• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Amankah‌ ‌Berhubungan‌ ‌Intim‌ ‌saat‌ ‌Hamil‌ ‌Muda?‌

Amankah‌ ‌Berhubungan‌ ‌Intim‌ ‌saat‌ ‌Hamil‌ ‌Muda?‌

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Amankah‌ ‌Berhubungan‌ ‌Intim‌ ‌saat‌ ‌Hamil‌ ‌Muda?‌

Halodoc, Jakarta – Bisa dibilang trimester pertama kehamilan adalah masa-masa yang rawan. Mual, merasa lelah setiap saat, mood yang jelek adalah hal-hal yang biasa terjadi di trimester pertama. Lalu apakah aman berhubungan intim saat sedang hamil muda? Ternyata, berhubungan intim saat hamil muda baik untuk meningkatkan mood yang positif.

Jadi, sebenarnya tidak ada masalah berhubungan intim saat hamil muda. Otot-otot yang mengelilingi rahim serta cairan ketuban di dalamnya membantu melindungi bayi saat berhubungan intim. Lendir yang tersumbat pada pembukaan serviks juga dapat mencegah kuman masuk. Mr P juga tidak dapat menyentuh atau merusak rahim saat berhubungan intim. 

Keguguran saat Hamil Muda Dipicu Hubungan Intim?

Memang benar kalau kemungkinan keguguran secara umum lebih tinggi selama trimester pertama dibandingkan dengan trimester lainnya. Namun, penting untuk diperhatikan bahwa berhubungan intim bukanlah penyebabnya.

Banyak penyebab dari keguguran di trimester pertama. Bisa karena kelainan kromosom yang berkembang selama pembuahan embrio, infeksi dan penyakit ibu, masalah hormon, kelainan rahim, penggunaan obat-obatan tertentu, beberapa pilihan gaya hidup seperti merokok dan penggunaan narkoba, serta gangguan reproduksi yang mengganggu kesuburan, seperti endometriosis dan sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Baca juga: Ini 5 Penyebab Keguguran dan Cara Menghindarinya

Bisa jadi kamu tidak ingin berhubungan intim di masa awal kehamilan karena perubahan mood, dan itu sah saja. Hanya saja, kamu tidak perlu menghindari hubungan intim hanya karena takut keguguran. 

Ada banyak alasan mengapa bumil mengalami pendarahan ringan atau bercak pada trimester pertama dan kebanyakan tidak ada hubungannya dengan aktivitas hubungan intim. 15 hingga 25 persen bumil mengalami perdarahan pada trimester pertama bisa dikarenakan implantasi sel telur yang telah dibuahi. 

Pendarahan yang lebih berat dapat menunjukkan masalah seperti plasenta previa atau kehamilan ektopik. Kehamilan membuat serviks mengalami beberapa perubahan besar. Hormon kehamilan bisa membuatnya lebih kering dari biasanya dan bahkan bisa menyebabkan pembuluh darah lebih mudah pecah. 

Baca juga: Waspada, Ini Kelainan pada Kehamilan

Kadang-kadang berhubungan intim dapat menyebabkan iritasi ringan pada Miss V, sehingga menyebabkan pendarahan atau bercak ringan, yang akan terlihat merah muda. Kondisi ini termasuk normal dan akan hilang dalam satu atau dua hari.

Bumil perlu mewaspadai jika kondisi pendarahan menunjukkan gejala sebagai berikut:

1. Berlangsung lebih dari 1 atau 2 hari.

2. Berwarna merah tua atau berat (mengharuskan bumil untuk sering mengganti pembalut).

3. Diiringi dengan kram, demam, nyeri, atau kontraksi.

Pastikan kesehatan kehamilanmu di Halodoc. Bumil bisa menanyakan apa saja dan dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor bumil bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Sakit saat Berhubungan Intim, Normalkah?

Berhubungan intim bisa menjadi sesuatu yang tidak nyaman atau bahkan sakit di masa kehamilan. Sebagian besar karena perubahan hormonal yang terjadi di tubuh. Mulai dari: 

1. Vagina kering karena perubahan hormonal.

2. Keinginan buang air kecil atau merasakan tekanan tambahan pada kandung kemih.

3. Payudara dan puting yang sakit.

Jika begitu menyakitkan hingga bumil sampai menghindarinya, bicarakan dengan dokter. Mungkin ada penyebab medis yang mendasari, atau bumil bisa mengupayakan perubahan posisi dengan pasangan. 

Baca juga: 3 Faktor yang Bisa Sebabkan Keguguran

Kram saat berhubungan intim di masa hamil muda juga kerap terjadi. Orgasme yang melepaskan oksitosin, dan air mani, yang mengandung prostaglandin; kombinasi keduanya dapat menyebabkan kontraksi rahim dan membuat bumil mengalami kram ringan selama beberapa jam setelah berhubungan intim. Ini adalah kondisi yang normal selama kramnya ringan dan hilang segera. Intinya, berhubungan intim saat hamil muda boleh-boleh saja. Memang bisa memicu kontraksi tapi sifatnya hanya sementara dan tidak memiliki risiko yang signifikan.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Can Sex in the First Trimester Cause Miscarriage? Early Pregnancy Sex Questions.
National Health Service. Diakses pada 2020. Sex in pregnancy.