• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Amankah Tenangkan Anak dengan YouTube?

Amankah Tenangkan Anak dengan YouTube?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Salah satu cara yang sering dilakukan banyak orangtua untuk menenangkan anaknya yang sedang merengek adalah dengan memberikan YouTube untuk anak. Namun, sebenarnya amankah menenangkan anak dengan memberikan tayangan YouTube? Simak penjelasannya di sini.

Menenangkan anak yang sedang merengek saat sedang makan atau dalam perjalanan di mobil memang susah-susah gampang. Tidak jarang para orangtua mengerahkan berbagai macam cara supaya anak bisa duduk tenang, mulai dari memberikannya mainan, boneka, alat bunyi-bunyian, dan masih banyak lagi. Namun harus diakui, dari semua cara tersebut, memberikan YouTube untuk anak adalah yang paling efektif untuk menenangkan anak.

Sebenarnya sah-sah saja bila ibu ingin menenangkan Si Kecil dengan membiarkannya menonton tayangan YouTube. Apalagi sekarang ini, YouTube sudah memiliki versi YouTube Kids yang menampilkan acara TV, musik, dan video edukatif yang menyenangkan untuk anak-anak. Anak-anak pun juga dapat menjelajahi channel video lainnya yang ditawarkan YouTube yang disesuaikan dengan kelompok usia mereka. 

Meski sudah diberi label “Kids”, bukan berarti orangtua tidak perlu mengawasi anak lagi ketika ia sedang menonton YouTube. Pasalnya, ada kemungkinan berbagai iklan, konten bersponsor, dan klip yang tidak pantas dapat tidak sengaja terputar selama anak menonton YouTube

Baca juga: Ini yang Harus Dilakukan Ketika Pergoki Anak Melihat Konten Dewasa

Jadi, Apakah YouTube Kids Aman untuk Anak?

Bila ibu yang mengunduh aplikasi YouTube Kids mengira bahwa tayangan dalam portal tersebut sudah diatur sedemikian saksama oleh sekelompok orang, sehingga hanya tayangan yang pantas untuk anak-anaklah yang ditampilkan, hal itu tidaklah benar. Secara teknis, YouTube Kids adalah portal yang tersambung ke layanan YouTube utama. 

Mereka menggunakan Google “campuran analisis otomatis dan input pengguna” untuk menyaring tayangan dewasa dan menyalurkan tayangan anak-anak ke aplikasi. Namun, masih ada kemungkinan juga video yang tidak pantas dapat melewati filter dan menampilkan iklan makanan cepat saji, atau tayangan yang memiliki unsur alkohol, kata-kata kotor, dan sebagainya.

Untungnya, YouTube dapat memberikan peringatan terlebih dahulu bila ada tayangan yang dinilai tidak pantas untuk anak-anak. Ibu juga dapat memblokir dan melaporkan video yang tidak pantas. Selain itu, YouTube Kids juga sudah memiliki fitur pengatur waktu yang memungkinkan orangtua untuk menetapkan batas waktu bagi anak-anak dalam memainkan aplikasi.

Seperti yang sudah kita ketahui, video di YouTube juga diselingi oleh iklan. Bila ibu mendaftar untuk berlangganan YouTube Red, ibu bisa menikmati tayangan tanpa iklan dan anak-anak pun dapat menonton secara offline. Namun, anak-anak masih bisa terhubung ke saluran bermerek dari perusahaan makanan cepat saji atau mainan.

Itulah mengapa para orangtua dianjurkan untuk tetap mengawasi anak selama ia menonton YouTube.

Baca juga: Aturan Aman Penggunaan Gadget pada Anak

Hal yang Perlu Diperhatikan Orangtua Bila Ingin Memberikan YouTube untuk Anak

Bila ingin menenangkan anak dengan menggunakan YouTube, sebaiknya perhatikan dulu usia anak. American Academy of Pediatric (AAP) menyebutkan bahwa anak di bawah usia 2 tahun sebaiknya sama sekali tidak diperkenalkan dengan screen time (gadget, TV, termasuk YouTube). Jadi, sebaiknya orangtua baru memberikan YouTube untuk anak bila ia sudah berusia di atas 2 tahun, tetapi itu pun dengan pembatasan waktu.

Selain itu, orangtua juga dianjurkan untuk tetap mengawasi anak selama ia menonton tayangan YouTube. Tidak hanya sekadar mengawasi, ibu juga bisa menjelaskan pada anak tentang hal-hal yang ada di tayangan YouTube tersebut.

Meskipun cukup efektif, tetapi orangtua sebaiknya tidak menggunakan YouTube sebagai satu-satunya cara untuk menenangkan anak. Sebab, hal tersebut dapat membuat anak berisiko kecanduan gadget atau YouTube. Jadi, pikirkanlah cara-cara kreatif lainnya untuk menenangkan anak. Misalnya, mengajak anak bermain mainan, menceritakan sesuatu, bernyanyi untuknya, dan lain-lain.

Baca juga: Lakukan Ini Untuk Atasi Anak Cengeng dan Rewel

Bila ibu ingin bertanya-tanya seputar pola asuh anak, jangan ragu untuk menggunakan aplikasi Halodoc ya. Melalui Video/Voice Call dan Chat, ibu bisa menghubungi dokter anak terpercaya kapan dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
HuffPost. Diakses pada 2020. Is YouTube Kids Actually Safe For Kids?
American Academy of Pediatric. Diakses pada 2020. American Academy of Pediatrics Announces New Recommendations for Children’s Media Use.