• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Osteomalasia Dapat Menurunkan Fungsi Tulang Kering

Alasan Osteomalasia Dapat Menurunkan Fungsi Tulang Kering

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Alasan Osteomalasia Dapat Menurunkan Fungsi Tulang Kering

Halodoc, Jakarta – Ada beberapa kondisi yang ternyata bisa menurunkan fungsi tulang kering, salah satunnya osteomalasia. Sebelumnya perlu diketahui, tulang kering merupakan tulang terbesar kedua di tubuh manusia. Tulang ini menghubungkan antara lutut dengan pergelangan kaki dan memiliki fungsi untuk menopang dan menjaga postur tubuh. 

Nah, terjadinya gangguan pada tulang, salah satunya osteomalasia, nyatanya bisa meningkatkan risiko penurunan fungsi tulang kering. Osteomalasia disebut juga bisa menyebabkan tulang menjadi mudah melengkung atau bahkan patah. Alhasil, fungsi utama dari tulang (termasuk tulang) kering bisa terganggu. Hal ini bisa terjadi karena penyebab dari osteomalasia, yaitu kekurangan vitamin D. 

Baca juga: Bikin Tulang Mudah Patah, Ini Fakta Penyakit Osteomalasia

Mencegah Osteomalasia Agar Tulang Kering Tetap Sehat

Osteomalasia merupakan gangguan yang terjadi pada proses pembentukan tulang. Kondisi ini menyebabkan tulang tidak dapat mengeras, sehingga rentan mengalami bengkok bahkan patah. Salah satu penyebab utama dari kondisi ini adalah kekurangan asupan vitamin D, kalsium, atau fosfor. Seluruh asupan tersebut nyatanya dibutuhkan untuk proses pengerasan tulang. 

Alasan osteomalasia bisa menurunkan fungsi tulang kering terletak pada penyebab penyakit ini. Bukan rahasia, bahwa vitamin D, kalsium, dan fosfor adalah “makanan” yang penting untuk tulang. Sehingga, kekurangan asupan nutrisi tersebut bisa memengaruhi kondisi kesehatan tulang secara keseluruhan, termasuk tulang kering. Semakin lama penurunan fungsi bisa terjadi bahkan semakin buruk. 

Gangguan osteomalasia menyebabkan tulang tidak mengeras dengan sempurna, sehingga rawan mengalami gangguan. Selain kekurangan asupan vitamin D dan kalsium, ada beberapa kondisi lain yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami osteomalasia, di antaranya kurang mendapat paparan sinar matahari, obesitas, berusia lanjut, gangguan fungsi hati atau ginjal, serta efek samping dari obat tertentu. 

Baca juga: Alami Cedera, Ini Cara Tingkatkan Fungsi Tulang Kering

Kondisi ini juga rentan menyerang orang yang memiliki riwayat penyakit celiac, yaitu penyakit yang menyebabkan usus halus tidak dapat menyerap nutrisi dari makanan, termasuk kalsium dan vitamin D. Risiko osteomalasia juga menjadi lebih tinggi pada orang yang pernah menjalani operasi pengangkatan lambung, baik sebagian ataupun seluruhnya. 

Maka dari itu, untuk menghindari penurunan fungsi tulang kering, kamu juga harus melakukan langkah pencegahan osteomalasia. Nyatanya, jenis gangguan tulang ini bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup yang sehat. Hal pertama yang bisa dilakukan untuk merawat dan menjaga kesehatan tulang adalah dengan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D. 

Sementara untuk mengatasi osteomalasia, kamu bisa mengonsumsi suplemen yang mengandung kalsium atau vitamin D. Selain itu, pastikan juga untuk rutin berjemur di bawah matahari pagi. Sebab, paparan sinar matahari pagi bisa merangsang tubuh dan membantu produksi vitamin D yang dibutuhkan untuk menjaga tulang. 

Tidak berbeda jauh dengan cara mencegah penurunan fungsi tulang kering, osteomalasia juga bisa dicegah dengan memenuhi kebutuhan vitamin D. Beberapa jenis makanan yang disarankan untuk memenuhi asupan nutrisi ini adalah minyak ikan, telur, sereal, roti, susu, atau yoghurt. Selain konsumsi makanan, asupan vitamin dan suplemen khusus mungkin juga bisa membantu. 

Baca juga: 11 Makanan yang Wajib Dikonsumsi untuk Mencegah Osteomalasia

Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi suplemen, ada baiknya untuk berbicara terlebih dahulu pada dokter. Jika sudah mendapat resep terbaik, kamu bisa membelinya melalui fitur toko kesehatan di aplikasi Halodoc. Dengan layanan antar, pesanan kamu akan dikirim ke rumah dengan cepat dan aman. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi 
Healthline. Diakses pada 2020. Osteomalacia.
WebMD. Diakses pada 2020. What Is Osteomalacia?
Healthline. Diakses pada 2020. Tibia. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Shin Splints.