Amankah Mendonorkan Darah di Masa Pandemi Covid-19?

Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   16 September 2021
Amankah Mendonorkan Darah di Masa Pandemi Covid-19?Amankah Mendonorkan Darah di Masa Pandemi Covid-19?

“Banyak orang yang khawatir untuk melakukan donor darah di masa pandemi. Padahal, tidak ada bukti bahwa COVID-19 dapat menular melalui darah. Penularan utama COVID-19 adalah melalui tetesan (droplet) batuk atau bersin dari seseorang yang terinfeksi. Jadi, kamu tidak perlu ragu untuk mendonorkan darah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.”

Halodoc, Jakarta – Semenjak COVID-19 merebak, semua orang dihimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah supaya terhindar dari penularan virus. Banyak industri yang merasakan dampak pandemi COVID-19 akibat pembatasan tersebut, termasuk organisasi pengumpulan darah, seperti Palang Merah Indonesia. Akibatnya, stok darah mengalami penurunan yang sangat drastis karena banyak orang yang ragu untuk mendonorkan darahnya. 

Padahal, setiap rumah sakit sangat membutuhkan donor darah untuk dapat merawat pasien yang membutuhkan. Selain takut ke luar rumah, hal lain yang menimbulkan kekhawatiran adalah penularan COVID-19 melalui transfusi darah. Hal ini sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan karena penularan utama COVID-19 adalah melalui tetesan (droplet) batuk atau bersin dari seseorang yang terinfeksi. 

Baca juga: 9 Mitos tentang Donor Darah yang Perlu Diluruskan

Tips Aman Mendonorkan Darah di Masa Pandemi COVID-19

Banyak manfaat kesehatan yang bisa diperoleh dari donor darah. Selain mendapat manfaat kesehatan, donor darah dapat membantu persediaan rumah sakit untuk membantu pasien yang membutuhkannya. Kamu tidak perlu khawatir tertular COVID-19, petugas pengambilan darah pastinya akan mempraktikan protokol kesehatan dan mengutamakan keselamatan donor. Berikut tips aman mendonorkan darah di masa pandemi yang perlu kamu ketahui:

  • Dilakukan pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki gedung PMI.
  • Pendonor wajib mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer yang sudah disediakan.
  • Mendaftar ke bagian administrasi.
  • Melakukan pemeriksaan dokter. 
  • Melakukan pengecekan HB dan tensi. 
  • Masuk ke ruangan pengambilan darah dan selamat berdonor darah.

Syarat Mendonorkan Darah di Masa Pandemi

Saat ini belum ada data atau bukti bahwa COVID-19 dapat ditularkan melalui transfusi darah. Kendati demikian, kamu harus memenuhi beberapa syarat sebelum melakukan donor darah. Berikut syarat mendonorkan darah menurut PMI:

  • Sehat jasmani dan rohani. 
  • Usia 17 sampai dengan 65 tahun.
  • Berat badan minimal 45 kg.
  • Tekanan darah: sistole 100 – 170 dan diastole 70 – 100.
  • Kadar hemoglobin 12,5g% s/d 17,0g%.
  • Interval donor minimal 12 minggu atau 3 bulan sejak donor darah sebelumnya (maksimal 5 kali dalam 2 tahun).

Baca juga: 6 Kebiasaan Sehat yang Dapat Memperlancar Peredaran Darah

Jangan menyumbangkan darah bila: 

  • Mempunyai penyakit jantung dan paru paru.
  • Menderita kanker
  • Mengidap tekanan dara tinggi (hipertensi).
  • Menderita kencing manis (diabetes mellitus).
  • Memiliki kecenderungan perdarahan abnormal atau kelainan darah lainnya.
  • Menderita epilepsi dan sering kejang.
  • Menderita atau pernah menderita hepatitis B atau C.
  • Mengidap sifilis.
  • Ketergantungan narkoba.
  • Kecanduan minuman beralkohol.
  • Mengidap atau berisiko tinggi terhadap HIV/AIDS.
  • Dokter menyarankan untuk tidak menyumbangkan darah karena alasan kesehatan.

Apakah Penyintas COVID-19 Boleh Mendonorkan Darah?

Penyintas COVID-19 kini juga diperbolehkan untuk mendonorkan darah. Bahkan donor plasma konvalesen dari penyintas COVID-19 banyak dibutuhkan untuk membantu penyembuhan pengidap COVID-19. Nah berikut syarat untuk mendonorkan plasma konvalesen:

  • Usia 18-60 tahun.
  • Berat badan lebih dari 55 kg. 
  • Diutamakan pria, apabila wanita belum pernah hamil.
  • Pernah terkontaminasi COVID-19.
  • Bebas keluhan minimal 14 hari.
  • Surat keterangan sembuh dari rumah sakit yang merawat.
  • Maksimal 3 bulan pasca sembuh COVID-19.
  • Tidak menerima transfusi darah selama 3 bulan terakhir. 
  • Calon donor plasma konvalesen merupakan penyintas yang isoman lebih dari 3 gejala dapat melakukan donasi dengan membawa surat keterangan sembuh dari dokter atau puskesmas.

Baca juga: Manfaat Donor Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19

Jadi, kamu tak perlu khawatir dan ragu lagi untuk mendonorkan darah ya! Untuk memastikan kondisi kesehatan sebelum mendonor, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Buat janji rumah sakit melalui aplikasi Halodoc supaya lebih mudah dan praktis. Yuk, download aplikasinya sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
CDC. Diakses pada 2021. Guidance for Blood and Plasma Facilities
PMI. Diakses pada 2021. Syarat Untuk Menjadi Donor Darah
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Is It Still Safe to Donate Blood During the Coronavirus Pandemic?.

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan