• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Pengidap Kolesistitis Perlu Hindari Makan Gorengan

Alasan Pengidap Kolesistitis Perlu Hindari Makan Gorengan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Alasan Pengidap Kolesistitis Perlu Hindari Makan Gorengan

Halodoc, Jakarta - Semua orang memiliki kantong empedu di dalam tubuhnya yang berguna untuk menyimpan cairan empedu guna mencerna lemak. Meski begitu, terkadang kamu dapat mengalami gangguan pada bagian tersebut yang dapat menimbulkan sakit perut yang terasa seperti tusukan. Gangguan yang dapat menimbulkan gejala tersebut adalah kolesistitis.

Seseorang yang mengidap gangguan ini benar-benar harus menjaga tubuhnya, karena bukan tidak mungkin penyakit ini dapat menyebabkan kekambuhan berkali-kali. Salah satu cara yang dapat dilakukan agar masalah di dalam perut ini tidak kambuh adalah dengan menghindari beberapa makanan, termasuk juga gorengan. Untuk mengetahui lebih jelasnya, kamu dapat membaca ulasan berikut ini!

Baca juga: 8 Tanda Seseorang Terkena Kolesistitis

Gorengan Harus Dihindari oleh Pengidap Kolesistitis

Kantong empedu bersama dengan pankreas dan organ lainnya mempunyai fungsi untuk membantu proses pencernaan. Namun, beberapa jenis makanan tertentu dapat menyebabkan bagian tersebut mengalami peradangan dan teriritasi, bahkan membentuk batu empedu. Saat meradang, gangguan itu disebut juga dengan kolesistitis. Saat mengidap gangguan ini, kamu dapat merasakan sakit yang benar-benar parah.

Gangguan kolesistitis dapat terjadi ketika empedu dari hati menjadi sangat terkonsentrasi yang akhirnya dapat membentuk batu empedu. Saat terdapat batu empedu, yang dapat menghambat aliran zat empedu merupakan penyebab paling umum dari peradangan pada kantong empedu. Hal tersebut mengakibatkan adanya penumpukan zat empedu yang akhirnya menimbulkan peradangan.

Lalu, apa alasannya seseorang dengan gangguan kolesistitis harus menghindari konsumsi gorengan?

Makanan yang diolah dengan cara digoreng terbilang sulit untuk dicerna oleh sistem pencernaan pada kebanyakan tubuh. Hal itu karena makanan tersebut memiliki kandungan lemak yang tinggi. Saat mengonsumsi makanan ini terlalu banyak, tubuh dapat memicu serangan kantong empedu dan menimbulkan peradangan. Selain itu, minyak yang terkandung di dalam makanan tersebut juga sulit untuk terurai saat masuk ke sistem pencernaan dan menyebabkan masalah lain.

Selain gorengan, jenis makanan lainnya yang harus dihindari untuk dikonsumsi saat mengidap kolesistitis adalah karbohidrat olahan. Makanan ini dapat meningkatkan risiko untuk menyebabkan seseorang mengalami gangguan pada kantong empedu.

Baca juga: Pola Hidup yang Menurunkan Risiko Terkena Kolesistitis 

Salah satu jenis karbohidrat olahan adalah gula, yang jika dikonsumsi terlalu banyak dapat melipatgandakan risiko untuk mengakibatkan timbulnya batu pada empedu. Beberapa jenis lainnya adalah tepung putih, biji-bijian olahan, makanan yang dipanggang, serta permen dan coklat.

Maka dari itu, pastikan kamu menghindari konsumsi beberapa jenis makanan tersebut untuk menjaga kesehatan kantong empedu, sehingga bagian sistem pencernaan tubuh bekerja dengan normal. Dengan begitu, segala gangguan yang dapat terjadi termasuk kolesistitis dapat dihindari.

Obesitas Juga Tingkatkan Risiko Kolesistitis

Selain makanan, seseorang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas juga berisiko lebih tinggi untuk mengalami peradangan pada kantong empedu. Maka dari itu, jika kamu ingin menghindari kolesistitis, ada baiknya untuk mengurangi bobot tubuh. Hal tersebut juga dapat mengurangi gangguan peradangan pada kantong empedu dan gejala yang berhubungan dengan masalah tersebut.

Baca juga: Fatal, Komplikasi Kolesistitis Sebabkan Pecahnya Kantong Empedu

Namun, jika perasaan sakit yang dirasakan terus terjadi bahkan bertambah parah, ada baiknya untuk langsung bertanya pada ahli medis. Kamu dapat menanyakan semua hal tersebut pada dokter dari Halodoc. Caranya hanya cukup dengan download aplikasi Halodoc dan dapatkan jawaban langsung dari ahlinya tanpa perlu ke luar rumah. Nikmati kemudahannya sekarang juga!

Referensi:
Live Strong. Diakses pada 2020. Inflammation of the Gall Bladder From Fatty Foods.
Healthline. Diakses pada 2020. Gallbladder Diet.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Diet tips for a healthy gallbladder.