• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Sirosis Dapat Sebabkan Hipoalbuminemia

Alasan Sirosis Dapat Sebabkan Hipoalbuminemia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Hipoalbuminemia terjadi ketika kadar albumin dalam darah sangat rendah. Albumin adalah protein darah yang membentuk sebagian besar plasma darah. Plasma adalah bagian cairan dari darah yang menahan protein dan sel darah.

Sebagai protein utama dalam plasma darah, albumin memiliki banyak fungsi, termasuk menjaga tekanan pada pembuluh darah dan mengangkut zat, seperti hormon dan obat-obatan. Itulah sebabnya kadar albumin rendah, darah tidak dapat menjalankan fungsinya secara efektif. Sirosis dapat memicu terjadinya hipoalbuminemia. Itu ketika hati gagal memproduksi albumin. Informasi selengkapnya baca di sini!


Hubungan Sirosis dan Hipoalbuminemia


Jadi ketika ditanyakan kenapa sirosis dapat menyebabkan hipoalbuminemia jawabannya adalah karena sirosis memicu kegagalan produksi albumin. Ketika albumin tidak bisa diproduksi, sudah pasti kadarnya akan menurun. Kondisi inilah yang disebut dengan hipoalbuminemia.

Lebih jauh mengenai sirosis, ini menyebabkan jaringan parut secara bertahap yang menggantikan sel-sel hati yang sehat. Biasanya, terjadi dalam jangka waktu yang lama karena infeksi atau kecanduan alkohol. 


Baca juga: Siapa Saja yang Berisiko Alami Penyakit Sirosis?


Hati berfungsi menyaring racun dari darah, membuat enzim yang membantu kamu mencerna makanan, menyimpan gula dan nutrisi, serta membantu kamu melawan infeksi. Setiap kali hati terluka, ia memperbaiki dirinya sendiri dan membentuk jaringan parut yang keras. Ketika terlalu banyak jaringan parut yang terbentuk, organ ini tidak dapat bekerja dengan baik.

Biasanya kerusakan yang diakibatkan oleh sirosis tidak dapat diatasi secara total. Namun, hati masih bisa bekerja meski sebagian diangkat melalui operasi. Jika sirosis disebabkan oleh hepatitis jangka panjang, mengobati infeksi dapat menurunkan kemungkinan kamu mengalami lebih banyak masalah kesehatan. Apalagi jika kerusakannya terdeteksi lebih awal. 

Jika kamu mengalami obesitas atau diabetes, menurunkan berat badan dan mengontrol gula darah dapat mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh penyakit hati berlemak. Jika kerusakan disebabkan oleh penyalahgunaan alkohol, kamu dapat menangani sirosis dengan lebih baik jika segera berhenti minum minuman beralkohol.


Baca juga: Ini Pilihan Pengobatan untuk Atasi Hipoalbuminemia


Nah, terkait dengan hipoalbuminemia, ada beberapa penyebab yang memicu kondisi ini selain sirosis tentunya. Beberapa diantaranya adalah: 

1. Asupan Nutrisi yang buruk. Kamu tidak cukup mengonsumsi protein, atau kamu kehilangan protein yang biasanya terjadi selama periode sakit.

2. Peningkatan ekskresi (atau hilangnya) albumin dari tubuh akibat disfungsi ginjal. Ginjal mungkin tidak berfungsi dengan baik karena sejumlah kondisi. Mulai dari kebocoran albumin dalam urine yang menyebabkan hipoalbuminemia. Beberapa bentuk penyakit hati, seperti hepatitis, atau kanker di hati yang menyebar bisa menyebabkan kamu kehilangan albumin, sehingga mengakibatkan hipoalbuminemia.


Baca juga: 4 Makanan Sehat untuk Pengidap Hipoalbuminemia


3. Kondisi jantung tertentu. Ini termasuk juga gagal jantung kongestif, atau perikarditis yang menyebabkan kamu memiliki kadar albumin yang rendah dalam darah.

4. Masalah pada perut. Termasuk penyakit radang usus, atau limfoma yang dapat menyebabkan hipoalbuminemia.

5. Bentuk atau kondisi kanker lain. Ini termasuk sarkoma atau amiloidosis. 


Penanganan Hipoalbuminemia

Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut mengenai hipoalbuminemia cari tahu langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Ikuti instruksi dokter tentang cara menaikkan tingkat albumin darah. Perawatan untuk tingkat albumin yang rendah didasarkan pada penyebabnya. Pastikan kamu memberi tahu dokter tentang obat lain yang dikonsumsi yang bisa jadi memicu interaksi dengan obat yang akan dikonsumsi untuk penanganan hypoalbuminemia.

Bicaralah dengan dokter tentang diet yang tepat. Misalnya, jika kamu memiliki kadar albumin rendah dalam darah karena nutrisi yang tidak tepat, kamu mungkin didorong untuk makan makanan berprotein tinggi. 

Jika hipoalbuminemia disebabkan oleh disfungsi hati, kamu mungkin akan menjalani pembatasan cairan, dan diet khusus. Hindari alkohol, karena alkohol dapat memperburuk gejala hipoalbuminemia (terutama dengan penyakit hati). Ikuti semua rekomendasi dokter termasuk tindak lanjut tes darah dan tes laboratorium untuk memantau hipoalbuminemia.



Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Cirrhosis and Your Liver.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Cirrhosis.
Chemocare. Diakses pada 2020. Hypoalbuminemia.