usia seseorang, tekanan darah juga semakin meningkat. Meskipun proses penuaan memang sesuatu yang alami, lansia dengan hipertensi tetap berisiko mengalami komplikasi penyakit yang lebih serius. Seperti stroke, kerusakan ginjal, penyakit jantung, kebutaan, diabetes, dan penyakit berbahaya lainnya. 

Baca juga: Bolehkah Lansia Melakukan Diet?

Tips Mengelola Hipertensi pada Lansia

Hipertensi sebaiknya tidak dianggap sepele, terutama jika terjadi pada lansia. Agar hipertensi tidak menjadi komplikasi yang lebih serius, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipertensi pada lansia:

  • Beraktivitas fisik, untuk meningkatkan kebugaran jantung dalam memompa darah. Aktivitas fisik bukan hal yang mudah bagi lansia, sehingga intensitas dan waktunya mungkin perlu disesuaikan dengan kemampuan tubuh. Oleh karena itu, aktivitas fisik yang direkomendasikan untuk lansia cukup sederhana, yaitu jalan kaki, berkebun, atau beres-beres rumah dengan waktu yang singkat (sekitar 20-30 menit per hari). 

  • Konsumsi asupan makanan harian yang sehat. Lansia perlu membatasi asupan makanan berlemak dan tinggi garam. Sebagai pilihannya, lansia dianjurkan untuk memperbanyak makanan berserat, seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian. 

  • Konsumsi obat hipertensi sesuai anjuran dokter. Segera bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc apabila muncul gejala atau efek samping setelah konsumsi obat, seperti mual, muntah, pusing, dan gejala fisik lainnya. 

  • Jaga berat badan ideal. Caranya dengan menerapkan pola makan sehat yang dikombinasikan dengan aktivitas fisik. Memiliki berat badan sehat bisa mengurangi risiko hipertensi di usia tua.

  • Pantau tekanan darah secara rutin untuk menilai efektivitas pengobatan yang sedang dijalani. Selain itu, pemantauan tekanan darah secara rutin juga berguna untuk mengurangi risiko terjadinya komplikasi yang lebih serius.

  • Kelola stres dan cukup istirahat akan membantu menjaga tekanan darah tetap berada pada kondisi normal. Jika memiliki masalah tidur, seperti henti napas sesaat atau sleep apnea, sebaiknya bicarakan pada dokter. 

Baca juga: Alasan Lansia Sering Kena Gangguan Pendengaran

Perlu diketahui juga bahwa obat anti-hipertensi hanya menurunkan tekanan darah ke level normal, bukan menyembuhkan. Tidak jarang bahkan jika lansia harus minum obat seumur hidup. Namun, hipertensi tidak akan mudah kambuh jika kamu menjalani gaya hidup sehat. 

Referensi:
Health in Aging. Diakses pada 2020. High Blood Pressure (Hypertension).
National Institute on Aging. Diakses pada 2020. High Blood Pressure.