Alasan Patah Tulang Belakang Rentan Dialami Wanita Menopause

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Alasan Patah Tulang Belakang Rentan Dialami Wanita Menopause

Halodoc, Jakarta – Patah tulang belakang disebut lebih rentan menyerang wanita dibanding pria, terutama wanita yang mengalami menopause di usia dini. Hal itu ternyata berkaitan dengan kondisi dan struktur tulang yang dimiliki wanita. Beberapa pendapat menyebut bahwa wanita memiliki struktur tulang yang lebih tipis dibandingkan pria. Hal ini menyebabkan wanita menjadi lebih rentan terserang gangguan tulang, misalnya penyakit osteoporosis. 

Kabar buruknya, risiko gangguan pada tulang menjadi lebih tinggi pada wanita yang sudah memasuki masa menopause. Osteoporosis adalah penyakit yang menyerang tulang, dan terjadi karena bagian tersebut melemah serta kehilangan kekuatannya. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan tulang menjadi lebih lemah, mulai dari pertambahan usia, kurang asupan vitamin D, faktor genetik, hingga pengaruh hormon. Risiko gangguan pada tulang meningkat hingga 4 kali lebih besar pada wanita yang sudah memasuki masa menopause. 

Baca juga: Menopause Dini Bisa Terjadi di Usia 30an

Waspada Bahaya Patah Tulang Belakang 

Patah tulang adalah kondisi yang sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan kondisi ini terjadi, misalnya pertambahan usia, pola hidup yang tidak sehat, kurang asupan kalsium, serta perubahan hormon, terutama hormon estrogen disebut memengaruhi risiko seorang wanita mengalami gangguan tulang. Gangguan hormon pada wanita bisa menyebabkan penyakit seperti osteoporosis, osteoarthritis, hingga patah tulang belakang.

Meski pertambahan usia, serta menopause adalah proses normal yang tidak bisa dihindari, gangguan tulang tetap bisa dicegah. Agar terhindar dari patah tulang belakang maupun osteoporosis, pastikan untuk menjaga kesehatan tulang dengan memenuhi asupan kalsium dan vitamin D melalui makanan. Kamu bisa membeli suplemen khusus yang mengandung vitamin D melalui aplikasi Halodoc. Dengan layanan antar, pesanan akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam. Download sekarang di App Store dan Google Play. 

Baca juga: Ketahui 4 Penyebab Osteoporosis pada Wanita

Dalam tubuh manusia, hormon memiliki fungsi dalam mencegah rasa sakit pada tulang rawan yang berada di antara tulang sendi dan bantal tulang. Selain itu, hormon juga berguna untuk mencegah rasa sakit muncul saat tubuh bergerak, dan membuatnya menjadi lebih lancar. Penurunan kadar hormon estrogen akibat menopause menjadikan proteksi terhadap rasa sakit itu pun berkurang dan memicu peningkatan risiko gangguan pada tulang.

Patah tulang belakang merupakan salah satu cedera yang bisa terjadi pada saraf tulang belakang, dan biasanya terjadi karena adanya kerusakan atau gangguan pada saraf yang terletak pada saluran tulang belakang. Kondisi ini umumnya terjadi karena ada kerusakan pada jaringan, bantalan, tulang, atau saraf tulang belakang itu sendiri. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi, salah satunya kelumpuhan.   

Ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko cedera saraf tulang belakang, di antaranya adalah pergeseran, patah, atau terkilir pada tulang punggung. Kondisi tersebut bisa saja terjadi karena kecelakaan, berolahraga, serta mengalami kekerasan secara fisik. Patah tulang belakang juga bisa terjadi karena kondisi kesehatan tertentu yang bisa melemahkan tulang, misalnya osteoporosis, kanker tulang, serta menopause. 

Baca juga: Jangan Panik, Inilah Pertolongan Pertama pada Patah Tulang

Cedera pada tulang belakang, maupun saraf tulang belakang bisa menjadi hal yang berbahaya, sebab saraf tulang belakang memiliki peran yang sangat penting dalam pengiriman sinyal dari otak ke seluruh tubuh, dan sebaliknya. Saat seseorang mengalami gangguan ini, penanganan dan pengobatan harus segera dilakukan. Menunda pengobatan juga bisa memperburuk kondisi dan menimbulkan komplikasi.