• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Sering Terjadi Anemia setelah Operasi

Alasan Sering Terjadi Anemia setelah Operasi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Anemia adalah istilah umum untuk menunjukkan kondisi tubuh yang kekurangan sel darah merah yang sehat. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan anemia. Selain kurangnya asupan nutrisi tertentu atau penyakit, menjalani operasi bisa membuat seseorang kehilangan banyak darah, sehingga akhirnya mengalami anemia. 

Anemia adalah salah satu risiko yang umum terjadi akibat operasi. Setelah operasi, ada sebanyak 90 dari 100 pasien mengalami anemia akibat perdarahan yang berkaitan dengan prosedur medis tersebut. 

Baca juga: Perdarahan Usai Sedot Lemak, Ini 4 Hal yang Perlu Diketahui

Mengapa Anemia Sering Terjadi Setelah Operasi?

Anemia secara luas didefinisikan sebagai jumlah sel darah merah atau hemoglobin (molekul yang membawa oksigen dalam sel darah merah) yang lebih dari normal. Seseorang bisa mengalami anemia ketika tubuhnya menghasilkan terlalu sedikit sel darah merah dan atau kehilangan jumlah sel darah merah yang sangat banyak melalui perdarahan.

Prosedur medis seperti operasi berpotensi menyebabkan perdarahan dengan tingkat keparahan yang berkisar dari ringan hingga mengancam jiwa, tergantung jenis operasi yang dilakukan.

Operasi invasif minimal yang melibatkan sayatan kecil biasanya menyebabkan hanya sedikit perdarahan daripada operasi terbuka. Bagi orang yang memiliki gangguan perdarahan seperti hemofilia, dokter biasanya menyarankan untuk menjalani laparoskopi daripada operasi terbuka bila memungkinkan. Saat ini, semakin banyak operasi yang bisa dilakukan secara laparoskopi, sehingga bisa mengurangi risiko komplikasi dan waktu pemulihan.

Sementara operasi trauma sering menyebabkan jumlah perdarahan yang signifikan. Beberapa cedera, seperti fraktur gabungan pada tulang mayor juga dikaitkan dengan kehilangan darah yang signifikan. Jenis operasi ini yang menyebabkan anemia setelah operasi. 

Baca juga: Menjalani Laparoskopi, Apa yang Perlu Disiapkan?

Gejala Anemia setelah Operasi

Anemia setelah operasi bisa menyebabkan gejala-gejala, seperti:

  • Kelelahan.
  • Kelemahan.
  • Kulit pucat.
  • Nyeri dada.
  • Pusing.
  • Mudah tersinggung.
  • Tangan dan kaki mati rasa atau dingin.
  • Kesulitan bernapas.
  • Detak jantung meningkat.
  • Sakit kepala.
  • Keinginan untuk makan es (mungkin merupakan tanda kekurangan zat besi).

Anemia yang sangat parah juga bisa menyebabkan kerusakan organ dan kematian. Orang yang mengalami anemia pada waktu rangkaian operasi juga memiliki lebih banyak komplikasi dari operasi, seperti risiko infeksi yang lebih tinggi, kebutuhan yang lebih lama untuk bantuan pernapasan dengan mesin, dan tingkat kematian yang lebih tinggi daripada orang yang tidak mengalami anemia setelah operasi. 

Oleh karena itu, bila seseorang memiliki anemia, mengobati kondisi tersebut sebelum operasi sangat penting, apalagi bila anemia sudah parah.

Cara Mengatasi Anemia setelah Operasi

Anemia setelah operasi yang parah seringkali bisa diatasi dengan transfusi darah, yang bisa menyelamatkan jiwa. Namun, ada kemungkinan komplikasi bisa terjadi setelah transfusi. Kebutuhan akan transfusi darah meningkat dalam operasi yang menyebabkan banyak kehilangan darah. Pasien yang mengalami anemia sebelum menjalani operasi biasanya juga membutuhkan transfusi darah.

Obat-obatan yang merangsang produksi sel darah merah juga sudah disetujui penggunaannya untuk mengatasi anemia setelah operasi, dan terbukti mengurangi kebutuhan transfusi darah pada pasien anemia yang kehilangan banyak darah saat operasi.

Obat-obatan ini bekerja paling baik bila diberikan beberapa minggu sebelum operasi. Karena itu, penting untuk mendiagnosis, mengevaluasi dan mengobati anemia sesegera mungkin saat operasi direncanakan. Dokter mungkin juga memberikan perawatan lain berdasarkan penyebab anemia kamu.

Baca juga: Begini Cara Merawat Anemia Berdasarkan Jenisnya

Bila kamu termasuk salah satu orang yang mengidap anemia, kamu bisa mengatasi kondisi tersebut dengan memenuhi kebutuhan nutrisi untuk pembentukan darah dengan cara mengonsumsi berbagai macam makanan bergizi.

Selain itu, kamu juga bisa mengonsumsi suplemen penambah darah, seperti zat besi, vitamin B12, dan asam folat. Nah, kamu bisa beli suplemen yang kamu butuhkan lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya sekarang juga untuk memudahkan kamu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap.

Referensi:
VeryWell. Diakses pada 2021. Anemia After Surgery.
TriHealth. Diakses pada 2021. Anemia in Surgery