Alasan Madu Bisa Picu SIDS pada Bayi di Bawah Usia 1 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Alasan Madu Bisa Picu SIDS pada Bayi di Bawah Usia 1 Tahun

Halodoc, Jakarta - Banyak yang memercayai bahwa memberikan madu pada anak dapat memberi dampak baik. Pasalnya, madu dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak. Meski begitu, pemberian madu pada anak usia di bawah satu tahun sebaiknya tidak dilakukan.

Pemberian madu dapat berakibat fatal ketika diberikan pada bayi di bawah satu tahun. Pasalnya, madu dapat memicu terjadinya SIDS atau dikenal dengan kematian mendadak pada bayi. Apakah yang menyebabkan sindrom ini terjadi? Simak bahasan lengkapnya berikut!

Baca juga: Orangtua Lalai Bisa Sebabkan SIDS pada Bayi

Madu Dapat Picu SIDS

Memang, saat anak ibu sudah mulai mengonsumsi makanan padat, banyak jenis makanan yang ingin diberikan padanya. Walau begitu, ibu juga harus tahu dampak baik dan buruknya dari makanan tersebut. Sebab, jika ibu memberikan makanan yang salah, bukan tidak mungkin sindrom kematian mendadak dapat terjadi.

Salah satu makanan berbahaya yang seharusnya tidak diberikan pada bayi di bawah satu tahun adalah madu. Walaupun makanan tersebut manis dan dipercaya menyehatkan tubuh, anak bayi berusia di bawah satu tahun tidak dapat mengonsumsinya.

Risiko utama madu yang dapat menyebabkan SIDS pada bayi berusia di bawah satu tahun adalah botulisme. Hal ini sangat berisiko tinggi pada bayi dengan usia di bawah 6 bulan. Meskipun terbilang jarang terjadi, tidak menutup kemungkinan SIDS bisa terjadi. Maka dari itu, sebaiknya ibu tidak memberikan madu agar bayi tidak mengalami hal ini.

Gangguan ini terjadi disebabkan oleh masuknya spora Clostridium botulinum yang terkandung di dalam madu. Setelah itu, spora tersebut akan berubah menjadi bakteri di dalam usus yang akan menghasilkan neurotoksin dan menyebabkan bahaya ketika di dalam tubuh, terutama pada bayi yang masih berusia di bawah 1 tahun.

Botulisme yang terjadi termasuk dalam kondisi yang serius. Sekitar 70 persen bayi yang mengalami gangguan ini membutuhkan alat ventilasi mekanis kurang lebih selama 23 hari. Selain itu, rata-rata lama perawatan gangguan ini di rumah sakit sekitar 44 hari. Kemungkinan mengalami kematian sangat kecil, tetapi mengalami kemunduran dapat terjadi.

Baca juga: SIDS pada Bayi Bisa Terjadi Tanpa Penyakit

Selain madu, pemanis cair lainnya seperti sirup jagung, juga dapat menyebabkan kelainan tersebut. Maka dari itu, dokter tidak merekomendasikan untuk memberikan pemanis buatan hingga usianya paling tidak 1 tahun. Cobalah untuk selalu berdiskusi dengan dokter terkait makanan yang diberikan pada Si Kecil.

Ibu bisa lho mendiskusikan kondisi kesehatan Si Kecil pada dokter anak di Halodoc. Tanpa perlu repot, ibu bisa mendiskusikannya kapan dan di mana saja. Ibu juga bisa membeli obat melalui aplikasi ini. Tanpa perlu keluar rumah, pesanan akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu kurang dari satu jam. 

Gejala yang Ditimbulkan oleh Botulisme

Jika bayi mengidap botulisme, kemungkinan ia akan mengalami gejala dalam kurun waktu 12 hingga 36 jam setelah mengonsumsi madu atau makanan sejenisnya. Walau begitu, beberapa bayi yang mengidap kelainan tersebut mungkin saja tidak menunjukkan gejala apapun hingga 14 hari setelah terpapar. Berikut gejala yang umum timbul ketika mengalami botulisme:

  • Tubuh yang melemah.

  • Pola makan yang buruk.

  • Mengalami sembelit.

  • Lebih mudah marah.

  • Lebih sering terlihat lesu.

  • Mengalami kesulitan bernapas.

  • Dalam tahap yang parah, mengalami kejang.

Baca juga: Orangtua, Begini 4 Cara Cegah SIDS pada Bayi

Beberapa gejala tertentu, seperti lesu dan lebih mudah marah, dapat menyebabkan diagnosis dari kondisi tertentu, seperti sepsis atau meningoensefalitis. Maka dari itu, sangat penting untuk memberitahu dokter apabila anak ibu mengonsumsi madu. Dengan begitu, diagnosis yang tepat dan perawatan dini juga dapat dilakukan.

Referensi:
Health Line. Diakses pada 2019. When Is It Safe for Babies to Eat Honey?
Medline Plus. Diakses pada 2019. Sudden infant death syndrome