Alasan Selingkuh Lebih Menyakitkan daripada Perpisahan untuk Anak

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Alasan Selingkuh Lebih Menyakitkan daripada Perpisahan untuk Anak

Halodoc, Jakarta – Setiap orang berhak untuk dicintai dan mencintai, apalagi anak-anak. Buah hati yang sudah dilahirkan yang tumbuh baik dengan atau tanpa kasih sayang keluarga memiliki karakter berbeda-beda.

Perhatian ayah dan ibu dalam tumbuh kembang anak dapat memberikan dampak yang siginifikan dalam pribadi seorang anak. Istilah anak broken home sering diidentikkan dengan anak yang tumbuh dari orang tua yang bercerai. Namun, tidak selalu anak dari keluarga broken home tidak dapat tumbuh dengan baik atau mencapai prestasi yang baik pula. Semua tergantung pada orang tua yang memberikan kasih sayang untuk anak.

Sebenarnya, dampak perceraian dari orang tua bisa bermacam-macam. Tidak selalu negatif, karena biarpun bercerai namun tetap ada orang tua yang berkomitmen untuk memberikan kasih sayang utuh kepada buah hatinya. Meski tidak lagi terikat dalam pernikahan, bukan berarti orang tua tidak bisa memberikan perhatian bagi buah hatinya.

Sedangkan pengaruh negatif dari perceraian itu sendiri, bukanlah ketika orang tua Si Anak akhirnya memutuskan untuk berpisah. Melainkan penyebab perceraian itu sendiri yang sebenarnya menyakiti hati anak. Menurut psikiater dan penulis Scott Haltzman, menyatakan kalau ada efek dari perceraian karena orang tua yang berselingkuh bisa memberikan efek negatif.

Belum banyak yang mengetahui bahwa sebenarnya rasa sedih atau sakit yang dirasakan anak sebenarnya bukan ketika mereka diberitahu soal perselingkuhan kedua orang tuanya. Menurut Scott, ketika salah satu orang tua memilih untuk berpisah karena adanya hubungan emosional atau fisik lain itulah yang paling menyakitkan untuk anak.

Menurut Scott, saat terjadi perselingkugan maka artinya salah satu dari orang tua sudah melakukan penipuan terhadap komitmen untuk pasangan dan keluarganya. Anak yang melihat bahwa kedua orang tuanya berpisah karena perselingkuhan mereka akan memiliki pandangan baru soal pernikahan. Terutama dalam kehidupannya di masa yang mendatang.

Penelitian yang dilakukan psikoloh Ana Nogales, menemukan kalau sekitar 75 persen anak akan merasa telah dikhianati jika orang tuanya melakukan perselingkuhan. Sedangkan sekitar 80 persen merasa bahwa perselingkuhan mengubah cara pandang seorang anak terhadap cinta dan hubungan asmara di masa depannya. Lalu sekitar 70 persen merasa bahwa perselingkuhan memengaruhi kepercayaan mereka terhadap orang lain.

Menurut Ana, meski tidak semua namun sekitar 55 persen anak yang berasal dari keluarga yang salah satu orang tuanya pernah berselingkuh pada akhirnya akan menjadi orang yang selingkuh juga.

Perpisahan orang tua akibat perselingkuhan memberikan efek jangka panjang bagi anak. Apalagi jika selama hidupnya, anak melihat bagaimana hubungan orang tuanya yang baik-baik saja tiba-tiba retak karena kehadiran orang ketiga. Kepercayaan mereka terhadap orang terdekat pun bisa luntur. Ada kegelisahan dan rasa tidak percaya dalam diri anak yang akan dibawa hingga dewasa.

Inilah mengapa, orang tua yang bercerai perlu memberikan perhatian ekstra bagi anaknya. Ada saat ketika pada akhirnya anak menerima perpisahan orang tua namun bukan berarti hatinya tidak terluka. Justru, anak butuh perhatian yang sangat besar. Ia butuh diyakinkan agar ia tidak merasa dikhianati akibat hubungan orang tua yang tidak langgeng lagi.

Kondisi kesehatan anak adalah prioritas utama yang menjadi tanggung jawab orang tua. Oleh karena itu, baik ayah atau ibu harus selalu siaga untuk menjaga kesehatan Si Buah Hati. Jika sakit, gunakan aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Selain itu, produk kesehatan yang dibutuhkan seperti suplemen dan vitamin pun bisa dibeli di Halodoc dan pesanan akan diantar dalam satu jam. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.