• Home
  • /
  • Alasan Pengidap Gangguan Autoimun Butuh Tes Serologi

Alasan Pengidap Gangguan Autoimun Butuh Tes Serologi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Alasan Pengidap Gangguan Autoimun Butuh Tes Serologi

Halodoc, Jakarta – Tes serologi adalah tes darah yang dilakukan untuk memeriksa antibodi dalam darah. Tes serologi berfokus pada protein yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh. Sistem vital tubuh ini berfungsi untuk menjaga kesehatan dengan menghancurkan “penjajah” asing yang dapat membuat seseorang sakit. 

Seseorang dengan gangguan imun akan melakukan sebaliknya. Sistem kekebalan tubuh akan memberikan respons pada sel, jaringan, atau organnya sendiri. Respons ini menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan. Informasi selengkapnya, bisa dibaca di bawah ini!

Mengapa Tes Serologi Diperlukan

Tes serologi dilakukan untuk membantu mengetahui kerja sistem kekebalan tubuh. Antigen adalah zat yang memicu respons dari sistem kekebalan tubuh. Antigen terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Mereka dapat memasuki tubuh manusia melalui mulut, kulit yang rusak, atau melalui saluran hidung. Antigen yang biasanya memengaruhi kesehatan seseorang adalah: 

  1. Bakteri.

  2. Jamur.

  3. Virus.

  4. Parasit.

Sistem kekebalan bertahan melawan antigen dengan memproduksi antibodi. Antibodi ini adalah partikel yang menempel pada antigen dan menonaktifkannya. Pengujian darah dilakukan untuk mengidentifikasi jenis antibodi dan antigen yang ada dalam sampel darah, serta jenis infeksi yang dimiliki.

Kadang-kadang tubuh salah mengira jaringan sehatnya sendiri dan menghasilkan antibodi yang tidak perlu. Ini dikenal sebagai gangguan autoimun. Tes serologi dapat mendeteksi antibodi ini dan membantu dokter mendiagnosis gangguan autoimun.

Informasi selengkapnya mengenai tes serologi dan hubungannya dengan gangguan autoimun bisa ditanyakan langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Ada berbagai jenis tes untuk mendeteksi keberadaan berbagai jenis antibodi. Ini termasuk:

  1. Uji aglutinasi untuk menunjukkan apakah antibodi yang terpapar antigen tertentu akan menyebabkan penggumpalan partikel.

  2. Tes presipitasi untuk mengukur keberadaan antibodi dalam cairan tubuh.

  3. Tes Western blot untuk mengidentifikasi adanya antibodi antimikroba dalam darah melalui reaksi dengan antigen target.

Perawatan yang diberikan setelah tes serologi bisa bervariasi. Ini tergantung pada apakah antibodi ditemukan, sifat respons imun, dan tingkat keparahannya. Pemberian antibiotik atau jenis obat lain dapat membantu tubuh melawan infeksi. 

Bahkan jika hasilnya normal, dokter mungkin akan meminta tes tambahan jika berpikir kamu mungkin memiliki infeksi. Kemungkinan akan terjadi peningkatan jumlah bakteri, virus, parasit, atau jamur dalam tubuh seiring berjalannya waktu. 

Sebagai tanggapan, sistem kekebalan tubuh akan menghasilkan lebih banyak antibodi. Ini membuat antibodi lebih mudah dideteksi karena infeksi semakin memburuk. Hasil tes juga dapat menunjukkan adanya antibodi yang terkait dengan kondisi kronis, seperti gangguan autoimun.

Mungkin sulit untuk mendiagnosis gangguan autoimun, terutama pada tahap awal apalagi jika beberapa organ atau sistem tubuh terlibat. Selain tes darah, ada beberapa metode diagnosis lain, seperti pemeriksaan fisik, riwayat kesehatan, biopsi, dan sinar-X.

Menurut informasi kesehatan yang dipublikasikan oleh Better Health Channel, disebutkan kalau ada sekitar 80 gangguan autoimun, mulai dari yang ringan sampai yang melumpuhkan, tergantung pada sistem tubuh mana yang sedang diserang dan sampai sejauh mana. 

Untuk alasan yang tidak diketahui jelas, perempuan lebih rentan ketimbang laki-laki, terutama selama masa subur. Diperkirakan bahwa hormon seks setidaknya sebagian ikut bertanggung jawab pada risiko seorang perempuan mengalami gangguan autoimun. Tidak ada obat untuk gangguan autoimun yang hanyalah mengelola gejala. 

Referensi:

Better Health Channel. Diakses pada 2020. Autoimmune disorders.
Healthline. Diakses pada 2020. What is Serology?
Lab Tests Online. Diakses pada 2020. Autoimmune Diseases.
Walk-In-Lab. Diakses pada 2020. Autoimmune Test.