• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Pengidap Diabetes Tipe 1 Rentan Kena Tinea Corporis

Alasan Pengidap Diabetes Tipe 1 Rentan Kena Tinea Corporis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Alasan Pengidap Diabetes Tipe 1 Rentan Kena Tinea Corporis

Halodoc, Jakarta - Pernahkah mendengar keluhan pada kulit bernama tinea corporis? Tinea corporis adalah infeksi jamur atau kurap pada badan, lengan, leher, dan tungkai. Seseorang yang terinfeksi tinea corporis mengalami ruam melingkar yang terasa gatal pada tubuhnya. 

Infeksi ini disebabkan oleh jamur yang berbeda-beda. Jamur-jamur tersebut memengaruhi bagian-bagian tubuh yang berbeda. Umumnya, tinea corporis lebih mudah menyebar di daerah beriklim hangat dan lembap.

Tinea corporis memang bukan tergolong penyakit kulit yang serius dan mudah diobati. Namun, kondisi ini mudah menyebar dan menular. Pertanyaannya, kondisi apa saja yang meningkatkan risiko terjadi tinea corporis? Benarkah pengidap diabetes tipe 1 rentan terhadap penyakit kulit ini? 

Baca juga: Kapan Tinea Corporis Sebaiknya Diperiksakan ke Dokter?

Diabetes Tipe 1 Lebih Berisiko?

Pada dasarnya terdapat faktor risiko yang memicu tinea corporis, yaitu: 

  • Obesitas atau kegemukan.
  • Sirkulasi darah yang tidak normal.
  • Kondisi tempat tinggal yang lembap, serta buruknya sirkulasi udara di dalam rumah.
  • Sirkulasi darah yang tidak normal.
  • Sistem imunitas tubuh yang lemah.
  • Mengenakan pakaian yang terlalu sempit atau ketat.
  • Mengikuti olahraga dengan frekuensi kontak antar kulit cukup tinggi, seperti gulat.
  • Pernah terinfeksi jamur sebelumnya.
  • Berbagi pakaian, seprai, atau handuk dengan pengidap tinea corporis.

Bagaimana dengan pengidap diabetes tipe 1? Faktanya pengidap diabetes tipe 1 juga rentan terhadap serangan tinea corporis. Diabetes (baik diabetes tipe 1 atau 2) dapat menyebabkan melemahnya sistem imun tubuh. Nah, seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah cukup rentan terhadap masalah kulit, termasuk infeksi jamur.  

Di samping itu bakteri, virus, dan jamur, termasuk ragi (infeksi ragi), dapat menyebabkan infeksi jika sistem kekebalan seseorang tidak dapat mengontrol kadar dalam tubuh. 

Menurut studi pada 2018 yang mencakup data dari lebih dari 300.000 orang, menunjukkan seseorang dengan diabetes tipe 1 atau tipe 2 memiliki risiko infeksi yang lebih tinggi, termasuk infeksi jamur, daripada orang tanpa kondisi tersebut.

Hal yang perlu ditegaskan, pada pengidap diabetes gejala infeksi jamur dapat bertambah parah, dan lebih cepat daripada pada orang lain. Selain itu, infeksinya juga lebih sulit diobati. Parahnya lagi, bila infeksi tidak kunjung sembuh, maka bisa berujung pada komplikasi.

Baca juga: Ini Hewan yang Berisiko Menularkan Tinea Corporis

Kenali Gejala Tinea Corporis

Gejala umum yang biasanya muncul pada pengidap tinea corporis adalah gatal-gatal pada kulit. Bahkan terkadang, kulit juga mengalami eksfoliasi atau pengelupasan. Kondisi ini sering berkembang pada badan, kaki, maupun lengan.

Gejala tinea corporis biasanya mulai muncul pada 4-10 hari setelah tubuh terpapar jamur. Beberapa tanda dan gejala umum tinea corporis lainnya, antara lain:

Munculnya ruam berbentuk lingkaran yang berwarna kemerahan atau keperakan pada kulit, dengan tepian yang sedikit timbul dibanding dengan daerah disekitarnya.

Bagian tengah dari lingkaran jamur tampak seperti kulit yang sehat. Namun, sebenarnya kondisi tersebut dapat menimbulkan luka yang berisi cairan atau nanah di sekitarnya.

Kulit terasa gatal, bersisik, kemudian meradang.

Gegara Serangan Jamur

Penyebab tinea corporis adalah sejumlah kecil jamur yang hanya bisa dilihat di bawah mikroskop, yang dikenal dengan dermatofit (tinea). Jamur dermatophytes menjadi penyebab utama tinea corporis. Jamur ini dapat berkembang biak pada jaringan keratin, merupakan jaringan yang keras dan anti-air pada kulit, rambut, atau kuku. 

Berikut ini cara penularan jamur yang dapat terjadi, yaitu:

  • Adanya kontak fisik dengan pengidap yang terinfeksi tinea corporis.
  • Adanya kontak fisik manusia dengan hewan yang terinfeksi tinea corporis.
  • Adanya kontak fisik manusia dengan benda-benda yang telah terkontaminasi.
  • Adanya kontak fisik manusia dengan tanah. Kondisi ini jarang sekali terjadi, tetapi manusia juga berisiko terkena tinea corporis melalui tanah yang mengandung spora jamur.

Nah, andaikan dirimu atau terdapat orang terdekat mengidap kondisi ini, berikut beberapa cara menghentikan penyebaran infeksi jamur, yaitu:

  • Hindari penggunaan toilet umum.
  • Rutin mencuci pakaian, handuk, serta seprai.
  • Kenakan pakaian yang berukuran longgar.
  • Bersihkan setiap hari kulit yang terinfeksi, serta keringkan seluruhnya.
  • Hindari menggaruk bagian kulit yang terinfeksi jamur.

Baca juga: Kebiasaan Sederhana yang Bisa Mencegah Tinea Corporis

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 



Referensi:
MSD Manual. Diakses pada 2021. Body Ringworm (Tinea Corporis).
Healthline. Diakses pada 2021. Ringworm of the Body (Tinea Corporis).
Medical News Today. Diakses pada 2021. Diabetes and yeast infections (candidiasis)