• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Tes Kolesterol dan Trigliserida Dilakukan Bersamaan

Alasan Tes Kolesterol dan Trigliserida Dilakukan Bersamaan

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Lemak dalam tubuh itu banyak jenisnya. Dua di antaranya adalah kolesterol dan trigliserida. Agar tidak memicu penyakit lain yang lebih serius, kadar kedua lemak tersebut perlu dijaga dan dipantau. Cara untuk memantau kadar kolesterol dan trigliserida adalah dengan tes kolesterol.

Tes kolesterol adalah prosedur pemeriksaan untuk mengetahui kadar lemak di dalam darah. Tes ini bisa dilakukan untuk mengetahui kadar kolesterol dan trigliserida sekaligus. Alasannya karena kolesterol dan trigliserida sama-sama merupakan lemak dalam tubuh. Meski namanya “tes kolesterol”, pada dasarnya pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kadar berbagai macam lemak dalam tubuh. 

Baca juga: Ini Batas Kadar Kolesterol yang Normal Bagi Wanita

Tes Kolesterol Juga Deteksi Kadar Trigliserida dan Lemak Lain

Seperti telah disebutkan tadi, tes kolesterol bertujuan untuk mendeteksi kadar kolesterol dan trigliserida secara bersamaan. Bagi orang yang memiliki riwayat kolesterol atau trigliserida tinggi, tes ini perlu dilakukan secara berkala. Jika kadar kolesterol dan trigliserida tidak terkontrol, risiko berbagai macam penyakit tentu akan meningkat.  

Secara umum, tes kolesterol bisa dilakukan untuk mengukur kadar 4 jenis lemak dalam tubuh, yaitu:

1. HDL (High Density Lipoprotein)

High density lipoprotein atau dikenal juga dengan sebutan kolesterol baik adalah salah satu jenis lemak yang keberadaannya penting dalam tubuh. Mengapa penting? Sebab, HDL dapat membantu tubuh mengeluarkan kolesterol jahat dari dalam darah dan mencegah penumpukan lemak dalam pembuluh. Idealnya, kadar HDL dalam darah adalah sekitar 40 mg/dL.

2. LDL (Low Density Lipoprotein)

Kebalikannya dari HDL, low density lipoprotein (LDL) adalah kolesterol jahat yang dalam tubuh “diberantas” oleh kolesterol baik, jika kadar keduanya normal. LDL disebut kolesterol jahat karena dapat menyebabkan penumpukan lemak di dalam pembuluh darah. Batas aman kadar LDL dalam tubuh adalah 100-129 mg/dL. 

3. Trigliserida

Trigliserida sebenarnya adalah lemak yang dibutuhkan tubuh, sebagai cadangan energi. Namun, sama seperti LDL, kadar lemak ini juga tidak boleh terlalu tinggi, karena dapat meningkatkan risiko penyakit, terutama jantung. Batas aman kadar trigliserida dalam tubuh tidak lebih dari 150 mg/dL.

Baca juga: 6 Cara Menjaga Kadar Kolesterol Saat Liburan

4. Kolesterol Total

Selain tiga jenis kolesterol tadi secara terpisah, tes kolesterol juga dapat dilakukan untuk mengetahui kadar kolesterol total dalam tubuh, yang mencakup HDL, LDL, dan trigliserida. Normalnya, kadar kolesterol total yang sehat adalah kurang dari 200 mg/dL.

Tes kolesterol sangat penting dilakukan, meski kamu tidak memiliki riwayat kolesterol tinggi sekalipun. Menurut American Heart Association, tes kolesterol idealnya dilakukan setiap 5 tahun sekali, setelah lewat usia 20 tahun. Jika kamu ingin tes kolesterol dengan mudah, download saja aplikasi Halodoc untuk pesan layanan pemeriksaan laboratorium, yang bisa dilakukan di rumah.

Jika Tes Kolesterol Menunjukkan Angka yang Tinggi

Setelah menjalani tes kolesterol, lalu hasilnya menunjukkan kadar kolesterol dan trigliserida tinggi, apa yang harus dilakukan? Tentu saja mengembalikan kadarnya kembali ke normal. Namun, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan lain, seperti tes gula darah, untuk mengecek kemungkinan adanya diabetes dan tes hormon tiroid untuk memeriksa fungsi tiroid.

Baca juga: Menurunkan Kolesterol atau Berat Badan, Mana yang Lebih Dahulukan?

Secara alami, kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi dapat diturunkan dengan mengadopsi gaya hidup sehat, seperti:

  • Olahraga Teratur

Berolahraga teratur setiap harinya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kadar kolesterol baik dalam tubuh. Tak hanya itu, olahraga teratur juga dapat membantu menjaga berat badan tetap ideal.

  • Makan Sehat Bergizi Seimbang

Kurangi konsumsi makanan yang tinggi lemak, gula, dan karbohidrat. Sebaliknya, perbanyak konsumsi makanan dengan kandungan serat yang tinggi. 

  • Hindari Rokok

Jika kamu memiliki kebiasaan merokok aktif, sebaiknya mulai coba hentikan. Sebab, kebiasaan ini dan kadar kolesterol tinggi adalah kombinasi terbaik untuk meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah.

Kalau setelah menerapkan perubahan gaya hidup itu kolesterol dan trigliserida tak kunjung normal, bicarakan dengan dokter. Biasanya, dokter akan meresepkan obat yang dapat membantu menurunkan kadarnya.

Referensi:
Centers for Diseases Control and Prevention. Diakses pada 2020. How and When to Have Cholesterol Checked.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Cholesterol Test.
American Heart Association. Diakses pada 2020. How To Get Your Cholesterol Tested.