• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Pemain Esports Rentan Alami Carpal Tunnel Syndrome
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Pemain Esports Rentan Alami Carpal Tunnel Syndrome

Alasan Pemain Esports Rentan Alami Carpal Tunnel Syndrome

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 06 Januari 2022

“Siapa bilang pemain esport bebas dari cedera? Olahraga elektronik ini mengandalkan tangan untuk bermain. Penekanan pada tangan pada waktu yang lama bisa menyebabkan cedera tangan atau carpal tunnel syndrome. Cedera tangan ini terjadi akibat iritasi saraf pergelangan tangan.”

Alasan Pemain Esports Rentan Alami Carpal Tunnel Syndrome

Halodoc, Jakarta – Cedera hampir selalu terjadi di semua jenis olahraga, bahkan dalam esports (olahraga elektronik) sekalipun. Pemain esport rentan mengalami cedera pergelangan tangan atau lengan, karena dalam kegiatan ini memang lebih mengandalkan tangan. Nah, dalam dunia medis kondisi ini juga disebut carpal tunnel syndrome.

Carpal tunnel syndrome merupakan iritasi saraf median di dalam terowongan karpal, struktur anatomi yang ditemukan di pangkal tangan. Ketika saraf median teriritasi karena tekanan, peradangan, atau peregangan, maka gejala carpal tunnel syndrome akan muncul. 

Penyebab Pemain Esport Rentang Alami Carpal Tunnel Syndrome

Carpal tunnel syndrome cenderung dialami oleh orang yang menghabiskan banyak waktu menggunakan komputer atau laptop dengan posisi tubuh yang keliru. Itulah sebabnya, seorang  gamer atau pemain esport mungkin saja mengalami kondisi ini.

Carpal tunnel syndrome sering terjadi di tangan kanan karena perpanjangan pergelangan tangan yang terlalu lama memegang tetikus (mouse). Maka dari itu, penting untuk mengetahui beberapa anatomi dasar pergelangan tangan dan tangan untuk memahami carpal tunnel syndrome. 

Kata “carpal” dalam carpal tunnel syndrome mengacu pada tulang di pangkal tangan. Ada 8 tulang carpal di pangkal tangan, 3 di antaranya menempel pada lengan bawah dan membentuk sendi pergelangan tangan. 

Tulang-tulang ini berorientasi dalam dua baris, proksimal (lebih dekat ke pergelangan tangan) dan distal (lebih dekat ke jari-jari). Tulang terdapat dari sisi ibu jari ke sisi kelingking tangan dengan telapak tangan menghadap ke atas.

Di seberang tulang-tulang terdapat pita fasia (jaringan ikat padat) yang disebut fleksor retinakulum (sering disebut ligamen karpal transversal). Di sisi ibu jari telapak tangan, menempel pada tulang skafoid dan trapesium. Di sisi kelingking telapak tangan, menempel pada tulang pisiform dan hamate.

Kedelapan tulang karpal dan retinakulum fleksor membentuk terowongan karpal. Perlu diketahui bahwa terowongan karpal mengacu pada struktur anatomi normal di tangan. Carpal tunnel bukanlah suatu kondisi, tapi sebaliknya carpal tunnel syndrome adalah kondisinya. Melalui terowongan ini, 10 struktur lewat dari lengan bawah ke tangan:

  • Fleksor digitorum profundus (4 tendon terpisah). Tendon ini melenturkan (menutup) jari, termasuk ujung jari. 
  • Fleksor digitorum superfisialis (4 tendon terpisah). Tendon ini melenturkan (menutup) jari, tidak termasuk ujung jari.
  • Fleksor polisis longus (1 tendon). Tendon ini melenturkan (menutup) ibu jari, termasuk ujung ibu jari saraf median. 

Gejala Carpal tunnel syndrome

Jika kamu terkena carpal tunnel syndrom, kemungkinan akan mengalami satu atau lebih dari gejala berikut:

  • Perubahan sensasi pada ibu jari, telunjung, dan jari tengah.
  • Merasa kesemutan atau mati rasa di jari-jari. Biasanya dimulai dari ujung jari.
  • Kelemahan yang hanya akan terjadi pada ibu jari.
  • Lemah dalam mencengkeram atau mencubit. Kemungkinan kamu lebih mudah menjatuhkan barang-barang kecil.
  • Pengecilan otot.
  • Jika mengalami kompresi saraf parah atau kronis, kamu mungkin akan melihat adanya penurunan massa otot di pangkal ibu jari.

Gejala lainnya berupa:

  • Gejala lebih jelas dan meluas di pergelangan tangan.
  • Memburuknya gejala di malam hari.
  • Gejala mereda atau membaik setelah berjabat tangan.

Pencegahan dan Perawatan Carpal Tunnel Syndrome

Melakukan olahraga atau latihan fisik rutin perlu dilakukan untuk mengurangi risiko semua cedera pada gamer, termasuk carpal tunnel syndrome.

  • Posisi tangan dan pergelangan tangan perlu dijaga tetap netral.
  • Untuk gamer PC, angkat pergelangan tangan agar sejajar dengan keyboard dan mouse. Gunakan bantal lembut untuk elevasi dan menghindari tekanan yang intens pada saraf media. 

Untuk gamer PC dan konsol:

  • Buka dan tutup tangan beberapa kali.
  • Tekuk pergelangan tangan ke depan dan ke belakang, sisi ke sisi, dan putar pergelangan tangan beberapa kali.

Penggunaan tangan berlebihan dapat menyebabkan tenosinovitis atau cedera lain yang dapat menyebabkan saraf media berdesakan. Maka sebaiknya beristirahat saat lelah dan lakukan peregangan yang tepat. 

Itulah yang perlu kamu ketahui mengenai carpal tunnel syndrome. Jika kamu mengalami gejala carpal tunnel syndrom, segera temui dokter untuk mendapatkan pemeriksaan. Kamu bisa membuat jadwal bertemu dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Science Daily. Diakses pada 2021. Elite-level video gaming requires new protocols in sports medicine
Esport Healthcare. Diakses pada 2021. Carpal tunnel syndrome: sadly misdiagnosed all the time
WebMD. Diakses pada 2021. What Exercises Help for Carpal Tunnel Syndrome?
WebMD. Diakses pada 2021. Carpal Tunnel Syndrome.