• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Minyak Ikan Baik Dikonsumsi Anak dengan ADHD
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Minyak Ikan Baik Dikonsumsi Anak dengan ADHD

Alasan Minyak Ikan Baik Dikonsumsi Anak dengan ADHD

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 15 Maret 2021
Alasan Minyak Ikan Baik Dikonsumsi Anak dengan ADHD

Halodoc, Jakarta - Banyak hal yang perlu diperhatikan oleh ibu saat menjalani kehamilan. Mulai dari asupan nutrisi yang seimbang, hingga gaya hidup sehat yang perlu dilakukan. Selain menghindari ibu dari gangguan kehamilan, kebiasaan ini juga dapat membuat kesehatan bayi dalam kandungan tetap terjaga. Dengan begitu, proses tumbuh kembang dapat berjalan optimal.

Baca juga: Pentingnya Mengenali Gejala Awal ADHD pada Anak

Berbagai gangguan kehamilan bisa dialami oleh ibu hamil. Salah satunya adalah kelahiran prematur. Kondisi ini banyak memicu gangguan pada tumbuh kembang anak setelah dilahirkan, salah satunya adalah kondisi ADHD. ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder menjadi salah satu kondisi yang rentan dialami anak ketika melalui proses kelahiran prematur.

Obat-obatan dan terapi bisa digunakan untuk mengatasi ADHD. Namun, benarkah memberikan minyak ikan baik untuk anak ADHD? Simak ulasannya dalam artikel ini, agar ibu dapat memberikan perawatan dan pendampingan yang tepat bagi anak pengidap ADHD.

Kenali Gejala ADHD

Gejala ADHD dapat terlihat sejak anak masih dalam usia dini. Namun, gejala dapat semakin memburuk ketika anak bertambah usia. ADHD memiliki dua gejala utama pada pengidapnya, yaitu kesulitan memusatkan perhatian dan juga berperilaku impulsif.

Namun, tidak semua anak kecil yang kesulitan memusatkan perhatian merupakan pengidap ADHD. Kondisi ini merupakan hal wajar dialami oleh anak-anak, tetapi pada pengidap ADHD kedua gejala ini akan lebih sering dialami oleh anak-anak dalam situasi yang berbeda. Baik di sekolah maupun di rumah.

Kondisi ini juga dapat memengaruhi prestasi dan kualitas hidup anak di rumah. Kenali kedua gejala utama dari ADHD, agar kamu dapat melakukan pemeriksaan saat anak mengalami beberapa gejala tersebut.

Gejala pertama adalah kesulitan memusatkan perhatian. Gejala ini membuat ADHD kesulitan fokus, kurang teliti, sering melakukan kesalahan kecil, seringkali tidak mengikuti aturan yang berlaku saat melakukan kegiatan apapun, sering menghindari atau menolak pekerjaan yang dikerjakan dalam jangka panjang, lupa dalam kegiatan sehari-hari, serta mudah teralihkan perhatiannya.

Baca juga: Ibu Harus Tahu, Ini 4 Penyebab ADHD pada Anak

Gejala kedua adalah perilaku impulsif. Saat anak mengalami gejala ini, biasanya anak akan sulit untuk duduk tenang dalam waktu yang lama, kebiasaan menggerakkan tangan atau kaki, berlari dan memanjat di waktu yang tidak tepat, sering memotong pembicaraan, berbicara terlalu banyak, hingga sering mengganggu aktivitas orang lain.

Penanganan ADHD

ADHD nyatanya bisa diatasi dengan melakukan pengobatan dan terapi. Obat-obatan yang diberikan biasanya digunakan untuk mengurangi gejala ADHD yang dialami. Selain dengan obat-obatan, benarkah minyak ikan baik dikonsumsi untuk anak ADHD? Umumnya, anak-anak dengan kondisi ADHD memiliki kadar asam lemak omega-3 lebih rendah dibandingkan anak lainnya.

Nah, kondisi ini memicu gejala dan juga gangguan perilaku yang kerap terjadi pada pengidap ADHD. Minyak ikan sendiri mengandung dua jenis asam lemak omega-3 penting yang dibutuhkan oleh anak-anak. Untuk itu, pemberian minyak ikan yang mengandung asam lemak omega-3 dinilai efektif sebagai penanganan dan pengobatan pengidap ADHD.

Meskipun penelitian masih terus dilakukan untuk memastikan pengonsumsian minyak ikan baik pada pengidap ADHD, tetapi tidak ada salahnya memberikan minyak ikan pada anak. Selain aman untuk dikonsumsi, minyak ikan juga memiliki banyak manfaat lain bagi kesehatan anak.

Namun, pastikan anak mengonsumsi minyak ikan dengan dosis yang tepat agar tidak berlebihan. Ibu bisa gunakan Halodoc dan bertanya langsung pada dokter anak mengenai jumlah pemberian minyak ikan yang tepat bagi anak.

Baca juga: Terapi Psikologi untuk Menemani Anak dengan ADHD

Selain pengobatan, ADHD juga bisa ditangani dengan melakukan terapi. Terapi yang dilakukan oleh pengidap ADHD juga dinilai efektif untuk mengatasi gangguan mental lain yang menyertai kondisi ini. Mulai dari depresi, gangguan cemas, hingga stres.

Bukan hanya pengidap ADHD, orangtua, kerabat, bahkan guru di sekolah pun perlu mendapatkan edukasi terbaik mengenai ADHD agar kondisi ini dapat ditangani dengan baik. Lakukan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, memenuhi kebutuhan istirahat anak, dan juga mengajak anak melakukan aktivitas fisik setiap hari.

Referensi:
The Association of UK Dietitians. Diakses pada 2021. Fish Oils and Children.
National Health Service UK. Diakses pada 2021. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
Very Well Mind. Diakses pada 2021. Symptoms of Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).