Alasan Pengidap Hipertensi Bisa Terkena Degenerasi Makula

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Alasan Pengidap Hipertensi Bisa Terkena Degenerasi Makula

Halodoc, Jakarta - Dari banyaknya masalah pada mata yang umum menyerang lansia, degenerasi makula juga disebut dengan age-related macular degeneration (AMD/ARMD), salah satu yang mesti diwaspadai. 

Kondisi ini merupakan menurunnya kualitas penglihatan pusat, kemampuan seseorang untuk memandang lurus ke depan. 

Makula sendiri merupakan area kecil di lapisan bagian dalam retina mata. Nah, area inilah yang memegang peranan penting untuk bisa melihat dengan baik di kala terang maupun gelap.  

Ketika seseorang mengidap degenerasi makula, penglihatan sisi (peripheral vision) tak memiliki jumlah sel yang sama dengan makula, sehingga menghasilkan penglihatan yang tak fokus atau tajam.

Pertanyaannya, apa sih yang menyebabkan degenerasi makula? Benarkah hipertensi bisa memicunya? 

Baca juga: Idap Degenerasi Makula, Waspada Komplikasi Akibatnya

Kurangnya Oksigen pada Mata

Selain karena faktor usia, hipertensi juga bisa memicu terjadinya degenerasi makula. Terutama pada pengidap darah tinggi lama dapat memengaruhi kondisi endotel pada pembuluh darah, terutama pembuluh darah mata.

Di samping itu, hipertensi ini juga bisa membatasi jumlah oksigen yang masuk ke mata. Nah, kondisi inilah yang akan memicu berbagai masalah pada mata, termasuk meningkatkan risiko terjadinya degenerasi makula. 

Hal yang perlu digarisbawahi, ada pula faktor-faktor lainnya yang bisa meningkatkan risiko degenerasi makula. Contohnya: 

    • Genetik, orang yang memiliki degenerasi makula memiliki kemungkinan untuk menurunkan penyakit ini kepada keturunan berikutnya.

    • Diet, pola konsumsi sehari-hari dapat berpengaruh pada tingkat oksidan dan antioksidan yang berpengaruh pada regenerasi jaringan retina mata.

    • Merokok menghasilkan oksidan yang mempengaruhi penuaan jaringan retina mata.

    • Obesitas.

    • Etnis Kaukasia.

    • Sering terpapar sinar matahari.

Baca juga: Sering Diabaikan, 6 Penyebab Retina Mata Rusak

Penyebabnya sudah, bagaimana dengan gejalanya? 

Gejala Berdasarkan Jenisnya

Seseorang yang mengidap degenerasi makula, umumnya akan mengalami berbagai keluhan. Umumnya, gejala awal yang muncul yaitu hilangnya kualitas penglihatan secara tiba-tiba atau perlahan. Nah, berikut ini beberapa gejala degenerasi makula berdasarkan jenisnya: 

AMD Kering 

  • Memburuknya penglihatan pusat, meski telah menggunakan kacamata.
  • Penglihatan yang sama atau tidak jelas.
  • Warna terlihat kurang cerah.
  • Sulit beradaptasi dengan cahaya redup.

AMD Basah

  • Mengalami distorsi visual garis, garis lurus jadi terlihat bergelombang.
  • Adanya titik buta pada penglihatan.
  • Halusinasi visual pada pengidap AMD yang parah, ketika pengidapnya melihat gambar yang berbeda, mulai dari gambar yang sederhana hingga yang rumit. 

Baca juga: 7 Penyakit Tak Biasa Pada Mata

Kering dan Basah, Apa Bedanya? 

Degenerasi makula terbagi menjadi dua jenis, basah dan kering, dengan penyebab yang berbeda. Ketimbang AMD basah, AMD kering merupakan jenis yang paling ditemui. Kemungkinan AMD ini baru terdeteksi ketika pengidapnya melakukan pemeriksaan mata. 

  • AMD Kering

Degenerasi makula jenis ini diawali dengan munculnya penumpukan zat sisa di bawah retina. Penumpukan zat yang disebut drusen ini, bila semakin banyak akan berpengaruh pada penglihatan. Hal yang perlu diperhatikan, pada tahap lanjut, AMD kering ini bisa menyebabkan menipisnya sel yang berada di lapisan bagian luar retina. 

  • AMD Basah

AMD basah bisa disebabkan karena menurunkan kondisi bagian luar retina (retinal pigment epithelium/RPE). Selain itu, AMD kering juga bisa disebabkan karena tumbuhnya pembuluh darah baru yang rapuh dari pembuluh darah kecil yang ada di belakang lapisan makula. 

Pembuluh darah ini mudah bocor, sehingga bisa mengeluarkan darah yang menyebabkan jaringan parut di makula. Hal yang perlu digarisbawahi, AMD basah bisa mengganggu penglihatan pusat dalam waktu yang lebih cepat ktimbang AMD kering. Kira-kira dalam kurun waktu minggu hingga bulan. Dalam beberapa kasus, bahkan bisa dalam hitungan jam bila terjadi perdarahan. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa kapan dan di mana saja mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
American Macular Degeneration Foundation. Diakses pada 2019. Risk Factors for Macular Degeneration.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Dry Macular Degeneration.  
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Wet Macular Degeneration. 
Web MD. Diakses pada 2019. How Does High Blood Pressure Affect Your Risk for Age-Related Macular Degeneration (AMD)?