• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Pengidap Gangguan Kepribadian Ambang Bisa Kena PTSD

Alasan Pengidap Gangguan Kepribadian Ambang Bisa Kena PTSD

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Banyak hal yang dapat memengaruhi suasana hati setiap orang. Namun, jika suasana hati kerap tidak stabil setiap saat, mungkin saja kamu mengidap gangguan kepribadian ambang. Selain suasana hati dan emosi yang labil, pengidapnya juga kerap menyakiti diri sendiri.

Seseorang yang mengidap gangguan kepribadian ambang perlu mendapatkan penanganan dengan cepat sebelum mengalami beberapa komplikasi. Salah satu komplikasi yang dapat terjadi adalah post-traumatic stress disorder (PTSD). Maka dari itu, kamu harus tahu alasan kenapa seseorang dapat mengidap PTSD disebabkan oleh gangguan kepribadian ambang. Berikut ulasannya!

Baca juga: Ini Komplikasi Kesehatan Akibat Gangguan Kepribadian Ambang

Hubungan Antara Gangguan Kepribadian Ambang dengan PTSD

Borderline personality disorder (BPD) dan gangguan stres pasca-trauma (PTSD) memang umumnya terjadi secara bersamaan. Kemungkinan risiko seseorang mengalami keduanya mencapai 25-60 persen, yang memang terbilang tinggi.

Gangguan kepribadian ambang dan PTSD diyakini disebabkan oleh peristiwa traumatis yang pernah terjadi. Semua rasa trauma terhadap pikiran, perasaan, dan perilaku yang timbul biasanya adalah hasil trauma saat masih anak-anak. Maka dari itu, trauma masa kecil yang terjadi dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami PTSD.

Gejala dari PTSD dan BPD juga dapat tumpang tindih satu sama lain. Seseorang dengan PTSD dan juga BPD sama-sama menimbulkan kesulitan untuk mengelola emosi dan suasana hati. Hal tersebut menyebabkan perasaan kerap berubah dalam waktu yang cepat. Pengidapnya juga kerap mengalami kesulitan untuk mengelola rasa marahnya.

Baca juga: Cara Pengidap Gangguan Kepribadian Ambang Memuaskan Dirinya

Gejala dari Gangguan Kepribadian Ambang (BPD) dan PTSD

Seseorang yang mengidap PTSD dan BPD dapat mengalami konsekuensi secara fisik dan psikologis. Pengidap kedua penyakit tersebut cenderung mengalami lebih banyak gejala psikologis dan fisik, termasuk:

  • Bermasalah dengan pengendalian rasa marah.
  • Kerap merasa gelisah hingga depresi.
  • Disosiasi.
  • Impulsif.
  • Mengalami masalah terhadap interpersonal.
  • Gejala obsesif-kompulsif.
  • Mempunyai pikiran untuk bunuh diri.

Memang sudah dilakukan penelitian pada seseorang yang hanya mengidap BPD dibandingkan yang juga mengidap PTSD secara bersamaan. Ada lebih banyak konsekuensi untuk mengidap kedua kondisi tersebut secara bersamaan. PTSD dapat membuat beberapa gejala BPD menjadi lebih intensif. Gejala-gejala tersebut dapat diperburuk dengan gejala tambahan, seperti:

  • Memengaruhi disregulasi.
  • Disosiasi dan intrusi.
  • Upaya untuk melakukan bunuh diri.

Selain itu, jika kamu merasakan beberapa gejala gangguan kepribadian ambang atau PTSD dan butuh pandangan dari ahlinya, dokter atau psikolog dari Halodoc siap membantu. Caranya cukup dengan download aplikasi Halodoc dan manfaatkan fitur Chat atau Voice/Video Call untuk berinteraksi langsung dengan dokter.

Baca juga: Ini Beda Mood Swing dan Gangguan Kepribadian Ambang

Pengobatan dari Gangguan Kepribadian Ambang dan PTSD

Seseorang yang mengidap kedua gangguan tersebut secara bersamaan harus mendapatkan penanganan. Terdapat beberapa perawatan yang efektif untuk dilakukan agar dapat mengatasinya, seperti terapi perilaku dialektik, yang berguna untuk mengatasi BPD dan secara bersamaan dapat mengurangi gejala dari PTSD.

Banyak keterampilan baru yang diajarkan saat seseorang mendapatkan terapi tersebut, seperti cara mengatur emosi dan melakukan sesuatu yang efektif untuk menjaga hubungan interpersonal. Beberapa kemampuan tersebut juga dapat membantu seseorang dengan gangguan PTSD. Beberapa penanganan yang dilakukan oleh diri sendiri juga tersedia untuk menangani BPD dan secara bersamaan dapat membuat PTSD menjadi lebih baik.

Itulah pembahasan mengenai gangguan kepribadian ambang yang juga dapat meningkatkan risiko PTSD. Kedua gangguan tersebut harus mendapatkan penanganan, untuk mencegah dampak yang berbahaya. Salah satu yang benar-benar perlu dicegah adalah upaya untuk bunuh diri.

Referensi:
Very Well Mind. Diakses pada 2020. Having Both PTSD & Borderline Personality Disorder.
Bridges to Recovery. Diakses pada 2020. Causes of Borderline Personality Disorder.