• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Amankah Suntik Botoks Dilakukan saat Hamil?

Amankah Suntik Botoks Dilakukan saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Selama masa kehamilan, ibu dianjurkan untuk lebih berhati-hati tidak hanya terhadap makanan yang ibu konsumsi, tapi juga produk atau prosedur kecantikan yang ibu gunakan. Sebab, semua itu bisa memengaruhi kondisi kesehatan janin.

Salah satu prosedur kecantikan yang masih belum diketahui pasti aman atau tidaknya bagi ibu hamil adalah suntik botoks. Suntikan botoks bekerja dengan cara melemahkan atau menghalangi otot-otot berkontraksi. Nah, belum lama ini aktris dan model Chrissy Teigen mengungkapkan melalui media sosialnya, di Twitter, bahwa ia mendapatkan suntik botoks di kehamilannya yang ketiga.

Bukan untuk prosedur kecantikan, melainkan untuk mengatasi sakit kepala yang sangat parah yang dialaminya saat hamil. Hal ini mungkin membuat kamu bertanya-tanya bolehkah suntik botoks dilakukan saat hamil bila demi alasan kesehatan?

Baca juga: Perawatan Kecantikan yang Dilarang untuk Ibu Hamil


Manfaat Suntik Botoks untuk Mengobati Migrain

Migrain merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh banyak ibu hamil. Perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh selama kehamilan adalah penyebab di balik kondisi tersebut, namun migrain bisa juga dipicu oleh kurang tidur, terlambat makan sampai stres. 

Migrain yang ringan biasanya bisa menghilang dalam waktu beberapa jam, namun pada beberapa kasus, migrain bisa bertahan hingga berhari-hari bila tidak diobati. Bila ibu sering mengalami migrain sebelum hamil, kondisi tersebut bisa terasa lebih hebat saat hamil. Bahkan tidak sedikit ibu hamil yang mengalami migrain kronis.

Nah, salah satu metode pengobatan yang dinilai efektif untuk mengatasi migrain adalah suntik botoks. Ya, perawatan yang biasanya digunakan untuk kecantikan tersebut telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) pada tahun 2010 sebagai pengobatan untuk migrain dan banyak orang sudah merasakan manfaatnya. Namun, FDA hanya menyetujui botoks dilakukan untuk mengatasi migrain kronis, yaitu sakit kepala yang berlangsung selama 15 hari atau lebih dalam sebulan. 

Cara kerja botoks dalam mengatasi migrain dengan menghalangi pelepasan bahan kimia yang terlibat dalam transmisi rasa sakit, sehingga mencegah aktivasi jaringan nyeri di otak. Dr. Andrew Blumenfeld, Direktur di The Headache Center of Southern California mengungkapkan bahwa suntik botoks dapat mencegah sakit kepala migrain, tapi perlu waktu untuk merasakan manfaatnya. Menurut Dr. Andrew, efek botoks terasa maksimal setelah perawatan kedua dan ketiga. Itulah mengapa ia merekomendasikan pengobatan tersebut pada orang yang sering mengalami jenis sakit kepala ini.

Baca juga: Ini Tren Suntik Botox untuk Atasi Resting Bitch Face


Amankah Suntik Botoks untuk Ibu Hamil?

Menurut penelitian yang dipresentasikan secara virtual pada Pertemuan Tahunan American Headache Society (AHS) 2020 menunjukkan bahwa pengobatan dengan onabotulinumtoxinA (botoks, alergan) aman dan dapat ditoleransi pada wanita hamil dengan migrain kronis.

Studi tersebut melibatkan 10 kehamilan dengan 1 subjek menerima pengobatan selama 2 kehamilan terpisah. Secara keseluruhan, 22 perawatan diberikan selama 10 kehamilan, dengan 8 pada trimester pertama, 8 pada trimester kedua, dan 6 pada trimester ketiga. Pasien menerima dosis mulai dari 155 hingga 185 unit, dengan 155 unit menjadi dosis yang paling sering diberikan.

Hasilnya, dari 10 kehamilan yang diteliti tersebut, tidak ada laporan mengenai adanya malformasi organ pada bayi saat dilahirkan. Satu subjek melaporkan bahwa bayinya memiliki tinggi badan yang rendah, namun tidak ada disabilitas fisik, intelektual, atau sosial lainnya yang dilaporkan dan semua bayi mencapai tonggak perkembangannya dengan tepat.

Namun, perawatan yang dipresentasikan oleh Jacqueline E. Summers, MD, dokter residen di Pusat Medis Universitas Stanford tersebut juga mencatat bahwa mengingat tingginya prevalensi migrain pada wanita usia subur, evaluasi lanjutan atas keamanan perawatan yang tersedia untuk migrain selama kehamilan masih diperlukan.

Meski suntik botoks dinilai aman digunakan saat hamil, ibu tetap dianjurkan untuk mendiskusikannya terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum melakukan pengobatan tersebut.


Waspada Risiko Suntik Botoks saat Hamil

Sebelum menggunakan suntik botoks saat hamil untuk mengobati migrain, ibu juga perlu memahami terlebih dahulu risiko yang berpotensi ditimbulkannya. Salah satunya adalah racun yang bisa menyebar ke luar area local. Bila racun menyebar ke luar area yang disuntik, hal itu dapat menyebabkan botulisme, yaitu kondisi yang berbahaya. Menurut FDA, gejala botulisme secara umum, antara lain:


  • Kelemahan otot.
  • Penglihatan kabur atau penglihatan ganda.
  • Suara serak.
  • Sulit berbicara.
  • Sulit menelan.
  • Hilang kontrol kandung kemih.

Gejala-gejala di atas mungkin berkembang dalam beberapa jam setelah menerima suntikan, tapi bisa juga memakan waktu hingga beberapa hari hingga berminggu-minggu. Bila ibu mengalaminya, segera periksakan diri ke dokter.

Namun, meskipun penelitian masih terbatas, beberapa penelitian menunjukkan bahwa tidak ada banyak bukti yang mengaitkan penggunaan botoks dengan hasil kehamilan yang buruk.

Pengobatan Alternatif untuk Atasi Migrain saat Hamil

Selain menggunakan suntik botoks, ibu dapat meredakan gejala migrain yang muncul dengan obat-obatan, seperti asetaminofen atau ibuprofen yang umumnya aman untuk kehamilan bila digunakan dalam dosis terbatas.

Bila ibu cenderung mengalami migrain yang parah, ibu bisa mengonsumsi obat-obatan untuk mencegahnya muncul sama sekali. Pilihan obat yang aman untuk kehamilan, antara lain magnesium oksida, metroprolol, amitriptyline, dan propranolol.

Baca juga: Jangan Keliru, Ini Obat Migrain yang Tepat untuk Bumil

Nah, ibu bisa membeli obat-obatan yang ibu butuhkan melalui aplikasi Halodoc. Caranya sangat mudah, tinggal order melalui aplikasi dan pesanan ibu akan diantar ke tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga untuk mendapatkan solusi kesehatan terlengkap.



Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Migraine Headaches and Pregnancy.
American Migraine Foundation. Diakses pada 2020. Botox for Migraine.
Neurology Live. Diakses pada 2020. OnabotulinumtoxinA Proves Safe as Migraine Treatment for Pregnant Women.
UT Southwestern Medical Center. Diakses pada 2020. BOTOX for migraines, and more pregnancy-safe treatment options.
Healthline. Diakses pada 2020. Why You May Want to Skip Botox While Pregnant or Breastfeeding