• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Amankah Ibu Menyusui untuk Minum Cefadroxil?

Amankah Ibu Menyusui untuk Minum Cefadroxil?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Amankah Ibu Menyusui untuk Minum Cefadroxil?

Halodoc, Jakarta – Cefadroxil adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi tertentu yang disebabkan oleh bakteri seperti infeksi pada kulit, tenggorokan, amandel, dan saluran kemih. Antibiotik seperti cefadroxil tidak bisa digunakan untuk mengobati pilek, flu, atau infeksi virus lainnya. 

Menggunakan antibiotik saat tidak diperlukan akan meningkatkan risiko terkena infeksi di kemudian hari yang menolak pengobatan antibiotik. Apakah ibu menyusui aman minum cefadroxil? Baca selengkapnya di sini!

Baca juga: 4 Asupan yang Perlu Dihindari Ibu Menyusui

Aman Dikonsumsi Ibu Menyusui dengan Ketentuan

Cefadroxil tidak akan memiliki dampak pada ASI, sehingga tidak menimbulkan efek buruk pada bayi yang disusui. Cefadroxil tidak terdeteksi pada kebanyakan ASI selama satu jam pertama setelah mengonsumsi obat tersebut. 

Perlu diketahui bahwa beberapa obat aman dikonsumsi selama kehamilan, sementara obat lain mungkin memiliki efek buruk pada bayi yang belum lahir. Sangat penting untuk memeriksa setiap obat, termasuk obat bebas dan suplemen alami, untuk menentukan apakah aman dikonsumsi saat hamil. Ini sangat penting karena selama trimester pertama kehamilan (0-13 minggu) adalah waktu yang penting untuk perkembangan embrio dan janin.

Obat-obatan juga bisa masuk ke dalam ASI dalam jumlah kecil. Meskipun sebagian besar aman untuk dikonsumsi ibu dan tidak akan membahayakan bayi yang menyusui, beberapa obat seperti agen sitotoksik, litium, radiofarmasi, dan retinoid harus dihindari.

Jika ibu sedang hamil atau menyusui, ada baiknya bertanya dulu kepada dokter sebelum mengonsumsi jenis obat tertentu. Jika ingin berkonsultasi langsung ke dokter dan ingin membuat janji temu, gunakan saja Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang!

Berikut ini adalah panduan untuk mengonsumsi obat yang aman:

1. American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa banyak efek pengobatan pada bayi yang menyusui dan belum diketahui. Oleh karena itu, minum obat dilakukan jika benar-benar dibutuhkan, dengan dosis terendah dan dalam waktu sesingkat mungkin.

2. Jika memungkinkan, minumlah obat sekali sehari setelah menyusui. 

3. Perhatikan apakah bayi mengalami efek samping seperti kantuk, lekas marah, atau potensi reaksi lain setelah ibu mengonsumsi obat.

4. Hindari pengobatan jangka panjang. Obat yang bekerja lebih pendek akan lebih cepat dikeluarkan dari tubuh demikian juga konsumsi satu jenis obat saja.

5. Tindakan pencegahan khusus mungkin diperlukan pada bayi prematur, karena ukuran dan sistem organ mereka bahkan kurang berkembang dibandingkan bayi yang lahir cukup bulan.

6. Tanyakan kepada dokter tentang risiko dan manfaat obat apa pun yang diresepkan saat ibu menyusui.

7. Jika mengonsumsi lebih dari satu obat atau kombinasi obat tertentu, ikuti anjuran menyusui untuk menghindari dampak pengobatan.

Baca juga: 5 Makanan yang Perlu Dihindari Ibu Hamil

Menyusui adalah masa-masa yang penting dan menguras emosi, sehingga terkadang ibu lupa merawat diri. Karenanya sangat penting untuk tetap merawat diri dan menjaga kesehatan. Menjaga nutrisi adalah salah satunya. 

Panduannya adalah cobalah makan makanan yang sehat dan seimbang, minum banyak cairan agar tetap terhidrasi. Selain itu, konsumsi sekitar 500 kalori ekstra setiap hari dan teruslah minum vitamin prenatal.

Kemudian, jangan lupa untuk berolahraga untuk menjaga berat badan tetap stabil. Berikan ASI kepada bayi sebelum ibu mulai berolahraga. Latihan akan lebih nyaman jika payudara tidak terlalu penuh dengan ASI, jadi kenakan bra yang tepat.

Baca juga: 7 Makanan untuk Pertumbuhan Tulang Janin

Tetap terhidrasi dengan baik, terutama dalam cuaca panas. Jika ibu banyak berkeringat selama latihan rutin, minumlah lebih banyak. Mandi setelah berolahraga kemudian basuh payudara setelah berolahraga dan sebelum menyusui untuk menghilangkan keringat dari payudara dan puting. Keringat memiliki rasa yang asin, dan beberapa bayi bisa mati rasa karena rasanya.

Referensi:

Drugs.com. Diakses pada 2021. Safe Medication Use During Breastfeeding.
Drugs.com. Diakses pada 2021. Cefadroxil use while Breastfeeding.
Medline. Diakses pada 2021. Cefadroxil.
Very Well Family. Diakses pada 2021. Self-Care for the Breastfeeding Mother.